TWINLING SHIN [BOOK 1]

TWINLING SHIN [BOOK 1]
Episode 48



“Eh tunggu aku seperti sedang melihat ada orang yang sedang bertarung di sana. ” lan Ci yang sedang berjalan kemudian terfokus ke satu arah saat dia sedang berjalan.


“Eh apa yang mereka lakukan kenapa mereka saling bertarung, eh sepertinya itu bukan bertarung wen terus menyerang aswen tapi aswen hanya menghindar terus menerus sebaiknya aku ke sana untuk melihatnya sendiri. ” kemudian Lan CI bergegas ke sana untuk melihat apa yang terjadi.


“Yang!, Yang! Di aman kau Yang!. ” JI Han sedang mencari Yang sseperti yang sedang di usulkan Aswen kepadanya sebelum dia melarikan diri dari sana.


“Huh ada apa kau mencari ku?,dan di amna yang lainnya?. ” Yang kemudian menghampiri Ji Han yang sedang menghampiri nya dan bertanya kepada nya.


“Wen. ” Ji Han berkata nama Wen dan itu membuat Yang penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


“Huh ada apa dengan Wen cerita kepada ku!. ” Yang bertanya sambil mengocang- goncangkan tubuh Ji Han, dan Ji Han yang sedang di goncang itu kemudian pusing dan hampir pingsan karena Yang.


“Wen-dia-aneh!. ” Ji Han yang berbicara dengan patah- patah dan kemudian pingsan di tempat karena sangat pusing.


“Aneh ,Wen. ” kemudian Yang meloding beberapa menit sebelum dia sampai merespon lodingan yang ada di kepalanya dan bergegas pergi untuk melihat apa yang terjadi kepadanya, bte tuh temanya di tinggalin aja ya.


“Semoga saja tidak terjadi apa- apa kepada mu Wen. ” Yang sangat cemas sekali karena jika tidak apa yang akan terjadi Wen adalah temanya yang sanagt dia percaya dan juga di sudah mengangap Wen seperto sodara laki- laki nya sendiri.


“Aku tolong aku!. ” Wen berkata sedikit tidak jelas karena sepertisedang bergumam.


“Akhirnya tiba juga. ” orang itu yang sedang mengawasi dari atas bukit itu berkata, dan sepertinya konflik ini belum berakhir.


“Ini adalah hari kebangkitan bagi awal yang baru dan aku akan mendapatkan ke lima permata harmoni Twinling shin akan menjadi miliku hahahah!. ” orang yang sedang mengawasi dari atas bukit itu dia sudah merencanakanya sejak awal semua ini.


Dan kemudian petir bergemurun dan semuanya sangat kacau, portal itu kemudian mengeluarkan sesuatu jendral naga itu kemudian keluar dari porlat langit itu.


“Tarik cepat tarik dia masuk!. ” seniot yang masih merantai siluman yang mau kabur itu, mereka masih berusaha agar menggembalikan mereka semuanya.


“Ini akan menyulitkan!. ” dan yang lainnya juga sudah kecapean dengan semua itu.


“Xao NI sebaiknya kita membantu yang lainya terlebih dahulu lalu kita akan melanjutkan pertarungan ini lagi. ” guru Wu Chen menyarankan kepada guru Xao No yang masih terpukul dengan apa yang di lihatnya baru saja adiknya yang mati di depan matanya dan sekarang kehancuran di gerbang timur.


“Aku tidak tau apa lagi yang akan terjadi biarkanlah terjadi aku sudah sangat lelah dengan semua ini. ” guru Xao NI seperti sedang tidak bisa lagi meneruskannya di seperti sudah putus asa.


“Apa kau gila jika kau mati di sini bagaimana keadaan rakyatmu dan semua murit mu itu apa kau akan menyai- nyiakan mereka semua huh!. ” guru Wu Chen mengembalikan kepercayaan seseorang dengan membentaknya itu kebiasaanya yang paling di takuti dengan murit- murit nya itu.