TWINLING SHIN [BOOK 1]

TWINLING SHIN [BOOK 1]
Episode 5



"Aku?, aku adalah pangeran tampan yang perna ada di seluruh negeri. " Lecelote menjawap dengan pose gaya yang sering dia tunjukan kepada pengemarnya.


Dan itu membuat Ilumi merasa jijik dengan posenya Lecelote sedangkan Kilua hanya menatap kedua orang itu ya kakaknya Ilumi dan si pengila pose Lecelote Kilua hanya diam tak ingin mengambil resiko yang akan melibatkan dirinya.


"Ku kasih tau kau yah ,jika kau ingin bergaya lebih baik pergi ke peragaan busana sana dari pada kau membuat onar yang ngak jelas di sekitar altar. " Ilumi berbicara kepada Lecelote sambil menarik kera baju Lecelote.


"Heh, kau pikir kau siapa?." Lecelote dengan pandangan merendahkan kepada Ilumi dan


"Crassss. " suara senjata.


penguguman :


Aku ngak tau bunyi senjata itu gimana yah jadi aku tulis gitu aja.


Ilumi tiba-tiba bergerak mundur dengan cepat kalau tidak dia akan mengenai pedang jiwa milik Lecelote.


Sekilas info ~~~


Cambuk angin :


- Cambuk angin dapat mngeluarkan tekanan angin yang sangat kuat.


- Cambuk ini dapat menarik inti roh angin yang lebih kuat untuk melawan musuh.


- Dan siapapun yang dapat mengenainya cambukanya luka itu pasti tidak akan sembuh kecuali dapat izin dari pemilik cambuk tersebut.


Ok kembali ke cerita~~~☆


"Hei apa-apaan kau hah. " Ilumi jengkel karena tuh orang tiba-tiba ngeluarin senjatanya.


"Hahaha cuma iseng aja sekalian mau tes kecepatan kalian para senior. " Lecelote berbicara seolah-olah bukan dia yang sengaja.


"Cih ,kau. " Ilumi langsung mengeluarkan trisulanya dan


"Ada apa ini kenapa ribut-ribut. " seorang kakek-kakek yang menghampiri mereka.


"Hah master" Ilumi dan Kilua konpak segerah memberi hormat kepada kakek tadi.


Sedangkan Lecelote hanya menatap mereka heran.


"Hahaha mangunlah anak-anak ku. " kekek yang di sebut master oleh Ilumi dan Kilua langsung menyuruh Ilumi dan Kilua bangkit dari tempatnya memberi hormat.


"Kemarilah anak ku. " kakek itu memanggil Lecelote sambil memberi isyarat tangan tangan yang sedang memanggil.


Lecelote yang melihat itu pun segera mendekat.


"Hahaha lihat aku. " kakek itu menyuruh lecelot untuk menatapnya dan Lecelote pun menatapnya.


Tiba-tiba Lecelote merasa keoalanya pusing dan tidak lama kemudian dia pingsan.


"Huh kepalaku sakit apa yang terjadi dan di manah aku?. " Lecelote pun segera mengumpulkan kesadaranya dan mencoba untuk berdiri.


"Tempat ini seperti tidak asing. " Lecelote pun menceba untuk berjalan.


"Cih apa yang orang tua itu lakukan padaku kemana dia membawaku. " Lecelote terus berbicara sendiri sepanjang jalan


"Whussssss. " (suara angin)


'Huh kenapa tiba-tiba berangin' Lecelote hanya bergumam dalam hati.


Tiba-tiba muncul sebuah mahluk roh.


Mahluk tersebut di beri nama L****otakus.


Latokus adalah sebuah mahluk seperti burung memiliki enam sayap indah bewarna hijau keputih-putihan.


Dan ukuran makhuk roh ini tidak kecil


ukuranya sama dengan anak paus remaja.


-(Yah yang aku tau pasti sih gitu hehe)-


Lecelote hanya takjup dengan apa yang dia temui ini.


Lo****takus adalah mahluk roh legendaris yang perna menjadi salah satu mate kesatria legendaris yang mempunyai inti roh Wen.


"Hai anak muda apa yang membuat mu datang ke marih. " suara Lotakus yang sedang berbicara suaranya terdengar bergema di sana.


"Ah aku juga tidak tau, saat aku bangun aku sudah berada di sini. " Lecelote menjelaskan .


.


.


.


.


.


Ok SAMPAI SINI DULU YA....


JANGAN HANYA NUMPANG LEWAT AJA AKU NGAK BUAT NI CERITA HANYA UNTUK PAJANGGAN...... :3



JANGAN LUPA LIKE_(\ /)_(O_O)_>BYE<


_(\ /)


_(O_O)


_>BYE<