
"Iron rujeu onni! Onnineun wae geu gwajareul da gajigo watjji? Onni gogiso palraeyo?"
(Ya ampun unnie Rouse! Ngapain unnie bawa semua cemilan itu? Unnie mau jualan di sana?)
Zennie melongo melihat Rouse memasukkan semua cemilan ke dalam paper bag. Padahal mereka di sana tidak selamanya.
Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, dua hari setelah tiba di Korea, mereka berempat akan tinggal di Istana yang diberikan oleh Prince.
Rouse terkekeh geli. "Gwaja da chaenggyowado maditjji an mogeumyon akkamne. Gedaga urineun modeun wanggungeso salgo sipsseumnida. Onnineun buoki odinneunji jangdamhaneunde geuge nareul buokeuro gorogal su itkke haejunda," ujarnya.
(Bagus dong bawa semua cemilan biar gak kadaluwarsa, sayang kalau gak di makan hehe. Apalagi kita mau tinggal di sana, di semua Istana yang sangat megah. Unnie jamin pasti letak dapurnya sangat jauh dan itu membuat diriku males berjalan ke dapur).
Zennie meringis mendengar ucapan unnie-nya, tapi ada benarnya juga yang dibilang oleh Rouse. Pasti letak dapurnya sangat jauh.
"Geurae jaja naeil neutjji malgo. Wangjanimeul gidarige haneun gon jochi anayo."
(Ya sudah ayo tidur, biar besok gak telat ke sana. Gak enak membuat Prince menunggu.)
Rouse mengangguk setuju dengan perkataan Zennie. Ia segera menyudahi mengemasi barang-barangnya lalu beranjak untuk istirahat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suara alarm jam berbunyi membuat Dafina yang sedang tidur nyenyak harus terganggu karena bunyinya.
"Eng...unnie tolong matiin alarmnya," ucap Dafina dengan mata masih terpenjam.
Dafina meraba tangannya ke nakas yang berada di samping tempat tidurnya. Gadis itu mengambil alarmnya dan menatap jarum jamnya yang menunjukkan pukul 12 siang waktu Korea Selatan.
"Anjir udah jam dua belas siang aja, mana ada janji jam satu sore lagi." Dengan cepat Dafina berjalan menuju kamar mandi untuk mandi.
Setelah selesai mandi, Dafina berjalan ke arah lemari pakaian untuk mengambil bajunya. Dengan cepat Dafina mengganti bajunya mengingat sebentar lagi mereka akan pergi.
Dafina hanya memakai Slim Cropped Blazer, Rounded Hem Two-Piece Suit Set black / XS, sepatu Nike berwarna putih bersih, tas kecil, dan kalung yang melingkar pada lehernya.
Setelah memakai pakaiannya, Dafiina berjalan ke meja rias untuk memoleskan skincare dan make up. Dafina menatap pantulan cermin untuk melihat penampilannya. Setelah merasa bahwa penampilannya sudah sempurna, Dafina keluar dari kamarnya dan menghampiri ketiga unnie-nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mobil yang dinaikin oleh mereka berenam berhenti di depan gedung megah. Mereka semua keluar dari mobil. Beberapa orang berseragam langsung memberikan hormat. Dafina, Rouse, Zennie, Sooya yang melihat itu hanya tersenyum kaku sedangkan Prince dan Ara hanya menatap ke arah orang-orang itu.
"Come on inside," ujar Prince yang berjalan terlebih dahulu.
Sesampai di pintu masuk, langkah mereka dihentikan oleh seorang wanita paruh baya yang menundukkan kepalanya.
"Sir, the main mansion is ready."
(Sir, mansion utama sudah siap.)
"Oke."
Hanya satu kata yang dilontarkan oleh Prince. Pria itu menggendong Ara di sebelah kanan sedangkan tangan kirinya menggenggam tangan Dafina.
Mereka melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda beberapa saat yang lalu. Dafina, Rouse, Sooya, Zennie berdecak kagum melihat interior dari gedung itu.
