![TWINLING SHIN [BOOK 1]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/twinling-shin--book-1-.webp)
“Uh!. ” Wen menabrak tubuh Ji Han yang berada di depannya.
“Eh kau kan. ” Ji Han kemudian melihat nya dengan sedikit terkejut karena dia bisa bertemu dengan Wen lagi.
‘Ya ampun apakah ini sebuah takdir kami bisa bertemu hanya dalam beberapa menit’ Ji Han lagi- lagi sedang bentrokan kepalanya.
“Um apa kau baik- baik saja ku rasa kau sedang demam. ” Wen kemudian menempelkan tangannya di kening Ji han untuk memastikan karena wajah merah Ji Han sangat menghawatirkan.
Dan karena tangan Wen yang menempel di kening JI Han membuatnya tampah panas dan kemudian pingsan di tempat.
“Eh apa kau baik- baik saja hei!. ” Wen kebingungan apa yang terjadi dengan Ji Han karenadia tiba- tiba saja jatuh pingsan.
“Eh lepaskan aku, lepaskan!. ” Yang tertangkap dengan senior murit dari Wu Chen.
“Kau tidak bisa kabur lagi atau aku akan memukul mu. ”
“Ampuni aku kakak cantik. ” Yang sengaja dengan merayu senior perempuan itu dia pasti akan melepaskannya, tapi usaha itu hanya sia- sia baginya karena semuah murit dari guru Wu Chen itu semuanya galak- galak dan juga sangat kejam mirip gurunya ya kan.
Kemudian salah satu guru Wu Chen melepaskan tanda peringatan ke langit untuk memberitau bahwa pembuat onar Yang telah tertangkap.
“Lapor guru, senior Ming Gui sudah berhasil menangkap Yang. ” salah satu murit dari guru Wu Chen memberitaunya.
“Huh, bagus sekali ayo berangkat!. ” guru Wu Chen yang sedang bersantai kemudian turun tangan karena ulahnya Yang, yang selalu membuat masalah untuknya.
"Baik guru!. ” semuanya kemudian pergi ke tempat semior Ming Gui menagkap yang.
“Langitnya ini kenapa seperti kamar ku. ” aku masih memperbaiki penglihatan ku yang masih kacau.
“Bangun jangan tidur terus kau pikir aku perawatmu apa!!!. ” perempuan yang sedang mengambil air kompres untuk JI Han langsung melemparkanya ke arah Ji Han hinga membuat nya basah kuyub.
“Waaah dinginnn!!!” Ji Han sambil gemetaran karena air es itu yang di siram ke arahnya.
“K-kau!”
“Apa kau- kau selalu membuat ku susah saja!.” dia adalah Lun Ci dia adalah teman lama Yang dan juga Ji Han mereka satu kelas dulu dan selalu bersama.
“E-a-ampun!. ” saat Ji Han tau kalau yang di depanya adalah Lan Ci dia langsung tidak bisa berbuat apa- apa.
‘Astaga dia masih sama seperti dulu menakutkan’ Ji Han kemudian memalingkan wajahnya dan menutupinya karena dia tidak mau menatap matanya Lan Ci.
“Ah bagaimana kabar mu Cici ku sayang?. ” Ji Han sengaja melakukan itu supaya Lan Ci tidak memperlihatkan wajah marahnya yang sangat menakutkan.
“Sayang pala kau!. ” Lan Ci melempar ember yang airnya sudah dia siram ke Ji Han barusan.
“Aduh sakitlah, bisa kau hilangkan kebiasaan mu yang suka melempar barang ke pada orang lain!. ” Ji Han sedang berdebat bersama dengan Lan Ci.
“Huh, aku mau mengatur ku apa!. ” Lan Ci juga tidak mau kalah karena jika mereka berdua bertengkar Lan Ci selalu menang perdebatan.
“Aiya. ” Ji Han sanagat takut sekarang karena Lan ci yang sudah berapi- api siap untuk melemparkan tombaknya.