TWINLING SHIN [BOOK 1]

TWINLING SHIN [BOOK 1]
Episode 29



“sampai kapan mereka begini terus” Wen dan Aswen hanya menjadi penonton dari depan.


“terakhirkali kau bersama dengan Yang dimana?” Aswen bertanya kepada Wen, Wen kemudian mengigat.


“di kolam teratai yang mempunyai air terjun dan batu di tengahnya” Wen mengatakannya dengan yang sama di pikirannya.


“bukanya itu tempat yang aku juga lewati tadi” Ji Han berkata karena dia tadi juga ada di sana.


‘astaga jadi Wen juga ada di sana’ Ji Han hanya mendiam sesaat.


“eh kau juga ada di sana Ji Han?” Aswen bertanya kepada Ji Han karena dia juga berada di tempat yang sama dan di waktu yang sama.


“kau berada di tempat yang sama waktu itu apa yang sedang kau lakukan di sana hmm!” kemudian Lan Ci juga mulai mengkritik dan menekan Ji Han.


“apa tidak apa- apa” Ji Han mulai keringat dingin karena bisa saja dia akan di tuduh jika dia juga berada di sana waktu itu.


“kenapa kau bisa ada disana?” Aswen bertanya kepada Ji Han, kenapa jadi Ji Han yang di introgasi ya ue juga terkadang binggung.


“aku hanya kebetulan sedang lewat dan kemudian aku melihat Yang sedang membuat onar itu saja” Ji Han di tatap kedua orang temanya dengan tatapan yang sanagat menekan membutnya keringat dingin.


“hmm kau tidak sedang berbohong kan?” Lan Ci sedikit tidak percaya karena sikap Ji Han yang sangat mencurigakan, mencurigakan apaan kau sendiri tatap orang kek gitu siapa yang tidak tau lah.


“kolam dengan air terjun dan juga ada batu di tengahnya, bukanya itu wilayah guru Wu Chen yang terkenal super galak dan menakutkan” Aswen berpikir karena dia sangat kenal tempat- tempat yang ada di perguruan.


“huh kau benar juga” Lan Ci hanya berkata mengikuti Aswen sedangkan JI han akhirnya bis lepas dari tekanan mereka berdua.


“ok btw di man Wen?” Ji Han bertanya kepada keduanya, melihat kekanan tidak ada melihat ke kiri tidak ada depan dan juga belakang tidak ada juga.


“kita cari dia sekarang ayo” Ji Han berkata dan kemudian pergi untuk mencari Wen ke kelas bagian selatan.


“aku juga duluan cici”Aswen juga ikut meninggalkan Lan Ci sendirian dan pergi ke kelas bagian timur.


“oi masa aku di tinggalin sendirian sih!” Lan Ci hanya heran dengan mereka berdua dan pergi menuju ke kelas utara.


“ah...ah...ah, aku mohon hentikan guru Chen!” Yang meminta guru Wu Chen untuk berhenti mencambuk punggungnya dengan alat sucinya.


“kau pantas di hukum seperti ini karena kenakalan mu itu” guru Wu Chen tidak behenti mencambuknya.


“um apakah di sini!” Wen sedang berjalan entah kemana sendirian.


“senior Lui apa kau melihat seorang pemuda dengan rambut bewarna silver panjang dengan baju bewarna biru putih ewat di sini?” Ji Han bertanya kepada senior yang menjaga gerbang selatan.


“aku tidak melihat ada siswa yang seperti itu lewat tadi, emngnya kalian kenapa?” senior yang di panggil Lui itu bertanya kepada JI Han.


“dia pergi kami bertiga sedang mencarinya begitu” Ji Han menjelaskan kepadanya.


“kakak Sou, kakak Sou!!!” Lan Ci berteriak sambil memgetuk- ngetuh pintu gerbang yang sangat tinggi itu.


“iya siapa?, oh Lan Ci ada apa kau kemari?” Sou bertanya kepada Lan Ci.


“apa kau melihat ada orang yang lewat sini?” Lan Ci tidak memberi taunya tapi hanya bertanya kepadanya.