Prince mendorong pintu kaca yang terhubung dengan sebuah taman di seberangnya. Mereka menuruni anak tangga satu persatu setelah itu mereka menaiki anak tangga lagi yang terletak di samping.
"Prince, you said the mansion is behind the building. But this is not a mansion but a garden." Dafina memperhatikan sekelilingnya yang terdapat banyak rumput, air mancur, pepohonan, bunga. Lalu dimana mansionnya? Ia tidak bisa melihat mansionnya.
(Prince, kata kamu mansionnya berada di belakang gedung itu. Tapi ini bukan mansion melainkan sebuah taman.)
"I never lie baby. It's true that the main mansion is behind the building but I'm not saying that the mansion is located right after the main building," jelas Prince.
(Saya tidak pernah berbohong sayang. Memang benar mansion utama berada di belakang gedung tapi saya tidak bilang bahwa mansionnya terletak persis setelah gedung utama).
"The mansion is indeed located behind the building but more precisely after this park," lanjutnya.
(Mansion memang terletak di belakang gedung tapi lebih tepatnya setelah taman ini).
"HAH?!"
Rouse, Dafina, Zennie, Sooya kaget saat mendengarnya bahwa mansion utama terletak setelah taman yang luas ini? Mereka menggelengkan kepala secara kompak tidak percaya bahwa jarak tempuh dari gedung utama ke mansion bisa memakan waktu setengah jam lebih jika berjalan kaki.
"Is there another fast way to the mansion without traveling a long distance?" tanya Dafina menatap kekasihnya.
(Apa ada jalan lain yang cepat menuju mansion tanpa menempuh jarak yang lama?)
"There are two gates for entry and exit. The first one we entered and the second one is in the East. the second is to the east. The gate where we entered is the gate to the building, while the gate to the east will go faster to the main mansion."
(Ada dua gerbang untuk masuk-keluar. Pertama yang tadi kita masuk dan yang kedua berada di sebelah Timur. Gerbang yang tadi tempat masuk kita merupakan gerbang untuk ke gedung, sedangkan gerbang yang berada di sebelah Timur akan lebih cepat menuju mansion utama.)
"Then why did you enter from the south gate instead of the east??" Dafina berkacak pinggang. Dirinya dibuat kesal oleh pria itu.
(Lalu kenapa kamu malah masuk dari gerbang Selatan bukan Timur??)
"I did it on purpose so that you can see and know the ins and outs of this Palace. At the same time asking you to exercise indirectly," jawabnya dengan nada santai tanpa ada rasa bersalah satu pun.
"If it's like this every day without doing sports, you can already be thin and healthy," ujar Sooya.
(Kalau kaya gini setiap hari mah tanpa melakukan olahraga udah bisa kurus dan sehat.)
"Healthy is healthy but our bodies will be crushed every day," gerutu Zennie.
(Sehat sih sehat tapi nanti badan kita pada remuk setiap hari).
"Let's continue so we can quickly get to the main mansion."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sebulan sudah berlalu, yang berarti sudah sebulan Dafina, Rouse, Sooya, dan Zennie menempati istana yang diberikan oleh Prince kepada Dafina itu. Walaupun terkadang mereka masih balik ke dorm karena untuk meeting, bahas come back, atau mengambil keperluan lainnya.
Saat ini mereka berempat dengan ditemani oleh Prince dan Arabella sedang berada di supermarket untuk berbelanja. Rouse, Sooya, dan Zennie mendorong troli mereka masing-masing, sedangkan troli punya Dafina di dorong oleh Prince dengan keberadaan yang Arabella menaiki troli tersebut.
Penampilan mereka berenam terlihat mempesona terlebih lagi dengan penampilan Prince yang membuat para kaum hawa menjerit tertahan dan bahkan ada yang menggoda secara terang-terangan.
Pria itu memakai celana jeans abu-abu, kaos biasa berwarna abu-abu, serta kemeja warna putih yang dimana kancing atasnya dibiarkan terbuka sehingga terlihat kaos abu-abunya, dan terakhir pria itu memakai jas berwarna hitam yang menambah kesan cool terhadap dirinya.
