![TWINLING SHIN [BOOK 1]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/twinling-shin--book-1-.webp)
"Kakaaaaaa! , apa kau tidak kenapa -napa?." Luis berlari dengan kecepatan yang sangat cepat kearah Luena.
"Woaaaah!, brukkk!." dan alhasil Luena dan Luis saling bertabrakan.
"Aduuh, sakit banget!." Luis merengek karna kepalanya yang sakit karna benturan antara kepala.
"Kauuu!." Luena kemudian mengeluarkan aura kemarahanya yang membuat Luis sampai kaget karna luis tau apa yang akan dia dapatkan saat kakaknya hilang kendali.
"Plakkk! ,plakkkk! plakkkkk!." (Suara pukulan).
"Jika kau tidak bisa berlari dengan kecepatan normal lagi, aku akan memukulmu hingga menjadi bubur,ingat itu!." Luena segera berdiri sedangkan Luis dibuat benjol oleh Luena sambil menereima nasipnya.
"Luena kamu tidak apa- apa tadi?." Alfa yang datang dari arah lain.
"Iya aku ngak apa -apa kok." Luena menjawap dengan ramah.
'Idih giliran ke orang lain mah baik, lah pas aku langsung kena tonjok terus!.' Luis hanya bergerutu di dalam hati mana berani dia ngomong langsung kalau ngak di tonjok sama Luena.
"Yaudah aku duluan ya!." Alfa yang berpamitan pergi karna giliran dia yang akan menguji inti rohnya.
"Kakak aku juga yah ,karna abis Alfa adalah giliranku." Luis pun juga beranjak pergi mengikuti Alfa yang pergi lebih dulu.
"Ah baiklah kalau begitu." Luena juga segera pergi ke aula perkumpulan untuk pembagian kelas.
Ok kita balik dulu ke bagian alfa dan luis.
Alfa menaiki altan dan kemudian pengujian di mulai dan kemudian keluarlah inti roh Alfa dan hasil inti roh tersebut ada ah tanah yang menguncang.
"Semoga berhasil teman." Alfa yang ikut menuruni altar dan menepuk pundak Luis.
"Heh siapa yang kau bilang temanmu." Luis yang meremehkan Alfa .
"Heh." Alfa punturundan meningalkan Luis untuk menguji inti rohnya.
Setelah Alfa melakukan tes inti roh kemudian giliran Luis yang naik untuk pengujian juga.
Luis berdiri di aras altar dan kemudian altar pun mulai menguji inti rohnya dan hasilnya pun keluar dan inti roh Luis adalah angin barat.
Setelah Luis turun altar tiba -tiba langit menjadi gelap disertai angin kencang dan terjadi gempah yang kuat.
Ternyata ada itu adalah efek inti roh seseorang yg sangat kuat inti roh bayangan bulan.
Seorang yang sangat kuat itu mempunyai wajah yang tak kalah tampan dan elegan seperti aslan, dia adalah Lecelote dia seorang bangsawan dan juga kesatria yang sangat menawan dia mempunyai banyak wilayah perbatasan serta kekuasaan yang tinggi.
Dan dia suka menggumpulkan banyak koleksi dari beragam daerah.
"Waaaaaa kesatriaku!!!." seluruh wanita yang berada di sekitar tempat pengujian altar bersorak memangil Lecelote.
"Berhenti semuanya tenang jangan ribut dan membuat altar suci ini menjadi tempat eksis seenaknya." para senior yang menjaga tempat pengujian altar yang sedang santai akhirnya dibuat kocar kacir oleh pengemar Lecelote.
"Ah menyebalkan sekali ituh orang pasti sengaja melakukanya." salah satu senior yang berwajah tampan tapi sedikit menakutkan dengan rambut berwarna merah dia bernama ilumi.
"Kakak apa yang harus kita lakukan apa aku harus mengunakan prisai es?." ini dia sang adik yang juga membantu mengatasi fans nya! Lecelote dia bernama Kilua.
"Kenapa kau bertanya cepat gunakan!." Ilumi yang dari tadi bersusah payah untuk menangani fans Lecelote.
"Baik kalau begitu, elemen air prisai es." Kilua mengunakan jurusnya untuk membuat tameng agar para fans Lecelote tidak bisa masuk lebih jauh dari ini.
"Hufffff akhirnya mereka tidak bisa masuk, kenapa kau tidak mengunakanperisaimu dari tadi hah!!!." Ilumi menghelai nafas panjang dan bersender di samping sebuah tugu singa sambil memarahi adiknya.
"Kau tidak mengatakanya jadi aku tidak mengunakanya." Kilua hanya menjawap asal sambil berdiri di sisi lain patung.
"Bodoh emang harus ku perintahkan dulu baru kau mau gunakan hah ,lihat kondisi lah." Ilumi yang cerewet menceramahi adiknya tersebut.
"Dan kau siapa hah?." Ilumi berbicara kepada Lecelote dan.
.
.
.
.
. Ok SAMPAI SINI DULU YA....
JANGAN HANYA NUMPANG LEWAT AJA AKU NGAK BUAT NI CERITA HANYA UNTUK PAJANGGAN...... :3
JANGAN LUPA LIKE_(\ /)_(O_O)_>BYE<
_(\ /)
_(O_O)
_>BYE<