![TWINLING SHIN [BOOK 1]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/twinling-shin--book-1-.webp)
“Guru awas!. ” sebuah ledakan tepat di sana, tapi untungnya guru Wu Chen dengan Lan Ci dengan cepat menghindar dan berlindung di reruntuhan tembok gerbang timur.
“Oh akhirnya kau sudah bisa keluar dari ruangan ilusi itu ya aku pikit kau akan terdiam begitu saja dan mati di tempat karena terkena banyak serangan. ” Zai Ni berkata kepada Wu Cen saat melihatnya sudah tersadar dari alam ilusinya.
“Kita harus membantu mereka jika tidak ini akan semakin buruk. ” Yang berkata kepada Wen karena jika mereka seperti ini terus yang lain akan semakin kesusahan.
“Tapi luka mu masih belum sembuh ” Wen berkata kepda Yang, yang sedang berusaha berjalan.
“Tidak apa- apa percayakan kepada ku kita kan adalah teman jadi jangan kawatir. ” Yang bersikap kuat padahal karena tendangan dari Zai Ni dia hampir tidak bisa berdiri tapi mungkin karena dia berusaha keras jadi dia tetap menahan beban apapun yang dia lalui hinga saat ini.
“Yang!, jagalah diri mu. ” Wen berkata kepada Yang, yang sudah setengah perjalanan.
“Aku hanya bisa berharap pada mu dan yang lainnya juga kaulah teman ku satu- satu nya. ” Wen mengungkapkan hatinya yang sepi dan tidak perna mau membuka nya untuk seseorag termasuk teman sendiri dan kemudian Yang datang di hadapan nya dan merobohkan dinding itu.
“Hah-hah-hah...!. ” guru Xao NI sudah sangat kelelahan melawan Zai Ni yang masih tidak akan berhenti menyerang gerbang timur.
“Sial!, siluman macam apa mereka tidak bisa kalau tumbang itu tidak usah bangun lagi napa!. ” Ji Han melawan para siluman raksasa itu bersama dengan Aswen di sana.
“Bisa kau berhenti bicara dan melawan mereka saja ini mulai menjengkelkan!. ” Aswen juga sudah mulai sedikit kesal karena setiap kalia siluman itu di serang dia akan bangkit lagi seperti tubuh mereka di kendalikan oleh sesuatu.
“Guru akhirnya kau kembali!. ” seluru murit senior yang sedang menangani siluman yang lainnya sangat senang karena guru mereka sudah kembali seperti biasa dan siap untuk menghajar para siluman – siluman itu.
“Eh tapi guru!. ” Lan Ci yang di suruh untuk menjaga guru Wu Chen ingin menghentikannya karena jika tidak Yang pasti sangat marah kepadannya.
“Tidak perlu menjaga ku gadis kecil aku bisa menghajar mereka dalam sekali pukulan sedangkan kau duduk di sini mengerti. ” guru Wu Chen berbicara lemah lembut kepada Lan Ci sungguh aneh guru yang di kenal sebagai iblis pembantai murit ini bisa seperti itu.
Yang lain juga sangat kaget dengan semua yang mereka lihat saat ini di depan mata mereka, dan bahkan guru Xai Ni dan Zai NI juga ikut bingung karena ini pertama kaliya dia melihat kejadian langkah yang belum mereka lihat sama sekali.
“Apa kenapa kalian menatap ku seperti itu huh!. ” guru Wu Chen kemudian berubah dalam sekilas detik karena sikapnya yang baik tadi kepada Lan Ci hilang begitu saja.
PERMISI AUTHOR RESEK MAU LEWAT:
Ukhum, baiklah semuannya apa kabar sekian lama tidak berbicara dengan kalian ue kembali kesini karena semakin sepi saja ya LIKEOk semua sampai jumpa lagi bye(>0<)................
Ok semua sampai jumpa lagi bye(>0<)................