![TWINLING SHIN [BOOK 1]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/twinling-shin--book-1-.webp)
“Kalau begitu aku akan pergi lebih dulu kalian tetap bersama dan jangan sampai terpisah!. ” guru Wu Chen kemudian menambah kecepatan dan juga pergi dari gerombolan muritnya yang tertinggal.
“Baik guru!. ” semuanya mengikuti guru Wu Chen yang sudah lebih dulu pergi dan mereka masih mengekor guru Wu Chen.
“Wen kenapa kau bisa tau aku di sini?. ” Yang bertanya kepada Wen yang sedang berjalan di sampingnya.
“Aku hanya sedang berjalan lalu aku mendengar suara mu dari balik dingding pembatas dan aku memanjatnya dan bersembunyi di semak- semak. ” Wen berkata kepada Yang dengan cermat.
“Cici aku melihat ada seseorang di sana!. ” Aswen berkata kepada Lan Ci yang sedang mengikutinya berlari dari belakang dan menunjuk ke arah sana di mana tempat ada orang yang dia lihat.
“Eh apa itu yang sedang berlari ke arah kita,WEN AWAS!!!. ” saat Yang melihat ada sesuatu yang sangat cepat berlari ke arah Wen, Yang langsung menariknya.
“Ah maaf aku sepertinya terlalu cepat berlari hingga tidak melihat ke depan. ” Aswen berkata karena sekarang keplannya sedang sakit karena terbentur dengan tembok.
“ASWEN TUNGGU AKU!. ” Lan Ci berkata dari kejuhan karena dia di tinggal oleh Aswen di perjalanan tadi.
“Eh aswen cici kenapa kalian bisa ada di sini?. ” Yang berkata setelah melihat Aswen dan juga Lan ci yang berada di tempat yang sama.
“Eh Yang itu kau sudah lama sekali ya kawan tidak bertemu apa yang trjadi dengan mu, dan kenapa kau juga bisa bersama dengan Wen sekarang?. ” Aswen dengan mode cerewet on, sedangkan Lan Ci yang baru sampai ngos- ngosan seperti itu karena mengejar kecepatan Aswen.
“Ya sudah lama sekali ya, eh kau sudah berkenalan dengan Wen emang kenapa dengan Wen tadi?. ” Yang malah kembali bertannya kepada Aswen kembali.
“Kalian berdua berhenti bicara sebentar!. ” Lan Ci masih berbicara dengan nada orang yang sedang sesak nafas.
“Ah ini semua gara- gara Aswen yang berlari sangat kencang hingga aku susah mengejarnya dari belakang. ” Lan CI yang masih kecapen karena tadi.
“Ah iya maaf- maaf aku berlari sangat cepat hingga melupakan mu. ” Aswen meminta maaf kepada Lan Ci karena sudah meninggalakannnya di jalan tadi, emng nih ciri- ciri punya teman ngak ada aklak bener.
“Hmmm. ” Lan ci hanya memberi tatapan yang kurang menarik karena dia di tinggalkan tadi.
“Wen bagaimana kau bisa bersam dengan Yang tadi?. ” Lan Ci ngak mau membahasnya dan sekarang dia malah menganti topik pembicaraan.
“Ah, um. ” Wen hanya bingung mau memulai yang mana ini pusing di dala pikirannya Wen hanya ada kata ‘diam’ itu saja dan bingung dengan yang lain.
“Selamatkan diri kalian aaahhhhh!!!. ” ada seorang murit dari pakaiannnya dia sepertinya dari gerbang timur.
“Eh ada apa?. ” Aswen bertanya kepada orang itu.
“Di gerbang timur banyak siluman yang liar membuat kekacauan!. ” orang itu berlari lagi dan pergi dari mereka.
“Apa gerbang timur sedang dalam masalah ayo kita pergi, dan membantu yang lain!. ” Yang mengusulkan mereka bertiga dan kemudian pergi ke menuju gerbang timur.
Apa yang akan terjadi selanjutnya akankah Ji Han dan Lan Ci bertemu dan berbaikan atau akan ada masalah lain, kita saksikan saja episode selanjutnya......