
Suara dari sebuah kamar membuat Dafina meringis malu sendiri jika mengingat kekonyolan mereka berempat saat pertama kali di wawancara karena mendapatkan penghargaan atas debut mereka di SBS Inkigayo.
"Esseubiesseu ingigayo debwi embeui sangeul badeun ne sarami choeum intobyuhaesseul ttae giongnaseyo?" Rouse kembali menggorek kelakuan konyol mereka beberapa tahun lalu.
(Kalian ingat gak sih saat kita berempat di wawancara pertama kali karena mendapatkan penghargaan atas MV debut kita di SBS Inkigayo?)
Mereka berempat ini sedang flashback ceritanya. Kembali mengingat masa lalu yang mereka lewati. Kegiatan random itu, mereka lakukan untuk mengingat kelakuan-kelakuan konyol mereka.
"Giongnayo dapinasiga motjjin mareul haessoyo jongmal chwegoe atiseuteuga dwen got gatayo," ucap Sooya membuat Dafina mendengus kesal, itu seperti pujian sekaligus olokan di waktu yang bersamaan.
(Inget banget aku, waktu itu Dafina-ssi udah ngomong keren berasa udah kaya artis papan atas beneran).
"Dangsineun gonggongjangsoeso malhaneun gose ikssukamnida. Daejung apeso malhaneun nae himi ttolrineunga," ujar Rouse ketawa.
(Sedangkan kamu udah biasa ngomong di depan umum. Apa daya ku yang ngomong di depan umum udah gemetaran).
"Ttolrineun yaegi ttaemune nega han mari saenggangna hahaha." Sooya tertawa keras.
(Soal ngomongin gemetar, aku jadi ingat waktu eonnie ngomong hahaha.)
Ciri-ciri maknae durhaka terhadap yang lebih tua. Ketawa keras karena perbuatan konyol unnie-nya.
"Debwi myujikppidio chot sang badeun gibuneun ottaessoyo?" Dafina mengarahkan botol air ke depan mulutnya, membuat itu seolah-olah adalah microphone.
(Bagaimana perasaan kalian berempat memenangkan penghargaan pertama kali untuk musik video debut kalian?)
"Dapinaneun geuroke sijakaji anattta." Sooya mengambil barang di dekatnya yang bisa dijadikan microphone.
(Bukan gitu awalnya Dafina.)
"Wah... debwi myujikppidio chot bonjjae sangeul badeun ne myongi motjjin sipttaedeuriya." Sooya menirukan gaya bicara MC
(Wah...ini keempat remaja hebat yang memenang penghargaan pertama atas video musik debut mereka.)
"Hajiman yorobun modu aldasipi sahwejaga malhal ttae. Jongmal jarangseurowoyo. Sorichigo sipotjjiman, 'adeunime omoniga tipie golryossoyooo'," ujar Dafina.
(Tapi kalian semua tau gak, waktu saat pembawa acara ngomong. Gue merasa bangga banget. Rasanya ingin berteriak, 'Ibu anakmu masuk tipi').
Sontak membuat mereka berempat tertawa lagi.
"Kamerareul hyanghae soneul heundeuneun neukkimdo gatkko sipoyo, gajogege anbu jonhae juseyo."
(Aku juga ingin rasanya melambaikan tangan ke arah kamera, sambil mengirim salam buat keluarga.)
Rouse masih terbahak. "Uriga gwagoe haettton useukkwangseuroun haengdongdeuri jongmal utkkyoyo hahaha."
(Lucu banget tingkah konyol yang kita lakukan di masa lalu hahaha.)
"Yorobun jung suyae ibeso naon motjjin maldeureul giokaneun sarami innayo?" Zennie tidak mau ada hal lucu yang terlewat saat ini.
(Apa diantara kalian yang ada ingat tentang kata-kata hebat yang dikeluarkan dari mulut Sooya saat itu?)
"Which one, Zennie?"
"Geuttae emssi ga nugubuto jagisogaereul hago simnyago murotjjanayo. Geuroja suyaneun yogiso gajang areumdaun saramege josimseuropkke daedapaettta. Maengsehaeyo! Deureumyon tohal got gatayo."
