TWINLING SHIN [BOOK 1]

TWINLING SHIN [BOOK 1]
Episode 8



“Kau tau menurut rumor yang ku dengat dari para murit sekolahan guru yang adalah seorang pembantai yang kejam dikatakan dia perna membunuh muritnya sendiri dan bahkan dia tega membunuh adiknya. ” Carles atau biasa di panggil Hawk itu menjelaskan panjang lebar kepada Luis.


“Benarkah itu aku tidak perna mendengar rumor seperti itu. ” Luis sedikit tidak percaya dengan rumor tersebut.


“Um kau benar juga aku rasa rumor itu sedikit di buat-buat oleh pihak sekolah. ” Hawk merasa juga ada yang sedikit tidak beres, um ah perkenalkan nama ku Carles biasa mereka memangilku Hawk entah mereka dapat dari mana nama tersebut aku jugamerasa heran. ” Hawk berbisik sambil mengulurkan tanganya kepada Luis.


“Perkenalkan juga namaku Luis dan yang di sana adalah kakak ku Luena kami anak kembar. ” Luis memperkenalkan dirinya juga sambil berbisik kepada Hawk dan juga mengengam tanganya.


“Oh jadi dia kakak mu dia hebat mau menantang si Leonard itu. ” Hawk berbicara dan melirik tidak suka ke arah Leonard .


“Hei ada apa dengan ekspresimu itu?. ” Luis merasa tergangu dengan ekspresi si Hawk kepada Leonard .


“Oh kau tidak tau ya. ” Hawk bertanya balik kepada Luis.


“Tau apa?. ” Luis pun bertanya kembali.


“Saat tahun lalu dia membuli banyak murit di perguruan dan dia sangat menguasai kelas. ” Hawk menjelaskan kepada Luis tentang Leonard apa yang dia lakukan kepada murit lain tahun lalu hinga mereka tidak berani melawan.


“Eh benarkah itu dia kejam sekali. ” Luis dengan ekspresi serius menhayati cerita Hawk.


“Yah dan kau tau banyak rumor mengatakan bahwa dia adalah anak haram dari keluarga Liu dan dia besarkan di sana karena ayahnya menganti atas kepergian ibunya."


“Apa masih ada yang mau bebrbicara. ” saat Luis ingiin melanjutkan katanya tiba-tiba sang guru langsung bebicara Luis kembali keposisi duduk nya semula.


“Tidak guru!. ” seluru kelas berbicara menjawap gurunya.


“Baiklah kalau begitu, kalian semua pasti memiliki kekuatan roh yang berbeda bukan?. ” sang guru bertanya sambil berjalan mengelilingi ruangan, dan itu membuat para murit keringat dingin dalam seketika.


“Ya guru. ” semua murit kembali menjawap, gurunya masih berjalan dan menatap setiap murit satu per satu.


“Baiklah kalau begitu kita akan mulai pembelajaran pertama kalian!. ” sang guru kembali ke depan kelas dan akan memulai pembelajaran pertama.


“Kalian semua ikut aku!. ” sang guru beranjak dari depan kelas dan keluar para murit yang merasa heranpun hanya mengikuti perin ta h sang guru da mengikutinya dari belakang.


Seluru murit sudah keringat dingin dan mereka tidak tau pelajaran apayang akan mereka lakukan karena itu tidak ada di dalam jatwal pembelajaran.


“Eh tidak aku juga tidak tau. ” Luenahanya menjawap seadanya yang dia tau.


“Mungkin saja kita akan menjadi umpan untuk para si luman yang kelaparan di luar sana atau mungkin saja saat kita gagal dalam tes guru akan memengal kepala kita semua. ” murit perempuan itu berbicara dengan aura dan ekspresi wajah yang menakutkan.


‘Ya ampun liar sekali pikiran orang ini’ Liena berbicara di dalam hati, dan tak tau harus berbicara apa kepada murit perempuan tersebut.


( SEKILAS INFO AUTHOR: eh hai semua gimana ceritanya tadi pas saya bilang memegang tangan itu bukan yang kya gituan ya pokonya ni novel bukan genre yaoi jangan salah paham)


.


.


.


.


.


Ok SAMPAI SINI DULU YA....


JANGAN HANYA NUMPANG LEWAT AJA AKU NGAK BUAT NI CERITA HANYA UNTUK PAJANGGAN...... :3



JANGAN LUPA LIKE_(\ /)_(O_O)_>BYE<


_(\ /)


_(O_O)


_>BYE<