TWINLING SHIN [BOOK 1]

TWINLING SHIN [BOOK 1]
Episode 49



“Ayo kita kesana untuk melihat apa yang terjadi. ” orang yang sedari episode itu sedang mmementau dari atas bukit itu tidak lain bernama Lorenzo, dia adalah sakte gelap yang berdiri di bawah pemerintahan para petinggi gerbang timur.


“Baik tuan!. ” kemudian para bawahan yang di pimpin oleh Lorenzo akhirnya bergerak juga setelah menunggu lama.


“AAAAAAAAHHHHHHH!. ” Wen yang masih tidak terkendali itu seperti sedang kesakitan,Aswen yang sedang melihat itu seperti sangat kasihan dengan Wen karena dia tidak bisa berbuat apa- apa setiap kali dia mau mendekat ke arah Wen, Wen selalu saja menyerang nya jadi Aswen .


“Wen!. ” Yang kemudian sampai di sana dia melihat wen yang tidak seperti biasa.


“huh!. ” Wen seperti sedang dalam kondisi yang tidak sadar, dan itu terlihat sangat aneh warna matanya berubah menjadi hitam pekat dan rambutnya juga sama.


“Apa yang terjadi padamu Wen?. ” Yang kemudian mendekati ke arah wen tapi saat Yang mau mendekati ke arah Wen ,Wen tiba- tiba saja menyerang Yang hinga tangan Yang tergores dan berdarah.


“Yang apa kau baik- baik saja?. ” Aswen yang melihat itu kemudian mendekat ke arah Yang, yang sedang terluka.


“Di mana Ji Han?. ”Aswen bertanya kepada Yang.


“Eh aku melupakannya sepertinya kau meninggalkannya yang sedang pingsan. ” Yang menjelaskan dengan wajah yang santai seolah- olah Ji Han itu tidak ada apa- apanya di matanya sebagai teman bisa di bilang Ji Han itu seperti teman biasa melainkan Wen yang di angap sebagai teman yang spesial.


“Astaga bagaimana mungkin kau meninggalkan orang yang sedang pingsan. ” Aswen kemudian kebinggungan dengan apa yang terjadi.


“HYAAAAA!. ” saat mereka berdua tengah berbicara tiba- tiba Wen menyerang mereka berdua.


“Aaaahhhhh!. ” seketika sebelum Wen menyerang mereka berdua berteriak seperti seorang gadis kecil yang sedang ketakutan.


“Berhenti bersikap penakut kalian berdua sudah ketularan virus alaynya si Ji Han!. ” Lan CI langsung memukul kepala mereka berdua yang seperti sedang berpelukan dan berteriak, dan kemudian langsung diam seketika.


“Maaf cici. ” mereka berdua hanya terdiam seketika karena tidak mau berurusan lebih panjang dengan Lan CI jika dia marah kalian pasti tau bukan.


“Berhenti berbicara kita punya masalah yang serius di sini kalian tau!. ” Lan Ci yang sedari tadi mengawasi tingkah laku mereka berempat itu memang sangat melelahkan.


“Jadi apa yang akan kita lakukan Wen sangat tidak bisa terkontrol dan selalu menyerang kita. ” Aswen berjata keopada Lan CI yang sedang berfikir.


“Menyebalkan sekali jika kita tidak bisa melakukannya dengan cara halus maka kita harus melakukannya dengan cara yang kasar!. ” sebelum Lan Ci selesai bicara dia langsung saja menghadapkan tinjunya kepada Wen yang sedang tidak dalam emosi yang stabil.


“Tunggu dulu kita tidak bisa melakukan itu!. ” saat sedikit lagi pukulan Lan Ci mengenai Wen, Ji Han langsung adatang dan mnghentikanya dengan cepat.


“Kau tidak emngerti jika kita tidak menghentikannya dia akan melakukan amasalah yang sangat besar bagi kita semua!. ” Lan Ci berkata sambil mengepalkan tangannya yang sedang di tahan dengan Ji Han barusan.


Ok sampai di sini dulu bye.....