![TWINLING SHIN [BOOK 1]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/twinling-shin--book-1-.webp)
Beberapa menit kemudian setelah berapa lama Yang menganti pakaiannya, Wen kau sabar aja terus ngak apa-apa kalau aku udah ku seret tuh orang ganti baju aja lama bener.
“Ok aku sudah siap!. ” Yang kemudian keluar dan menunjukan pesona gagah nya kepada Wen, btw kau masih angap Wen itu cewe apa cowo ue lupa alur ceritannya.
Tapi sayangnya Wen tidak terlihat terkesan sama sekali dengan Yang yang sudah berpose tampan, kok jadi ue kasihan ya sama si Yang.
“Kalau begitu ayo kita pergi!. ” Wen hanya berkata kemudian keluar dari rumah duluan, sedangkan Yang dia sangat kasihan karena tidak di pedulikan.
Kemudian mereka pergi menuju perguruan Luo untuk berguru di sana, saat di perjalan Wen hanya biasa saja beda sekali saat Yang pertama kali masuk Yang seperti anak baru masuk TK karena dia selalu bersembunyi di sela-sela temannya.
Mereka melewati pusat ibukota sebelum menuju ke tempat yang mereka tujui, karena ingin membeli beberapa pasang pakaian untuk Wen ya masa kalian tidak tau bajunnya Wen bisa di katakan tidak layak untuk di pakai.
Mereka berjalan melewatibanyak pedagang, dan khirnnya mereka sampai di toko pembuat baju langanan milik Yang.
“Bibi Mei apa kau ada di dalam?. ” Yang kemudian mencari wanita pemilik toko baju tersebut yang biasannya di panggil Mei.
“Ah, kau datang lagi ya anak muda yang tampan apa yang kau perlukan lagi di sini bibi siap membantu mu?. ” ini adalah bibi Mei nama aslinnya adalah Mei hui dia adalah wanita yang berasal dari dua kasta yang berbeda bisa di katakan belasteran, umurnnya 31 tahun dan seorang janda yang memiliki 2 orang anak suaminnya meningal saat pergi ke hutan tidak tau apa penyebabnya dia selalu di tuduh penyebab kematian suaminnya sendiri, dan sekarang dia hanya membuka usaha kecil-kecilan seperti toko baju ini.
“Ah kau ini bisa saja ya!. ” dan anehnya bibi Mei Hui termakan ucapan nya Yang, yang terkadang terdengar biasa saja menurut ku, Wen hanya menatap mereka berdua aneh.
“Bibi bisakah aku membeli baju untuk gadis ini?. ” Ying berkata di sela-sela pembicaraan langsung ke intinya, yang benar saja apa kan kataku dia masih angap Wen itu cewe bukan cowo masa ngak keliatan sih yang benar saja.
“Oh um hei Yang apa kau yakin dia cewe atau mayamu konslet?. ” bibi Mei Hui berkata kepada Yang yang asal berkata, noh lihat bibi Mei hui saja keliatan apalagi kau yang sudah semalaman bersamannya.
“Ya aku tau emang nya kenapa bibi?. ” eh udah tau toh ue pikir matannya ada debu tebalnya satu senti jadi kaga keliatan.
“Apa kau yakin mau memberikannya pakaian perempuan?. ” bibi Meu hui tidak yakin dengan apa yang dikatakan oleh Yang.
“Hanya bercanda bibi berikan aku sepasang baju pria!. ” Yang meminta bibi Mei untuk mengambilkannya sebuh baju pria yang dia minta, kemudian bibi Mei kemudian masuk untuk mencari baju eh maksudnnya pakaian yang di minta oleh Yang barusan.
Sedangkan Wen dari tadi hanya menyimak dan berdiri seperti patung tidak ada yang mempedulikan nya, eh iya lupa sama si Wen ue tadi keasikan nonton film jadi, sampai lupa sama si Wen.