TWINLING SHIN [BOOK 1]

TWINLING SHIN [BOOK 1]
Episode 31



“Ok-ok sudah- sudah berhenti bertengkar seperti anak kecil ingat umur udah pada 15 thn juga. ” Aswen memisahkan mereka berdua dan menghentikan pertengkaran yang seperti anak kecil yang bertengkar karena rebutan mainan.


“Hmmp!. ” ketuanya saling memalingkan kepala satu sama lain dan tida ingin bersama.


“Aku tidak ingin satu kelompok dengan dia!. ” Lan Ci berkata karena sakin geramnya dia kepada Ji Han.


“Baguslah kalau dia sudah mau keluar dari kelompok aku tidak perlu susah payah mengobati luka- luka ku lagi. ” Ji Han juga setuju jika Lan Ci keluar dari kelompok.


“Sudahlah kalian kapan kita bisa menemukan Wen jika kalian berdua selalu saja bertengkar setiap saat, setidaknya akurlah untuk beberapa menit. ” Aswen juga sangat kawatir jika mereka benar- benar tidak mau akur satu sama lain.


“Terserah aku tidak peduli, aku pamit permisi!. ” Lan Ci kemudian pergi dari tempat dan entah pergi kemana.


Sedangkan Ji Han hanya merasa bersalah juga karena sudah berkata begitu.


“Apa yang kaulakukan Ji Han kau seharusnya menggejarnya!. ” Aswen berkata kepada Ji Han yang hanya menatap kepergiannya Lan Ci.


Kemudian Lan Ci dan Ji Han kemudian pergi meninggalkan Aswen sendirian di sana.


“Bagaimana dengan bocah itu apa dia masih tidak mau mengakui kesalahannya. ” guru Wu Chen berkata dari dalam ruang bacanya.


“Belum guru dia hanya terus terdiam di sana. ” salah satu muris mengabarkan dari luar.


“Dasar anak yang keras kepala. ” guru Wu Chen tidak terlalu kawatir tentang itu tapi kenapa dia selalu membuat masalah di kediaman guru Wu Chen.


“Kalau bukan karena ibunya menitipkanya kedapa ku tidak akan aku ampuni. ” guru Wu Chen berkata karena dia tau kalau Yang anya sedang membuat perhatian kepada guru Wu Chen.


“Pa yang terjadi cepat laporkan ke pada guru Xao Ni!. ” kemudian salah satu murit penjaga pergi dan memberi informasi kepada guru Xao Ni, guu Xao Ni adalah guru dari wilayah perguruan timur dan sekarang sedang berada di gerbang selatan.


“Hmm sudah lama sekali ya perguruan Ling Lu, aku kembali!. ” seseorang berjuba hitam datang dan memnuat ke onaran di gerbang timur.


“Siapa kau apa mau mu datang kemari!. ” para senior penjaga kemudian mengepungnya dan bersiaga untuk menangkap pembuat onar itu.


“Heh kalian ini sama seperti dia saja menjengkelkan. ” kemudian dia mengeluarkan sesuatu dari tangannya ternyata itu adalah tombak si mata naga dari gerbang timur.


“Itu dia siapa kau sebenaarnya!. ” kemudian mereka siaga saat melihat orang itu mendekat ke salah satu senior yang meneriakinya.


“Hmm, aku adalah apa kau tidak perlu tau!!!. ” kemudian dia menusuk tepat di perut senior itu dengan tombaknya.


“Senior apa kau baik- baik saja?. ” senior lain mnecoba membantunya.


“Aku tidak apa- apa kalian tetap perhatikan gerak geriknya jangan sampai dia menghancurkan gerbang timur ini!. ” senior itu sedang terbaring lemas karena darhnya yang banyak terbuang.


“Baik senior!!!. ” sedangkan orang berjuba yang belum di ketahui namanya itu adalah mantan murit dari perguruan timur juga yang di usir dari perguruan dan sekarang sedang membalas dendamnya.


“Ck, dramatis sekali semua ini ya. ” dia kemudian kembali terbang dan menunggu saat yang tepat untuk menyerang.


Salah satu senior itu memberikan kode kepada yang lainnya dan saat menunggu waktu dan kemudian menyerangnya.