TWINLING SHIN [BOOK 1]

TWINLING SHIN [BOOK 1]
Episode 19



“Hei mau kemana kau?. ” kemudian Yang ikut mengejarnya dan mengunakanjurus tinju besi nya yang jarang dia gunakan.


“Mau kabur jangan harap, kembali ke sini. ” Yang kemudian berlari mengejarnya, Yang menerobos pepohonan hinga tumbang dan siluman itu masih berlari dari Yang, kok ini perasaan jadi kebalik ya ceritanya heran sama otak ku ini.


Sedangkan di tempat lain.


“Bagaimana bocah masih mau melawan?. ” siluman itu sangat kuat hingga membuat Wen kelelahan melawannya.


‘Siluman ini kuat sekali’ Wen berfikir sejenak saat menatap sekitar untuk membuat suatu rencana, mengalahkan siluman itu.


“Kenapa bocah sudah menyerah. ” siluman itu hanya menyeringai sambil meremehkan Wen yang sudah kelelahan di bawah sana.


“Heh siapa yang kau pikir sudah menyerah. ” Wen kemudian bangkit dan sudah memikirkan sebuah rencana untuk menjebak siluman itu.


“Heh, kalau begitu rasakan ini!. ” siluman itu mengeluarkan bola bewarna ungu dari badannya dan akan segera melemparkanya kepada Wen, Wen kemudian menjalankan rencananya dia mengeluarkan cermin dan memantulkan cahanyannya kepada siluman itu.


“Arrk, sial cahaya apa itu?. ” siluman itu hilang kendali dan melepaskan bola ungu itu ke arah yang tidak menentu.


“BOOOOMMMMM!!!!!. ” bola kekuatan ungu itu meledak di tempat lain dan membuat efek ledakan yang sangat besar.


“Huh suara apa itu?. ” Yang mendengar suara ledakan dengan angin kencang melintas melewatinya.


Yang berbalik dan melihat sekitar Yang sedikit penasaran dengan suara ledakan tersebut, dia masih memperhatikan sekitar siapa tau siapa tau mungkin itu adalah tanda ada siluman lain yang datang.


“Hei nenek aku akan kembali kau tetap di daerah ini mengerti!. ” Yang berkata entah pada siapa karena jika dia bicara kepada siapa saja di tempat itu pasti juga siluman nenek tua itu pasti mendengarnya.


Kemudian Yang langsung bergegas pergi ke arah lain, sedangkan siluman nenek tua itu hanya bergelantungan di pohon dan kemudian pergi mengikuti Yang tampa sepengetahuannya, btw ini wanita apa nenek tua ya aku kebiasaan suka lupa karakter.


“Saatnya, HYAaa!. ” Wen menyerang tubuh siluman itu dan kemudian terpental, keadaan di sana sungguh bisa di katakan itu tempat sudah hancur banyak pohon yang tumbang, tanah yang berlubang, dan juga lainnya lah pokoknya.


“Hufff,hufff,hufff. ” Wen kelelahan melawan siluman itu begitupun dengan siluman itu yang tidak kalah kelelahan, karena perkelahian yang panjang.


Yang masih di dalam perjalanan menuju ke tempat ledakan yang dia dengar tadi dan juga dia tidak tau kalau itu berasal dari tempat Wen berada sekarang, dan siluman wanita itu juga mengikuti Yang dari belakang dan bersembunyi menjadi bayangan Yang.


“Kenapa kau masih tidak menyerah bocah?. ” siluman itu berbicara sambil terengah-engah, tapi Wen juga tidak mau mengalah jadi dia tetap bertahan.


“Wen!!!. ” Yang kemudian memanggil Wen saat dia sudah sampai di sana dia melihat Wen juga sedang melawan siluman lain di depanya.


“Huh , kemana saja kau?. ” Wen bertanya kepada Yang saat melhatnya juga, sedangkan siluman yang tadi kemudian mengambil kesempatan untuk menyerang Wen saat dia tidak memperhatikan kearahnya.


“MATI KAU BOCAH!!!. ” siluman itu mengeluarkan kukunya yang panjang untuk di gunakan sebahgai senjata.


.


.


.


.


.


Ok SAMPAI SINI DULU YA....


JANGAN HANYA NUMPANG LEWAT AJA AKU NGAK BUAT NI CERITA HANYA UNTUK PAJANGGAN...... :3



JANGAN LUPA LIKE_(\ /)_(O_O)_>BYE<


_(\ /)


_(O_O)


_>BYE<