(Waktu itu kan MC bertanya ingin dimulai dari siapa untuk memperkenalkan diri masing-masing. Lalu Sooya-ah dengan kepedean menjawab dari yang paling cantik disini. Sumpah! Waktu dengar itu seperti ingin muntah.)
"Ne geurosseumnida. I'm sorry okay, dadeul asigetjjiman maneun bundeuri johante banhaessoyo."
(Ya emang saya cantik. Maaf aja nih ya, banyak yang naksir sama aku asal kalian semua tahu.)
"Who really has a crush on eonnie?"
(Memangnya siapa aja yang naksir sama eonnie?)
"There are so many, I can't count. It's just that I don't care about all of them, so I don't serve them," jawab Sooya sombong.
(Banyak pokoknya, gak bisa dihitung. Cuman aku gak peduli aja sama mereka semua, jadi gak aku ladenin).
"Geurotamyon uri salmeso gajang keun byonhwaneun muosilkkayo?" tanya Dafina menatap mereka.
(Jadi perubahan apa yang paling kerasa di hidup kita masing-masing?)
"Manyak naega geuroke saenggakaetttamyon, daejungdeuri malhaneun goseun choeumeneun daejung apeso malhal su opssotjjiman jigeumeun daejunggwa olroneso malhaneun gose ikssukadaneun gosida." Rouse menjawab pertanyaan Dafina dengan jujur, karena di antara mereka berempat yang paling buruk saat publik speaking adalah dirinya.
(Kalau menurut aku sih ya, publik speaking aku berubah yang awalnya tidak bisa bica di depan umum tapi sekarang sudah terbiasa bicara di depan umum maupun media.)
"Nae insaengeso gajang dudeurojin byonhwaneun jasingami hyangsangdweotttaneun gosida," jawab Sooya sembari mengibas rambut panjangnya.
(Perubahan yang paling menonjol dalam kehidupanku adalah kepercayaan diri meningkatkan).
"Nomu singyongssoso tohal got gatayo," balas Zennie. "Hajiman je insaengeso gajang jungyohan byonhwaneun jega jonboda do jongyongbanneundaneun gosimnida." Zennie tersenyum terharu.
(Saking kepedean ingin rasanya aku muntah).
(Sedangkan perubahan yang paling berarti di hidupku adalah aku semakin dihormati daripada sebelumnya.)
"Naneun nawa gajoge daehan modeun goseul gireumchilhago joronghago moyokaettton modeun saramdeureul chimmukssikil su ittta."
(Aku bisa membungkam semua orang yang pernah menyinyir, mengejek, dan menghina semua tentang ku dan keluarga.)
"Jungyohan gon uriga i modeun goseul itjji anneundaneun goya geurigo urineun urie jageun gajogege malhal gosimnida." Zennie, Dafina, Rouse mengangguk mantap bahwa nanti semua cerita ini harus diceritakan kembali ke anak-anak, cucu, dan cicit masing-masing.
(Intinya semua ini nggak akan kita lupain dan bakal kita ceritakan ke keluarga kecil kita masing-masing.)
"Hajiman naneun sigani olmana ppalri jinagaljji saenggakago issosso. Every second, minute, hour, day, week, month, and year that we pass has passed quickly. I have a feeling that everything we talked about just happened yesterday." Rouse mendadak melow.
(Tapi aku jadi mikir bahwa cepat banget waktu berlalu. Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun yang kita lewati sudah berlalu dengan cepat. Aku merasa bahwa semua yang kita omongin tadi baru terjadi kemarin.)
"Woy! Kenapa jadi melow gini jadinya?! Gua nanti nangis anjir," sewot Dafina menutupi emosinya.
"Korean or English please..."
Dafina menepuk jidatnya, kenapa ia harus lupa bahwa semua unnie-nya tidak mengerti bahasa Indonesia. Aisshh....
