![TWINLING SHIN [BOOK 1]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/twinling-shin--book-1-.webp)
"Di sana apa kau melihat anak itu?. "
Luena menunjuk ke arah tempat di mana anak kecil yang tadi dia liat.
"Aku tidak melihatnya kak, ada apa di sana?. " Luis heran dengan tingkah laku kakak nya.
"WAAAAAARRRRRRKKKKKK!!!. "
"KAKAK AWAS!!!. "
"BRUUUUUKKKKKKK. "
'Huh apa yg terjadi kenapa tadi tubuh ku seperti terdiam' Luena kaget dan dia melihat orang yang menyelamatkanya adalah Olius.
"Apa kau baik-baik saja?. "
"Ah, iya aku tidak apa-apa. "
Luena terbangun dari lamunannya karena dia masih binggung dengan apa yang terjadi.
Siluman yang masih mengamuk itu belum bisa di hentikan, dan Luena berfikir ada hubunganya dengan anak kecil tersebut.
Dan guru itu terlihat tenang melihat kekacauan ini dan tidak panik ataupun khawatir, sedangkan kedua kakak senior itu sedang mengurus siluman yang mengamuk tersebut.
"Kakak kau membuat ku takut kau tau itu. "
"Bukan waktunya untuk berbicara Luis di mana teman mu yang bernama Hawk itu?. " Luena punya sebuah rencana untuk mengatasi siluman tersebut karena dia merasa ada suatu kejangalan pada pelajaran yang di maksud ini.
"Hawk tadi dia berlari kesana. " Luis menunjuk kearah di mana Hawk pergi tadi.
"Olius kau ikut aku!!!. "
"Eeeeeehhhhh!. "
Luena dengan kecepat kilat menarik tangan Olius dengan kuat, Luis yang melihar itu hanya mandang aneh.
Kemudian dengan jurus yang Olius punya untuk terbang seperti Hawk, ya karena Olius punya kekuatan untuk meniru seseorang dengan kekuatanya itu, Luena naik di punggung Olius selagi Olius berubah menjadi burung phonix.(tapi versi kawe_<")
'Astaga apa yang kali ini dia lakukan' Olius hanya berbicara dalam hati karena dia sudah bisa mencium bau firasat buruk pada dirinya ini.
'Anak itu bertindak lebih cepat dari yang lain, dan aku tidak membayangkan dia mengunakan temanya sebagai trasportasinya itu lebih aneh dari yang ku pikirkan' guru tua itu melihat Luena dan memperhatikan apa yang akan Luena lakukan untuk menghentikan siluman yang mengamuk itu.
"Baiklah Olius bisa kau dekatkan aku dengan bagian kepala siluman itu?. "
"Apa kau ingin aku mendekatinya itu sama saja kau ingin tamat lebih cepat!. "
"Berhenti basah basi cepat lakukan apa yang aku katakan. " Luena mengatur Olius, dan Olius pasrah dengan semuanya dia selalu berfikir kenapa dia selalu mendapat teman seperti ini di dalam hidupnya.
"WAAAAARRRRRKKKK. " Siluman itu masih mengamuk tidak terkendali, senior Xiamian dengan bola elastisnya mencoba mengalikan perhatianya agar dia tidak pergi ke arah yang salah.
Dan senior ... dengan jam waktunya juga membantu Xiamian agar tidak pergi mengejar para murit yang sedang panik berlarian.
"Huh pergi kau siluman sialan. "
Suara ledakan tepat mengenai punggung siluman tersebut, tapi bukan nya membuat keadaan membaik membuat siluman tersebut semakin membuat siluman tersebut marah dan semakin mengamuk.
"Hei apa yang kau lakukan bodoh lihat apa yang telah kau perbuat. " salah satu murit memarahi orang itu karena apa yang dia perbuat semakin memper buruk keadaan.
"Aku,aku!. " orang itu sedikit tegagap karena takut.
"Luena apa yang kita lakukan siluman itu tambak mengamuk. "
"Sial dia membuat siluman itu tambah hilang kontrol. " Luena juga binggung harus berbuat apa karena idenya telah gagal karena siluman itu semakin mengamuk.
"Apa sebaiknya kita mundur untuk sementara?. "
"Baiklah kita mundur dulu. " Olius dan Luena mundur dari recana untuk sementara.
Sedangkan Luis sedang mencari Hawk untuk membantu kakak nya dan agar membantu menghentikan siluman itu.
'Ternyata pelajaran ini semakin menarik saja ya' guru tua itu melihat mereka sambil menyimak apa yang akan mereka lakukan dan kapan mereka akan bertindak lebih cepat.
"XIANMIAN SEKARANG!. " Brigon berkata setelah mengunakan jam waktu miliknya dan memperlambat waktu gerak siluman itu dan meluangkan Xianmian untuk menyerang siluman tersebut.
"HYAAAAAAAAAA. "
"BUKKKKKKKKKK. "
Siluman itu terkena pukulan di kepalanya Xianmian tidak akan bisa melakukan itu tampa bantuan jam waktu ....
'Di mana anak kecil yang ada di sudut itu dia menghilang' Luena menatap ke arah tempat di mana anak tadi berdiri tadi.
.
.
.
.
.
Ok SAMPAI SINI DULU YA....
JANGAN HANYA NUMPANG LEWAT AJA AKU NGAK BUAT NI CERITA HANYA UNTUK PAJANGGAN...... :3
JANGAN LUPA LIKE_(\ /)_(O_O)_>BYE<
_(\ /)
_(O_O)
_>BYE<