TWINLING SHIN [BOOK 1]

TWINLING SHIN [BOOK 1]
AWAL DARI YANG BARU



Pagi hari yang cerah di ikuti dengan suara - suara kicauan burung, di sebuah rumah.


" Hei Luis bangun..." Luena membangunkan Luis, sambil menguncang tubuh Luis.


" Hmm..." dan Luis hanya bergumam tidak jelas.


"Luis bangun kalau tidak kita akan terlambat !. " Luena masih menguncang tubuh Luis.


"Hmmm..." Luis masih bergumam tidak jelas, Luena menunggu beberapa saat dan urat kepala luena pun muncul dan.


"PlakkkkkK..." (Suara tamparan)


beberapa menit kemudian setelah tamparan.


"Aduh sister kenapa kau memukulku, lihat wajah tampanku jadi rusak karna mu. "


"Bodo amat, sudah berhenti omong kosong dengan wajah mu bersiap - siaplah kita sudah telat bodoh. "


Kemudian Luis dan Luena pun bersiap -siap untuk pergi ke akademi sihir, karena mereka adalah murid baru dan setelah sampai di sana mereka harus mengantri sangat panjang untuk pengujian inti sihir.


" Luis ayo cepat nanti antrianya akan panjang, kau taukan banyak murit dari berbagai desa jadi kita harus cepat. "


Luena berbicara sambil berlari dan menarik tanganya Luis,dan Luis hanya menghelai nafas atas perilaku kakanya ini. di perjalanan Luena dan Luis terus berlari sepanjang jalan.


"Hosh...hosh...kakak, sebentar kita berhenti sebentar aku... capek... lari!. " Luis berbicara terengah - engah sambil berhenti sebentar. sedangkan Luena masih berlari.


"Ah, dasar payah sekali kau!. " Luena berbicara sambil berlari dan melihat kebelakang.


"Kakak awas...!. " Luis berbicara saat sang kakak tidak sadar berlari dengan cepat dan.


"Aaah, aduh sakit banget ,huh siapa sih ngak liat - liat!. " Luena tak sadar saat sedang berlari sangat cepat, dan tidak sengaja menabrak orang di depanya.


"Kau pikir siapa yang tidak liat jalan ha!. " suara seorang pria yang dia tabrak.


"Eh!!!" Luena langsung kaget saat mendengar suara tersebut, wajah pria tersebut sangat tampan dengan mata biru cerah dan rambut emas, Luena pun menatap wajah pria tersebut sangat lama.


"Sudah selesai menatap ku?, sekarang bisakah kau bangun kau berat. " wajahnya Luenapun memerah dan tersadar dari lamunan dan segera bangkit dari atas tubuh pria tersebut. dan berdiri menjauh.


Pria tersebut pun ikut berdiri di ikuti Luena yang bangun, dan berdiri sambil mengibas -ngibas bajunya yang kotor karna terkena debu.


"Kakak kau baik -ba...Plakkk. " saat Luis menghampiri luena dan malah di pukul.


"Aduh kakak kenapa kau tega memukulku, aku kan mencoba membantumu, dasar kejam hiks..hiks...!. " Luis berbicara sambil mengusap- usap kepalanya yang sakit.


"Berisik ! , kenapa baru sampai. " Luena kesal kemudian kembali melihan ke arah pria tersebut dan wajahnya kembali merona.


"Kakak apa yang kau lihat?. " tanya Luis saat melihat Luena yang melihat ke arah pria yang tadi dia tabrak.dan wajah Luena terlihat memerah, dan Luispun menaikan sebelah alis sambil membuat senyum nakalnya.


"Kakak kau suka dia yaa~." Luis berbicara dengan nada suara yang agak mengoda kepada kakaknya.


"Huh, ma..ma..mana mungkin jangan sembarangan ya. " Luena berbicara sambil memalingkan wajahnya yang merona karna terciduk sedang menatap seseorang.


Kemudian ada seseorang pria tak kalah tampan dengan pria tersebut dengan rambut coklat, dan menghampiri pria yang barusan dia tabrak tersebut.


"Dasar aku padahal belum sempat menyelesaikan kata -kataku dan kau telah memotongnya, huh dasar!." Pria berambut coklat itu pun mendengus kesal atas prilaku temanya yang satu itu.


Pria berambut coklat pun berbalik dan menatap gadis yang baru saja menabrak temanya tersebut, kemudian diapun berjalan mendekati gadis tersebut.


"Hei, apa kau juga baik -baik saja?, temanku itu memang seperti itu dia sangat judes dan sombong, jangan di ambil hati yaa~. "pria berambut coklat tersebut berbicara kepada Luena dengan ramah.


"Oh iya, perkenalkan namaku adalah alfa, dan namamu?. " pria berambut coklat tersebut mengulurkan tanganya sambil berbicara kepada Luena.


"Ah namaku Luena, dan ini saudara kembarku Luis." Luena membalas dengan mengulur tangan juga, sambil memperkenalkan Luis pada pria tersebut.


"Bolehkah saya jadi temanmu?. " Alfa bertanya kembali sambil mencium tangan Luena, Luena pun langsung kaget dan menarik tanganya.


"Hei jangan macam -macam dengan kakak ku!. " Luis langsung maju dan menyembunyikan Luena di belakangnya.


" Hahaha apa aku membuatmu kakakmu takut, aku ngak ada maksud lain kok!. " Alfa berbicara sambil tertawa.


" Yaudah aku udah terlambat, aku pegi dulu sampai jumpa. " Alfa pun pergi meningalkan mereka berdua.


Luis dan Luena menatap Alfa berbalik dan pergi, dan kemudian Luena dan Luis berfikir seperti ada sesuatu yang mereka lupakan dan kemudian.


"Yaampun oh tidah pendaftaranya!!!. " Luena dan Luis berkata serempak sambil menatap satu sama lain dan kemudian berlari secepat mungkin agar tidak terlambat.


Dan kemudian saat sampai di akademi.


......


.


.


.


.


. Ok SAMPAI SINI DULU YA....


JANGAN HANYA NUMPANG LEWAT AJA AKU NGAK BUAT NI CERITA HANYA UNTUK PAJANGGAN...... :3



JANGAN LUPA LIKE_(\ /)_(O_O)_>BYE< 


_(\ /)


_(O_O)


_>BYE<