Sedangkan Rouse, Sooya, Zennie, dan Dafina memakai pakaian casual remaja dengan warna yang serasi antara mereka berempat. Rouse memakai Fall Girl School 80s vintage grunge KPop manga outfit clothes ideas summer woman highschool.
Sedangkan Zennie memakai Summer Girl Korean Anime 2020 skinny outfit K-Pop teens birthday classy 2020 inspire soft clothing.
Lalu pakaian yang dikenakan oleh Sooya hampir sama dengan yang dikenakan oleh Zennie. Namun yang dibedakan hanya sedikit perbedaan. Rok Zennie ada sedikit robekan di sebelah kanan sedangkan Sooya tidak ada. Lalu dari segi pakaian atas yang membedakan adalah Zennie berlengan pending dan Sooya berlengan panjang.
Dafina memakai pakaian classy yang atasan berwarna putih dengan dihiasin perhiasan yang menjuntai ke bawah lalu memakai rok mini berwarna hitam.
Jangan lupakan si kecil yang dengan gaya penampilannya yang memukai di umurnya yang masih kecil. Ara memakai pakaian biasa dengan rok mini berwarna abu-abu dengan sedikit beserta sepatu sneakers dari street beat kids.
Rouse, Sooya, dan Zennie pergi ke lorong yang bagian snack-snack sedangkan Dafina, Prince, Ara di bagian bahan-bahan dapur. Dafina memperhatikan lorong yang dipenuhi bahan-bahan dapur itu. Dafina mengambil semua keperluan dapur yang dibutuhkan untuk selama sebulan.
Dafina sangat risih dengan orang-orang di lorong tersebut yang secara terang-terangan maupun tidak melirik bahkan ada yang sengaja mencari perhatian pada pria yang di sampingnya. Dan lebih kesalnya lagi adalah Prince dengan sengaja membalas atau menyapa mereka semua. Menyebalkan!!
Plak
Dafina menampar lengan Prince, sedari tadi dirinya terganggu dengan teriakan para kaum hawa yang semakin lama semakin menjerit melihat Prince yang membalas, menyapa, atau bahkan sengaja mencari perhatian.
"Kenapa sih honey??" bisik Prince pelan.
"Gak usah alay Tuan Prince Charming De Luca Mackenzie! Gak usah tebar pesona, pesona mu jelek jadi jangan tebar-tebar seakan bagus pesona mu."
Bukannya marah dengan perkataan yang dikeluarkan dari gadis yang berada di sampingnya, Prince malahan tersenyum geli.
"Prince, kamu suka ikan kaleng gak?"
"Suka sayang..."
"Ok." Dafina mengambil sepuluh ikan kaleng ke dalam troli miliknya.
"Kalau daging kamu suka gak?"
"Suka kok."
"Beneran gak? Jangan asal suka-suka aja."
"Iya sayang ku cinta ku cantik ku. Aku suka semua daging-dagingan sayang."
"Berarti kamu suka daging Anaconda dong?"
"Gak begitu juga konsepnya." Prince mengelus dadanya.
Semua bahan dapur dan kebutuhan mereka sudah terpenuhi. Prince mendorong troli belanja menuju kasir. Prince membuka dompetnya dan memberikan satu kartu ATM berwarna gold kepada Dafina.
"Ini buat apa Prince?" tanya Dafina menatap kartu ATM yang berada di tangannya.
"Untuk membayar semua belanjaan."
"Ih gak usah, aku mampu membayar semua belanjaan ini," tolak Dafina mengembalikan kartu ATM tersebut kepemiliknya.
Prince mengembalikan kartu ATM-nya ke tangan Dafina. "Saya tidak menerima penolakan nyonya. Cepat pakai habis itu kita langsung pulang ke istana." Pria itu pergi dari sana dan menunggu di bangku yang berada diseberang kasir.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...