TWINLING SHIN [BOOK 1]

TWINLING SHIN [BOOK 1]
Episode 17



Kemudian setelah puas tertawa mereka berbaring di rumput , sambil menatap langit.


“Hei apakah kau tau apa itu takdir?. ” Wen bertanya kepada Yang sambil masih menatap langit dengan tatapan biasa seperti sebelumnya.


“Takdir adalah sesuatu yang sudah di tentukan oleh tuhan, tapi sebenarnya aku tidak tau!. ” pertamana kali berbicara Yang mengunakan pose keten eh kenapa akhiranya jadi seperti ini.


“Heh, dasar aneh. ” sedangkan Wen hanya melihat Yang dengan wajah bingung ala-ala prince imut, kemudian Wen menatap ke arah depan, dan terlihat sedang memikirkan sesuatu.


“Hei ada apa dengan ekspresimu itu?. ” Yang bertanya kepada Wen saat melihatnya seperti kasihan.


“Tidak ada aku hanya sedikit penasaran. ” Wen berkata kepada Yang dengan suara yang sedikit di kecilkan , sedangkan Yang hanya bisa mendengar beberapa kata saja yang jelas.


Kemudia Yang ikut merenung bersama Wen juga karena ikut kebingungan, astaga kapan lanjutnya ni cerita kalau kaga ada yang mau bicara saya sebagai author ikut bingung kita jadi trio aja ya biar serasi tapi bohong.


“Matahari mulai tengelam dan hari semakin gelap, apakah kau tidak pulang?. ” Yang bertanya kepada Wen yang masih terdiam di tempatnya.


“Aku tidak punya tempat di dunia ini yang mau menerima keadaan ku. ” Wen hanya berkata tapi tidak mengangap perkataanya sendiri, seolah-olah dia sudah terbiasa dengan semua ini.


“Kau tidak punya tempat tinggal?, bagaimana jika kau ikut aku pulang. ” Yang memberikan tawaran kepada Wen untuk pulang bersama ke rumah Yang.


Ya Yang adalah anak sebatang kara ayah dan ibunya membuangnya sewaktu umur tiga tahun, dia kemudian di asuh oleh ibu angkatnya,dulu dia hanya tinggal dengan ibu angkatnya tapi karena penyakit yang di derita ibu angkatnya akhirnya ibunya sudah meningal dan sekarang hanya tinggal sendirian, dia juga berkerja untuk ke hidupanya sehari-hari.


“Pulang bersama mu?. ” Wen kemudian tiba-tiba saja langsung merespon dan kemudian berdiri.


“Ya, aku tinggal sendirian jadi itu tidak masalah. ” Yang berbicara sambil bangkit dari duduknya dan mengibas-ngibaskan bajunya yang terkena debu, dan juga ada rerumputan.


Wen hanya sedikit ragu untuk menerima tawaran ini, karena belum ada satupun orang yang baru dia temui mengajaknya pulang bersama apa lagi Wen berfikir kalau Yang hanya ingin memanfaatkanya seperti orang lain, yang perna dia temui sebelumnya dia juga perna menawarkan ajakan seperti ini.


“Kenapa apa kau pikir aku adalah orang jahat?. ” Yang berkata dengan terbuka karena dia tau, Wen pasti berfikir kalau dia adalah orang jahat, karena bisa di bilang dari penampilan ku ini ya suka memakai baju bewarna hitam membawa senjata dan juga paling suka berbicara dengan orang asing, kurang kelihatan apa coba.


“Huh, um. ” Wen hanya diam sambil berfikir dan dia sedikit kaget karena tebakan Yang itu benar dengan apa yang dia pikirkan.


Saat di jalan Wen hanya mengekor krpada Yang yang berjalan di depan sambil masih memegang tanganya Wen, agar Wen juga ikut berjalan di sebelahnya jika tidak begitu mereka pasti akan berbicara topik itu sampai gelap.


Wen dan Yang hanya berjalan tampa ada yang berbicara satu sama lainnya, sesampai di tengah jalan langit sudah lumayan gelap dan juga jarak rumah Yang itu sedikit masih agak jauh, bilang aja begitu biar lebih lama berduaan.


“WUSSS~~~. ” suara angin yang sedikit kencang, Wen merasa angin ini bukan angin biasa karena aura di sekitar mereka menjadi sedikit aneh, dan terasa sangat menakutkan.


.


.


.


.


.


Ok SAMPAI SINI DULU YA....


JANGAN HANYA NUMPANG LEWAT AJA AKU NGAK BUAT NI CERITA HANYA UNTUK PAJANGGAN...... :3



JANGAN LUPA LIKE_(\ /)_(O_O)_>BYE<


_(\ /)


_(O_O)


_>BYE<