Kini kehidupan mereka berempat sudah jauh lebih baik. Mereka sudah memiliki kekayaan yang melimpah serta ketenaran yang tiada tara sepanjang abad.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini Dafina, Rouse, Sooya, dan Zennie telah sampai di salah satu cafe sederhana namun cukup unik, yaitu Zapangi yang berada di kota Seoul. Memiliki pintu masuk yang tersembunyi.
Cafe Zapangi berada di Mangwon-dong, kamu akan menemukan vending machine imut berwarna pink. Vending Machines ini tidak menjual apapun di dalamnya karena ternyata ini adalah sebuah pintu masuk menuju cafe Zapangi! Wow, unik banget kan?
Cukup menarik vending machine jika ingin masuk ke dalam cafe tersebut. Setelah masuk ke dalam cafe tersebut, hal pertama yang terlihat adalah bangunan sederhana dan simple. Selain itu di tembok ada tulisan berwarna putih & pink yang bertuliskan 'TIN AND BOTTLE'.
Selain terkenal akan arsitektur dan pemandangan yang unik, Zapagi Cafe juga terkenal akan hidangan yang mereka jual di sana.
Meskipun kehidupan mereka berempat sudah sangat cukup untuk golongan anak-anak yang bisa nongkrong, hangout, belanja sana sini, namun mereka tidak bisa melakukannya. Mereka berempat tidak bisa melakukan kayaknya anak-anak remaja maupun dewsa seperti kebanyakan orang dikarenakan jadwal kerja dan popularitas yang mengharuskan mereka menjaga privasi dari publik. Jika punya waktu dan kesempatan yang bagus, kadang mereka berempat akan menghabiskan waktu bersama-sama di luar seperti saat ini yang mereka lakukan.
"Deudio oraenmane kapee gal su isseul got gatayo," ucap Sooya sambil mengingat betaoa susahnya mereka untuk pergi ke tempat seperti ini.
(Akhirnya kita bisa pergi ke cafe setelah sekian lama).
"Hooh." Dafina menyetujui ucapan Sooya. "Goi i nyon dongan urineun iron kapee gabon jogi optta. Geurigo dahaengseuropkkedo urineun more rujeuwa suyaonniga pari paesyonwikeureul wihae parie gayaman haettta."
(Sekitar hampir dua tahun kita gak pergi ke cafe seperti ini. Dan syukurnya sekarang kita bisa pergi walaupun lusa Rouse dan Sooya eonnie harus pergi ke Paris untuk Paris Fashion Week.)
Setelah lama menunggu, akhirnya pesanan mereka berdua telah diantar oleh beberapa pelayan cafe ke meja mereka.
"Johiga mandeun yorireul maditkke deuseyo," ucap salah satu pelayan sebelum pergi meninggalkan tempat.
(Selamat menikmati hidangan yang kami buat).
"WOW! THE CAKE IS SO CUTE, WHERE IS THE MERMAID'S TAIL!!" ucap Dafina histeris.
(WOW! CAKE-NYA LUCU BANGET, MANA ADA EKOR MERMAID!!)
"Geugoseun bulmyore jonjaeida."
(Ini sih harus diabadikan.)
"Geurom yogi ne myongman jjikjja geurigo naso urineun i kapewa hamkke sajinina bidioreul jjigoya hamnida," ujar Zennie setuju dengan ucapan Rouse.
(Kalau begitu ayo kita foto berempat disini setelah itu kita harus mengambil foto atau video makanan beserta cafe ini).
"Let's get closer to selfie."
"Oni jogi keikeu sajin jjikkko sipo," ucap Dafina pada mereka bertiga.
(Eonnie aku mau mengambil foto cake ku ini di sana ya).
Dafina mengambil handphone miliknya lalu berjalan ke arah tembok yang bertuliskan 'TIN AND BOTTLE'. Lalu ia mengangkat cake-nya ke atas dengan background tulisan berwarna putih dan pink itu, lalu mengambil foto menggunakan kamera handphone.
"Dapinasi sajin da jjigeumyon bap mokjja."
(Dafina-ssi kalau sudah selesai foto-foto ayo kita makan.)
"Ne onni."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...