WAY OF LIFE

WAY OF LIFE
CHAPTER 40




Cover baru untuk Way Of Life (WOLF). Jujur saya tuh banyak cover² gitu tapi gak ada font yang bagus🥺


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, jujur saja nulis chapter 40 ini saya kehabisan ide dari adegan pria dewasa & keponakannya itu😭


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Headline pagi ini membuat pria berumur 25 tahun enggan berselancar di internet. Setiap platform sosial media maupun internet selalu saja menayangkan gosip yang tidak jelas. Cuma karna latar belakang foto serta jam posting yang hanya berbeda beberapa dikit langsung dicurigai mempunyai hubungan.


Bukankah hal itu seperti anak kecil? Sama saja dengan makan makanan sisa.


Rasanya seperti anak kecil jika apa yang terjadi itu harus dilebih-lebihkan.


Seorang pria yang duduk bersila kaki di atas sofa menyambar iPad dari tangan pamannya.


"How are you feeling?"


"Very bad. Such rubbish news should be exaggerated."


(Sangat buruk. Berita sampah seperti itu harus dibesar-besarkan.)


"Are you upset because of the news or because you saw a photo of that girl with the same senior?"


(Kau kesal karena beritanya atau karna melihat foto gadis itu yang sama dengan seniornya?)


"Of course the news."


"What if it's true that the two of them have a special relationship that is still kept secret from the world?" Pria dewasa yang berumur tiga puluh lima tahun itu bertanya kepada keponakannya.


(Bagaimana kalau memang benar mereka berdua memiliki hubungan spesial yang masih dirahasiakan dari dunia?)


"I don't care, Uncle."


"Should uncle believe you?"


"Whatever."


"Uncle still knows that you still have feelings for that girl." Pria dewasa itu memasukkan kedua tangan pada kantong celananya.


(Paman masih tahu kalau kamu masih memiliki perasaan terhadap gadis itu.)


"Don't pretend to know how I feel."


Pamannya mengangkat bahu. "It's up to you if you still want to dodge, but clearly you still have feelings for her."


(Seterah kau saja jika masih mau mengelak, tapi dengan jelas kamu masih memiliki perasaan kepadanya.)


"Uncle has an idea that you can meet," ujar pria itu. "But it all comes back to you, whether you want to listen to it or not."


(Paman punya suatu ide yang bisa membuat kalian bertemu).


"What?"


Pria itu tersenyum melihat reaksi keponakannya. Mau seberapa kerasnya dia menyembunyikan perasaannya akan terkalahkan dengan hatinya. Pria itu membisikkan sesuatu kepada keponakan tersayangnya.


"Is it possible? But I'm not a public figure myself."


(Memangnya bisa? Tapi aku sendiri bukan seorang publik figur.)


Pria berumur 35 tahun itu berlalu ke arah sofa single, mendudukkan dirinya di sofa tersebut. Pria itu bersedekap dada sembari menatap keponakannya. Pria itu sedikit mencondongkan diri ke arahnya.


"Yes, you are not a public figure. But think about it....who wouldn't be excited if a K-pop Queen and Mafia Boss had a relationship?"


(Ya memang kau bukan publik figure. Tapi coba pikirkan....siapa yang tidak heboh bila seorang Ratu K-pop dengan Bos Mafia memiliki hubungan?)


"Then what about the idea of ​​uncle wearing all weddings? I don't understand how, or do you mean an arranged marriage?"


(Lalu gimana dengan ide paman yang memakai pernikahan segala? Saya tidak mengerti caranya, atau yang dimaksud paman itu perjodohan?)


"Matchmaking? Just crazy. Dafina's family is not the CEO, director, or owner of the company."


(Perjodohan? Gila saja. Keluarga Dafina tidak ada yang menjadi CEO, direktur, maupun pemilik perusahaan.)


"If not matchmaking then what? Come on uncle, don't make me upset because I don't understand your mindset," decak sebalnya.


(Jika bukan perjodohan lantas apa? Ayolah paman jangan membuatku kesal karena tidak mengerti pola pikirmu).


Pria itu menghela nafasnya, ia tidak mengerti rencana pamannya. Menikah tanpa perjodohan? Mana mungkin kecuali menikah saling mencintai atau....


"SCANDAL. DON'T SAY MAKING A SCANDAL?"


(SKANDAL. JANGAN BILANG MEMBUAT SEBUAH SCANDAL?)


