WAY OF LIFE

WAY OF LIFE
CHAPTER 38



Hari ini adalah hari paling bersejarah bagi Dafina, mungkin bukan hanya Dafina saja melainkan semua unnie-nya serta brand ambassador dan model lainnya. Karena hari ini mereka akan menghadiri Paris Fashion Week. PFW diselenggarakan setiap setahun enam kali dan Paris merupakan tempat terakhir terlaksananya Paris Fashion Week itu.


Paris Fashion Week bertujuan untuk mempromosikan dan memperkenalkan berbagai produk kecantikan dan pakaian dari brand ternama di dunia pada show itu. Banyak brand ternama yang mengikutinya, seperti Chanel, Gucci, YSL, Dior, dan masih banyak lagi.


Dafina menatap ke arah kaca mobil yang sudah banyak media serta orang-orang yang menunggu dirinya turun dari mobil. Tak lama kemudian, Claura membukakan pintu mobil untuk Dafina, ia menyuruh Dafina untuk keluar dari mobil.


Dafina mengeluarkan satu kakinya dari mobil sebelum seutuhnya keluar dari mobil. Banyak jepretan kamera yang mengarah ke arahnya. Dafina hanya membalas dengan melambaikan tangan dan tersenyum sesekali tertawa kecil.



...(Pakaian yang dikenakan Dafina)...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dafina telah berada di dalam Grand Palais. Dia berkumpul bersama para model, brand ambassador, pendiri, dan team dari Gucci. Mereka saling berbincang satu sama lain sebelum menuju tengah-tengah Grand Palais yang dimana menjadi tempat Runway.



Grand Palais berada di distrik 8, hanya beberapa langkah dari Champs-Elysées. Bangunan ini sangat luas sehingga kerap ‘ditransformasi’ menjadi runway yang unik. Kubah kacanya mampu memberikan cahaya natural yang lembut, terutama saat hari sedang cerah. Chanel selalu menyelenggarakan menyelenggarakan peragaan busananya di Grand Palais. Baru-baru ini Karl Lagerfeld mengubah ruang kosong Grand Palais menjadi pantai untuk menampilkan koleksi 2019. Merek ternama dunia ini juga pernah mengubah Grand Palais menjadi hotel dan kasino untuk menyempurnakan peragaan busana mereka.


Selain Grand Palais, lokasi utama Fashion Week berada di Ecole Nationale des Beaux Arts.



Ecole Nationale des Beaux Arts merupakan sekolah seni rupa yang berlokasi di Rive Gauche, di antara Quai Malaquais dan rue Bonaparte. Halaman megah mereka memiliki atap kaca serta kerap menjadi lokasi peragaan busana. Bangunan utama & museumnya juga kerap disulap menjadi runway Fashion Week. Merek pakaian dalam Prancis seperti Etam, Ralph Lauren hingga Lanvin pernah menyelenggarakan peragaan busana di sini. Di tempat ini, para fashion icons memamerkan koleksi mereka sementara para perancang busana memperdalam keahlian.


Banyak lokasi di Paris lainnya yang disulap khusus untuk PFW, mulai dari yang paling iconic hingga yang paling aneh. Kedutaan, museum, bahkan teater kerap dijadikan tempat peragaan busana. Bangunan mewah & bersejarah mampu memberikan nuansa prestigious. Ada juga lokasi yang lebih unik seperti stasiun metro, pabrik tua, dan lapangan pacuan kuda. Pendiri Dries Van Noten terkenal memiliki ide-ide unik. Mereka juga kerap mengadakan pertunjukan di lokasi yang tak terduga. Merek eklektik Sonia Rykiel juga selalu mengadakan peragaan busana di tempat-tempat unik.



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



Dafina duduk di barisan kedua bersama Jin Xing dan brand ambassador lainnya. Mereka sedang menunggu para model dari Gucci memperagakan busana mereka di catwalk ini. Tidak sedikit orang yang melihat acara PFW ini, banyak sekali photographer, selebritis, tokoh publik, orang kaya, penyanyi, model, serta pemilik brand-brand yang menghadiri Paris Fashion Week. Orang-orang yang menghadiri Fashion Week bukan orang sembarangan, yang bisa menghadirinya hanya orang-orang tertentu saja karena acara tersebut tertutup.


Dafina mengeluarkan handphone dari slucth miliknya. Ia mengambil video dan foto ketika para model sudah keluar dan sedang berjalan di Runway. Setelah mendapatkannya, Dafina memposting di Story Instagram milik dirinya.



Mereka sangat menawan dan elegan saat berjalan di Runway dengan badan yang berlenggak-lenggok disana. Tidak hanya sedikit yang mengambil foto dan video mereka yang sedang memperagakan busana dari Gucci.


"You see that light green dress? I'm very interested in the dress and want to buy it after the event is over," ujar Jin Xing.


(Kamu liat dress yang berwarna hijau muda itu? Aku sangat tertarik dengan dress itu dan ingin membelinya sehabis acara ini selesai).


"Have you had anything that caught your eye?" tanya Jin Xing.


(Kalau kalian apakah sudah ada yang menarik mata kalian?)


"There is but not from Gucci but from CHANEL," jawab Talia Ryder.


(Ada namun bukan berasal dari Gucci tapi berasal dari CHANEL).


"If you're Dafina?"


