TWINLING SHIN [BOOK 1]

TWINLING SHIN [BOOK 1]
Episode 51



“Sebaiknya kita berpencar dan menghentikannya dari segala arah.” Yang mengatakannya kepada yang lainnya.


“Baik!.” Kemudian mereka semua melanjutkan rencananya yang Yang katakan kepada mereka.


“Guru mereka sepertinya sedang melakukan sesuatu.” Salah satu murit mengatakannya kepada Guru Wu Chen.


“Apa yang sebenarnya mereka lakukan!.”ucap Guru Wu Chen saat melihat mereka sedang melakukan pengejaran kepada Wen.


“Wen berhenti!.” Yang berteriak kepada Wen yang masih tidak mau mendengar siapapun sama sekali.


‘Itu suara Yang tapi kenapa aku tidak bisa melihatnya sama sekali, apa yang terjadi’ Wen tidak bisa mendengar apa-apa karena dia sedang berada di dalam alam bawah sadarnya.


“Cici sekarang!.” Ji Han membuat sebuah rencana lain supaya Wen mau berhenti di sana.


“Baiklah sekarang!.” Lan Ci memulai mengeluarkan kekuatannya dan membuat sebuah jaring sutra roh miliknya untuk menghentikan Wen.


Sedangkan Aswen mencoba memikirkan sesuatu yang lain jika Wen tidak bisa di hentikan dengan jaring sutra roh milik Lan Ci.


“Ah!.” Wen akhirnya tersangkut juga di jaring sutra roh milik Lan Ci.


“Bagus kita menghentikannya.” Ji Han kemudian mendekat ke tepat jaring itu di jatuhkan.


“WARRRRRRKKKKK!.” Dan kini keluarlah raja siluman yang paling di takuti banyak orang dan para pemimpin setiap gerbang.


“Tidak mungkin dia keluar.” Guru Wu Chen mengeluarkan wajah yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.


“Aku kembali gerbang timur!.” Suaranya begitu bergema di setiap tempat, dan membuat siapa saja yang mendengarnya pasti takut.


“Raja naga hitam yang paling di hormati akhirnya kau datang.” Seorang pak tua datang entah dari mana itu datang dengan santai.


“Siapa kau!.” Guru Wu Chen bertanya dengan nada galak has nya.


“AAAH!.” Wen berteriak dan jaring yang mengikatnya putus dan hancur begitu saja, teman- temanya yang sedang berada di sana terhempas karena kekuatanya Wen.


“Ah, apa yang terjadi kenapa Wen masih bisa lolos dari jaring sutra roh ku.” Lan Ci sangat bingung karena belum perna ada yang bisa lolos dari jaring sutra nya yang sangat kuat itu.


“Sepertinya ini karena Wen sedang di kendalikan Pak tua itu.” Ji Han berkata sambil mengosok- gosok bokongnya yang sakit karena terhempas tadi.


“Apa yang terjadi pada mu Wen kenapa kau seperti ini.” Yang tidak bisa tinggal diam di sana, dan mengejar Wen.


“Yang jangan mengejarnya , kau tidak bisa menghentikanya sendirian.” Aswen menghentikan langkah Yang, yang ingin mengejar Wen.


“Hmm, bagus sekali Wen kau masih mengigat siapa tuan mu bukan.” Pak tua yang datang dengan tiba- tiba itu mengelus kepala Wen dengan lembut, tapi di balik kebaikanya itu dia mempunyai sebuah rencana yang licik.


“Kau adalah.” Guru Xao Ni berbicara saat melihatnya dan sepertinya dia adalah orang yang sangat Familiar di gerbang timur.


“Rupanya kau tampak menyedihkan sekali Xao Ni.” Orang tau itu seoerti sedang merendahkan Guru Xao Ni di hadapan banyak orang.


“Heh setidaknya aku masih lebih baik di bandingkan kau!.” Guru Xao NI masih tidak mau di kalahkan olehnya juga, tentang masa lalu yang sangat mereka katakan itu tapi Xao NO tidak akan menyerah dengan semua itu.


Ok sampai di sini dulu ya, kelanjutan cerita akan dilanjutkan di buku dua.....


Jangan sampai lupain aku ya bye......


________(\ /)


________(O_O)


________>BYE<