
Di kamar Dafina menyeka air matanya yang terus mengalir keluar, ia sudah menangis selama satu jam. Dia sedang mood untuk keluar dari dorm, untungnya hari ini tidak ada pekerjaan yang dilakukan.
Semuanya terasa seperti mimpi. Dafina masih tidak percaya bahwa Prince berkata seperti itu kemarin malam. Gadis itu tanpa sadar menangis lagi jika mengingat perkataan yang dilontarkan dari kekasihnya, mungkin sudah menjadi mantan kekasihnya.
Dafina rindu semua moment bersama Prince dan Arabella. Walaupun Arabella bukan anak kandungnya tetapi dirinya sudah menyayangi anak itu seperti anak kandungnya sendiri. Jika dirinya masih bersama Prince, mungkin saja saat ini Prince dan Arabella akan datang lalu mereka akan pergi bersama layaknya keluarga bahagia. Tapi sekarang, itu semua hanya kenangan saja.
Dafina mengerjap ketika sebuah pelukan datang. Gadis itu melirik ke arah Sooya yang sedang memeluknya.
"Don't cry anymore dear."
"I'm not crying, eonnie," alibi Dafina.
"Onnihante gojinmalhamyon an dwae, Dapina." Sooya memegang kedua pundak gadis itu sambil menggelengkan kepala.
(Kamu sedang tidak bisa berbohong kepada eonnie, Dafina.)
"Ije ssitkko sesuhago ot garaipkko onniga nagaryogo haneunde."
(Sekarang kamu mandi, cuci muka, lalu berganti baju karena eonnie mau ngajak kamu ke luar.)
Dafina menatap Sooya setelah itu menggeleng. "I'm not in the mood to go out eonnie."
(Aku sedang tidak ingin keluar eonnie.)
"Hajiman antakkapkkedo onnineun jigeum gojoldanghago itjji ansseumnida," ucap Sooya bangun dari duduknya lalu menarik Dafina untuk bangun.
(Namun sayangnya saat ini eonnie tidak menerima penolakan).
Sooya menarik Dafina untuk masuk ke dalam mandi sementara dirinya menyiapkan pakaian yang akan dipakai oleh adiknya itu. Setelah menemukan pakaian yang akan dipakai oleh Dafina, Sooya mengetuk pintu kamar mandi yang dibukakan oleh Dafina.
"Ittaga igo ssoyo, onniga uri sanchaekal ttae ibeul oseul junbihaessoyo." Sooya menyerahkan setumpuk pakaian ke tangan Dafina setelah itu ia menutup kembali pintu kamar mandi.
(Nanti pakai ini ya, eonnie udah menyiapkan pakaian yang akan kamu kenakan untuk kita jalan-jalan keluar.)
Dafina berdiri di depan Sooya setelah selesai memakai pakaian yang dipilihkan olehnya. Dafina memakai kaos berwarna kuning, jaket kulit hitam yang mengkilap, celana panjang berwarna hitam.
"Now it's time for you to dress up. Eonnie will change you today." Sooya menarik tangan Dafina untuk duduk di bangku rias setelah itu dirinya memulai membuat riasan di wajah Dafina.
"Finish. Ije geuman gapssida." Sooya meraih tangan Dafina dengan semangat. Menarik gadis itu keluar dari dorm. Tidak lupa setelah berpamitan kepada member lain.
(Selesai. Ayo sekarang kita pergi.)
Sepanjang perjalanan Dafina tidak terlihat bersemangat padahal jalanan ramai dengan para pejalan kaki, pengendara lainnya, lampu-lampu lalu lintas. Dafina mendongak menatap langit, banyak bintang yang bertaburan disana serta bulan yang selalu setia menemani mereka.
"Onni odi ga?" tanya Dafina.
(Eonnie ini mau kemana?)
"Onnineun jagihante mal an hal goya," sahut Sooya.
(Eonnie tidak akan memberitahu dirimu).
Dafina berdecak sebal karena tidak mendapat jawaban dari pertanyaan.
"Odiro galkkayo?" tanya Dafina kepada sopir pribadi yang mengantarkan mereka berdua.
(Pak, kita mau kemana ya?)
"Dainaaga odiro ganeunji malsseumdeuriji motae jwesonghamnida."
(Saya minta maaf Dafina-ah tidak bisa memberitahu tujuannya kemana.)
Hampir satu jam mereka menempuh perjalanan dengan menggunakan mobil. Mobil yang mereka naikin berhenti di suatu salah satu taman yang terkenal akan indahnya suasana malam hari.
Dafina dan Sooya keluar dari mobil dan masuk ke taman tersebut. Mereka berdua sedang berada di Naksan Park. Naksan Park bisa menjadi salah satu pilihan untuk melihat indahnya Kota Seoul di malam hari. Karena letaknya yang ada di dataran tinggi, tepatnya di Gunung Naksan, kamu bisa puas melihat cantiknya cahaya lampu serta gedung-gedung tinggi dari sini.
Beberapa drama yang menunjukkan keindahan Naksan Park antara lain Radio Romace, Because It's My First Life, dan Strong Woman Do Bong Soon. Karena suasananya yang menenangkan, kamu bisa nih jalan-jalan romantis bareng pasangan sambil melihat pemandangan kota di malam hari nan cantik.
Mereka berdua menaiki jalan setampak yang mengarah ke bukit. Bisa dilihat bahwa pemandangan Naksan Park sangat indah di malam hari terutama, para pengunjung bisa melihat pemandangan kota Seoul dari atas.