"Unfortunately, how are you doing? But don't worry, the scandal that will happen between you is not a scandal about getting pregnant out of wedlock or having ***." Algarve menepuk pundak keponakannya, "Leave everything to your uncle."


(Sayangnya benar gimana dong? Tapi tenang saja skandal yang akan terjadi diantara kalian bukan skandal tentang hamil diluar nikah atau melakukan ***.)


(Serahin semuanya kepada pamanmu ini.)


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dafina menjeda sesi pemotretan bersama Gucci ketika jam menunjukkan waktu istirahat. Dia berpamitan kepada para model, brand ambassador, pemilik, photographer Gucci sebelum meninggalkan tempat pemotretan. Mereka mengambil pemotretan dan video untuk produk terbaru dari Gucci di salah satu tempat yang berada di tempat acara Paris Fashion Week lebih tepatnya Gucci Show. Bukan hanya Gucci saja melainkan brand lainnya juga sama, namun tempatnya berbeda.


"Bantuin apa?"


"Lo sama Lee Ju Min pergi ke tempat makanan lalu beli makan dan minuman untuk gue, lo, Lee Ju Min, para bodyguard, dan sopir yang nganter kita."


Lee Ju Min merupakan staff dari YG Entertainment yang ikut ke Paris menemani Dafina.


"Lu gak ikut?"


Dafina menggeleng. "Gue capek banget, kaki gue gak sanggup jalan mana habis ini masih ada pengambilan video busana," alibi Dafina yang sebenarnya ia bukan capek tapi malas saja.


Claura menghela nafas, mau tidak mau dirinya harus menuruti. "Baiklah kalau gitu, lo mau dipesankan apa?" tanya Claura.


"Makanan dan minuman kesukaan gue, tanpa gue bilang juga lo tau," jawab Dafina.


Setelah Claura dan Lee Ju Min pergi, Dafina memutuskan untuk berjalan-jalan di tempat itu. Dia mau melihat setiap sudut dari tempat itu apalagi memiliki nuasansa emas kecokelatan.


"Siapa yang SMS gue?" tanya Dafina yang mendapatkan layar handphonenya bergetar. Dafina mengusap layar, notifikasi nama pengirim yang muncul dari filtur chatting telah menjawab pertanyaannya.


Dafina mendudukan diri dibangku dan menyenderkan punggungnya ke bangku. Dafina tidak bisa menahan senyuman maupun ketawa begitu membaca pesan yang dia terima.



Mengetik, membaca, menunggu, dan memandanginya lama. Dafina terus membaca ulang kalimat yang tertulis di layar handphone dan kadang terkekeh atau tersenyum kecil melihat chat tersebut.


"Am I bothering you?" Suara pertanyaan yang tiba-tiba terdengar dari samping membuat bulu kuduk Dafina merinding. Ia berdeham keras mengatur ketakutannya, setelah merasa berani, Dafina menengok ke samping. Dafina terlonjak kaget saat menoleh ke samping.


(Apa saya mengganggu dirimu?)



Dafina memijat dahi dan mendengus. Taehyung ternyata ada di sampingnya, tapi sejak kapak pria itu ada disana? Apa dia mengintip chat-nya?


"I didn't mean to shock you, I just wanted to tell you something," ujar Taehyung dengan nada penyesalan setelah melihat ekspresi wajah Dafina.


(Aku tidak bermaksud membuatmu kaget, aku hanya ingin memberitahu kamu sesuatu).


"What does senior want to tell you?"


(Apa yang senior ingin kasih tahu?)


"If you have finished your photoshoot with Gucci, you go directly to the CHANNEL section, because the team wanted to discuss the clothes you will wear for Met Gala later," ucap Taehyung.


(Jika kamu sudah selesai photoshoot bersama Gucci, kamu langsung ke bagian CHANNEL ya soalnya tadi team mau bahas pakaian yang akan kamu kenakan untuk Met Gala nanti).


"Ah I see, then thank you senior." Dafina membungkukkan tubuhnya kepada senior.


