![TWINLING SHIN [BOOK 1]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/twinling-shin--book-1-.webp)
“Etto tidak ada orang yang lewat akhir- akhir ini hanya kau Ci. ” Sou mengatakannya karena kelas utara hanya selalu di pakai untuk ujian tegah semester saja dan itupun hanya satu tahun sekali di gunakan.
“Ouh sayang sekali yaudah makasih kak aku pergi dulu bye. ”aku pamit dan kemudian kembali mencari Wen ke tempat lain.
“Ah baiklah bye. ” Sou kemudian kembali menutup pintu yang sangat besar itu.
“Permisi senior Ni Xe apa kau melihat orang ini lewat di sini?. ” Aswen bertanya sambil memberikan gambar Wen kepada senior penjaga gerbang tersebut, tunggu dapat dari mana tuh gambar.
“Um tidak ada orang ini lewat sini. ” senior NiXe juga tidak melihatnya, astaga kaga ada yang melihatnya juga di gerbang timur ya ampun di mana sih tuh orang dah kek cari bayi hilang aja.
“Terimakasih atas pemberitahuannya kalau begitu saya pergi dulu bye. ” Aswen berbicara dengan katang yang sangat formal amat dah sopan ye kan.
“Aku akan mengikatmu di sini semalaman dan tidak akan aku bawa masuk. ” guru Wu Chen memberi perintah dan kemudian pergi.
“Ah pungung ku sakit sekali dasar nenek tua kejam. ” Yang masih tidak ada rasa takut untuk mengejek dan jika dia harus di hukum balik bukan masalah baginya.
“Kau ini masih tidak takut sudah babak belur juga begini masih tidak mau berhenti menyerah. ” senior yang bertugas menjaga Yang itu berbicara kepada Yang.
“Yang ternyata ada di sana. ” Wen mengintip dari balik tembok yang ada lubangnya, eh kapan sampai tuh orang udah ketemu sama temanya.
“Huh!. ” Yang berbalik dan melihat ke arah Wen dia sudah tau Wen berada di sana sejak tadi dan berpura- pura tidak melihanya.
“Kemana dia ya langit sudah mulai gelap. ” Ji Han sedang berlari tampa melihat jalan.
“Eh suara ini sepertinya aku kenal seperti suara. ” Ji Han mulai mebak dan merasa tidak sing dengan suara orang yang dia tabrak.
“Cici ternyata itu kau!. ” Ji Han sedikit melebih- lebihkan ekspresinya saat melihat Lan Ci di depanya.
“Ada apa dengan ekspresi mu itu kanvret seperti sedang melihat hantu saja!!!. ” Lan Ci menendang tepat di mukanya Ji Han hinga JI Han terjatuh, oh tuhan jangan perna main- main di depan.
“Iya kau hantunya!. ” JI Han berbicara kecil dan tidak peduli Lan Ci melakukan apapun terhadapnya.
“APA!. ” Lan Ci mulai naik pitan lagi awas macan mengamuk.
“Hei apa kalian sudah menemukan Wen?. ” Aswen bertanya kepada mereka berdua saat menemui mereka di jalan.
“Um kalau aku blum Aswen. ” tiba- tiba Lan Ci berubah menjadi baik seketika, Ji Han hanya selalu terheran- heran dengan nya.
“Kalau kau Ji Han?. ” Aswen bertanya kembali kepada Ji Han yang membersihkan pakaian nya dari debu saat dia terjatuh.
“Aku belum menemukannya juga kalau sudah ketemu aku juga pasti akan memberitau kan nya kepada kalian, tapi sayangnya aku bertemu dengan hantu di jalan lalu dia memukul ku hinga jatuh. ” JI Han basa basi hinga membuat hantu yang dia maksud itu ya maksudnya Lan Ci kembali meliriknya dengan tatapan kurang menyenangkan.
“Apa kau bilang?. ” Lan Ci menatapnya dengan sangat menakutkan.