"Johiga olrawanneundeyo, jigeum i jarieso keuge sori jireusimyon dwemnida yorobundeure gamsongeul purojusimyon dwemnida. Gamjongi pulrimyon onniga jagi yaegi deureul junbiga dwaeisso," ucap Sooya menepuk pundak kiri Dafina sebelum meninggalkan gadis itu sendirian di sana untuk menenangkan diri.
(Kita sudah sampai di atas, sekarang kamu bisa teriak sekeras-kerasnya disini untuk melampiaskan emosi yang ada di dirimu. Jika emosi kamu sudah baik, eonnie siap untuk mendengar cerita kamu sayang).
"Hatiku saki saat kamu mengatakan anggap saja kita tidak pernah bertemu, itu sakit Prince...sakit." Dafina memegang dadanya yang terasa sakit. Ia mengeluarkan air matanya.
"Asal kamu tahu, aku sangat menyayangimu dan Ara melebihi diriku sendiri. Walaupun Ara bukan anak kandung dari kita berdua tetapi aku sudah menganggapnya sebagai anakku sendiri!"
"AKU TAU KAMU SEDANG KESAL DAN EMOSI SEDANG TIDAK STABIL, TAPI KENAPA SAAT EMOSI KAMU SEDANG TIDAK STABIL KAMU MALAH MENGAMBIL SEBUAH KEPUTUSAN?! KENAPA PRINCE?!" Dafina berteriak kencang.
"Hiks, untuk kedua kalinya gue ditinggalkan orang yang gue sayangi. Pertama Devano sekarang Prince." Dafina tersenyum kecut.
"Jika gue tidak ditakdirkan mendapatkan cinta, tapi kenapa Tuhan memberikan aku sebuah perasaan? Kenapa?!"
Ia mendudukkan dirinya ke bawah sambil mendekatkan jidatnya di atas kedua lengannya. Gadis itu menangis.
"Gue lelah," gumamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu hari, dua hari, tiga hari, empat hari...seminggu, Dafina berusaha keras untuk melupakan sosok pria yang membuatnya akan menangis jika mengingat malam itu. Sejauh ini usahanya berhasil, Dafina sudah tidak mengingat pria itu dan lebih memfokuskan kepada karir serta penggemarnya.
Dafina memurar-mutari sedotan di dalam gelas kaca besarnya. Gelas kaca yang berisi milkshake vanilla itu tampak berputar. Dafina menganggukkan kepalanya setuju dengan konsep debut solo dari Rouse yang bertemakan Earth Queen atau bahasa Indonesianya adalah Ratu Bumi.
Dalam konsep debut solo dari Rouse akan bertemakan Earth Queen. Tema tersebut bukan tema sembarangan yang asal dibuat melainkan tema tersebut menggambarkan Rouse di The Queen.
The Queen terdiri dari empat member dan setiap member merupakan seorang Ratu atau Queen. Rouse merupakan Earth Queen (Ratu Bumi), Zennie merupakan Sea Queen (Ratu Laut), Sooya merupakan Queen of the sky (Ratu Langit), dan Dafina merupakan Queen of The Universe (Ratu alam semesta).
"Solro debwireul apttugo gwengjanghi gidaega dweneunde," celetuk Rouse setelah beberapa saat duduk di hadapan Sooya.
(Aku sudah sangat tidak sabar untuk pembuatan debut solo ku ini).
"Johido gidaedwaeyo onni. Amuteun onni solro debwineun jalhaeyaji! Yuhyohan toron bonho!" seru Sooya semangat.
(Kami juga sudah tidak sabar eonnie. Pokoknya debut solo eonnie harus bagus! Valid no debat!)
"Gomawo. Chot solro debwi ttae eumak jangneu gasa anmu sonjonge kkok chamyohagetsseumnida," ucap Rouse tersenyum.
(Terimakasih semuanya. Dalam debut solo pertamaku nanti pastinya aku akan mengambil partisipasi dalam pemilihan genre musik, lyrics, dan koreografi).
"Onniga solro debwireul hal ttae otton jujereul taekal goeyo?" tanya Zennie penasaran.
(Eonnie akan mengambil tema seperti apa untuk debut solo nanti?)
"Yowang aneso naega jigue yowangigi ttaemune, najunge onniga gajogal juje konsepteuneun jigue daehan jujeimnida. Myujikppidio tijoeneun jiguga choeum mandeurojin hwansange jangmyon bu geeureum geurigo yojonhi jiguro deuroganeun yojomi damgyo isseul gosimnida." Rose mengungkapkan keinginannya.
(Karena dalam The Queen diriku merupakan Ratu Bumi, maka konsep tema yang akan unnie bawa nanti pastinya akan menayangkan tema tentang bumi. Di dalam MV teaser nanti bakal ada memunculkan scene layaknya fantasi yang dimana bumi pertama kali dibuat, kekayaan, kemalasan, intinya yang masih masuk ke dalam bumi.)
"Onniga solro debwi taiteureul mwolro jonghal goeyo?" Kali ini Dafina bertanya.
(Eonnie akan mengambil judul apa untuk debut solo ini?)
Rouse tersenyum sambil menggeleng. "For now I haven't found the right name for my solo debut."
(Untuk saat ini belum menemukan nama yang pas untuk debut solo ku.)
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...