"Then I'll go first, okay," pamit Taehyung yang melangkahkan kakinya, namun baru dua langkah, pria itu membalikkan badan ke belakang. "You don't forget to eat Dafina-ssi."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Luar biasa...ini sangat luar biasa. Gua akui kalau lo memang superstar dan mega bintang pada abad ini. Bahkan semua outfit yang lo gunakan saat Paris Fashion Week terjual habis dalam lima belas jam," seru Claura yang lagi-lagi berdecak kagum pada layar handphone. "Bayangkan, dalam lima belas jam semua outfit yang lo gunakan habis terjual. Bahkan dari berita yang gua baca kalau PFW tahun ini lebih ramai dikarenakan lo."


Dafina menggelengkan kepala melihatnya, ia terkekeh geli. Dafina melangkah ke depan dinding kaca. Langit kelam dan Menara Eiffel yang megah menjulang mengisi pemandangan kamar Dafina dari kejauhan. Indah gemerlap dengan ribuan cahaya lampu yang menghiasi setiap malamnya.


"Sepertinya penggemar lo bertambah banyak sejak rumor sampah mengenai foto lu sama Taehyung itu. Tapi kalau gua boleh menyarankan sesuatu, gua mau nyaranin bahwa gak ada salahnya kalau lo punya hubungan dengan Taehyung itu apalagi group band BTS sudah lama bubar. Mereka sudah bisa—" ucapan Claura terpotong.


"Mencari pasangan masing-masing? Itu yang lu mau bilang?" Dafina menatap tajam Claura. "Sepertinya lu udah bosan dengan pekerjaan sebagai manager gue ya? Dan berganti sebagai admin lambe turah?" tanya Dafina dengan nada mengancam.


Di luar dugaan, Claura justru membalas ucapan Dafina dengan candaan. "Thanks good. Akhirnya lo peka juga hehe. Jadi gua boleh berhenti nih?" tanya Claura memainkan alisnya. "Tapi sebentar... sebelum gua mengundurkan diri, gua ingin tahu dimana lo bisa menemukan seseorang yang bisa betah dengan watak lo selama mungkin? Dan gua penasaran apakah ada orang yang betah jadi manager profesional seperti gua ini?"


Dafina menggeram kesal. Ucapan dan ancamannya dibalas dengan candaan. "Lo itu menyebalkan! Tadi apa kata lo? Profesional? Profesional dari mana, huh? Profesional tapi cerewet kayak admin lambe turah ck," cibirnya kesal.


"Hahaha gua cuma bercanda. Ayolah... gua sedang menghibur lo. Kenapa harus kesal sekali?"


Untuk beberapa saat hanya keheningan yang terasa, Dafina memilih menghela nafas tanpa membalas perkataan Claura. Beralih menduduki sofa single yang terletak di dekat dinding kaca lalu mendesah. Seketika Dafina teringat kejadian siang tadi yang dimana dirinya bertemu dengan Taehyung pada jam istirahat. Tanpa sadar Dafina tersenyum mengingat pertemuannya dengan Taehyung hari ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Langit dari dinding kaca besar yang tertutup tirai berwarna putih masih gelap dan menurunkan sisa air hujan yang mengguyur Paris tengah malam tadi.


Claura membuka pintu kamarnya dan menuju dapur untuk membuat makanan, namun saat berjalan menuju dapur dirinya mendengar suara lirih dari seseorang. Dengan cepat Claura melangkah menuju kamar Dafina. Sesampai di depan pintu kamar Dafina, Claura langsung membukanya. Dan benar saja gadis itu sedang meracau.


"Ma... perutku sakit," lirih Dafina tidak sadar.


Claura mengerutkan kening. Melangkahkan kaki lebih dekat, berniat membangunkan Dafina namun tangannya tertahan di udara. Ia tidak tega membangunkannya jam segini namun di sisi lain Claura juga tidak bisa melihat Dafina meringis kesakitan. Claura tahu kenapa Dafina meracau seperti itu dikarenakan gadis itu memang sering merasa sakit di perutnya setelah menstruasi.


"Kapan perutku berhenti sakit Tuhan. Aku udah gak tahan hiks." Dafina kembali meracau sambil memegang perut.


"Dimana yang sakit?" tanya Claura pelan.


Dafina tidak menjawab pertanyaan Claura, ia terus meringis kesakitan.


"Disini?" Claura mengarahkan telapak tangan ke perut Dafina dan Dafina mengangguk dalam tidurnya.


Setelah itu Claura mengambil minyak kayu putih dan mengoleskan pada perut Dafina. Claura juga mengelus-elus perut Dafina pelan.


"Lo akan sembuh jadi tidurlah lagi..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...