"Nothing has caught me yet."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



Dafina terkekeh membaca sebuah berita tentang dirinya dengan salah satu member BTS yaitu Kim Taehyung. Ada-ada aja netizen, cuma karena mengunggah foto yang sama langsung dikira memiliki hubungan khusus.


"Come on down we've arrived," ucap Talia Ryder yang sudah keluar dari mobil.


"Where are we going?" tanya Jin Xing.


"It's late so we have to eat first after that we will go around Paris. Come on, I'm hungry," jawab Talia dengan memelas membuat Dafina dan Jin Xing tertawa.


(Ini sudah malam jadi kita harus makan dulu setelah itu kita akan berkeliling Paris. Ayolah diriku sudah lapar nih).


"Hahaha well let's have dinner first."


Mereka berjalan memasuki Menara Montparnase yang memiliki ketinggian 700 meter. Setelah berada di dalam menara, mereka bertiga melangkahkan kaki ke lift yang akan mengantarkan mereka pada lantai 56.


Lift yang mereka naikin berhenti di lantai 56, tidak lama kemudian pintu lift terbuka. Sebagian orang ada yang keluar dari lift, namun ada juga yang masuk ke dalam lift. Dafina, Jin Xing, dan Talia Ryder keluar dari lift dan memasuki bagian restaurant.


Resto La Ciel de Paris.



Restoran ini ada di Menara Montparnase setinggi 700 meter. Resto La Ciel de Paris ini menempati lantai 56 jadi saat makan di sana bisa melihat pemandangan sekitar kota Paris, termasuk menara Eiffel. Bagian interior resto ini didesain oleh Noe Duchaufour-Lawrence yang mengusung konsep modern mewah. Warna kuning karamel dan pencahayaan redup jadi salah satu ciri khas resto ini.


Seorang waiters perempuan menghampiri meja Dafina, Jin Xing, dan Talia dengan membawa buku catatan.


"Bonjour, madame, bienvenue au Resto La Ciel à Paris. Qu'est-ce que Madame veut commander?" tanya waiters itu.


(Selamat malam nyonya, selamat datang di Resto La Ciel de Paris. Nyonya ingin memesan apa?)


Mereka bertiga melihat menu-menu yang ada di daftar buku menu yang terletak di meja makan mereka.


"I'll have Beef Burguignon and sweet iced tea one," ucap Dafina menutup buku menu.


(Saya pesan Beef Burguignon dan es teh manis satu).


"What did you order Jin Xing?" Talia bertanya kepada Jin Xing.


"Mango juice and For Gras."


"Alors s'il vous plaît, donnez-moi juste du jus de mangue, du foie gras, du coqubin et de l'eau," ucap Talia kepada waiters.


(Kalau begitu kami berdua pesan Mango juice, For Gras, Coq Au Vin, dan air putih saja).


"Oui, alors je vais vous dire ce que vous avez commandé encore une fois de plus. Un verre de Bif Bourguignon, du thé glacé sucré, du jus de mangue, du foie gras, du coke au vin et de l'eau." Waiters itu mengulang kembali pesanan yang dipesan.


(Baik kalau begitu saya ulang ya pesanannya. Satu Beef Burguignon, es teh manis, Mango juice, For Gras, Coq Au Vin, dan air putih.)


"Y a-t-il autre chose à dire?"


(Apa ada yang mau ditambahkan lagi?)


"Non."


(Tidak ada.)


"Alors excusez-moi, s'il vous plaît. Merci d'avoir commandé dans ce restaurant," ujar waiters itu sebelum pergi dari sana.


(Kalau begitu saya pamit undur diri. Terimakasih sudah memesan di restaurant ini).


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Let's take a picture there!" Talia menarik lengan Dafina dan Jin Xing sambil berlari menaiki tangga.


(Ayo kita foto disana!)


Jin Xing dan Dafina ikut berlari mengikuti Talia yang menarik lengan mereka. Talia menarik mereka menuju sebuah jembatan yang berada di sisi utara dari Menara Eiffel.


"Wow! The view of the Eiffel Tower is very beautiful when seen from here!" seru Jin Xing mengagumi pemandangan kota Paris, lebih tepatnya Menara Eiffel.


"Let's take a selfie together the three of us."


Dafina, Talia Ryder, dan Jin Xing mengabadikan momen-momen bersama mereka menggunakan layar ponsel mereka.


"Please take a picture of me," pinta Dafina.


"Where?"


"You just have to stand here, while I'll be standing there staring sideways at the Eiffel Tower," ujar Dafina.


(Kalian hanya perlu berdiri di sini saja, sementara aku akan berdiri di sana sambil menatap ke menara Eiffel dengan menyamping).


"Alright, let's take a quick photo, I also want to take my own photo hehe." Jin Xing mengeluarkan cengirannya.


Setelah memberikan handphone-nya, Dafina berjalan menuju pembatas jembatan lalu bergaya menyamping dengan pandangan menatap ke arah Menara Eiffel.


Cekrek Cekrek📸


Mereka melihat hasil foto iconic Dafina yang diambil oleh Jin Xing. Dafina dan Talia memuji hasil jepretan tangan Jin Xing yang terlihat seperti photographer.


"Who was that, Jin Xing," ucap Jin dengan bangga.


(Siapa dulu gitu, Jin Xing).


"Are you taking photos?" tanya Dafina.


"Of course so, but use your cellphone camera, because my cellphone is dead."


(Tentu saja jadi tapi pakai kamera handphone mu ya, soalnya handphone aku mati.)


"Sip boss."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...