TWINLING SHIN [BOOK 1]

TWINLING SHIN [BOOK 1]
Episode 11



 


Kembali dulu ke cerita Luena dan Luis~~~


“HEI DARI MANA DIA DATANG. ” mereka semua kaget karena kedatangan Brigon yang mendadak.


“Hei kapan kau datang ?. ” Xiamian bertanya kepada Brigon.


“Aku sudah datang dari tadi. ” Brigon berucap kepada Xiamian.


“Huh kau bohong kau pasti mengunakan teleportasi bukan dasar. ” Xiamian bergerutu karena Brigon yang curang mengunakan teleportasi.


“Itu adalah kekuatanku sudah pasti akan aku gunakan. ” Brigon hanya membalas tampa mempedulikanya.


Semuanya hanya memandang mereka berdua yang nampak serasi satu sama lain, sedangkan guru yang sedang berada di sana juga nampak tidak di pedulikan.


“Salam guru Yang. ” Brigon yang sadar bahwa di sana ada sang guru yang menatap mereka dan hanya terdiam sambil berdiri.


“Kalau kalian sudah selesai mari kita mulai pembelajaran pertama ini, kalian tau apa yang harus kalian lakukan bukan?. ” sang guru hanya berbicara dan mengatakan tugas Xiamian dan Brigon sebegai contoh para murit baru.


“BAIK GURU!. ” mereka berdua kemudian mundur berapa meter mengeluarkan siluman dari kurungan  dan melepas segel siluman kekuatan level 2, dan membuat segel  pelindung di sekitar mereka agar siluman itu tidak bisa berbuat seenaknya.


“WAAAAAARKKKKKKK!. ” siluman itu mengamuk setelah di lepas dan suara siluman itu yang bergema hinga bisa menembus pelindung .


“Jadi itu adalah siluman level 2 yang sering aku baca di buku tapi aku tak perna melihatnya dan ini pertama kalianya aku melihatnya dia teryata benar-benar ada. ” Luena yang kaget tidak percaya karna apa yang dia baca di buku pertama kali dia melihatnya.


“Baik semuanya ini adalah pelajaran pertama kalian perhatikan mereka berdua. ” sang guru menjelaskan untuk menyimak dari kakak senior mereka.


“ BAIK GURU. ”semuanya mulai menyimak.


“WAAAAARKK. ” siluman itu kembali mengaung dan mulai maju untuk menyerang mereka berdua.


“Brigon sekarang. ” Xiamian mulai maju juga untuk menyerang, Brigon yang mendengar kemudian melancarkan aksinya sebagai pendamping dan mengunakan jurus  pengendali waktu dna memperlambat waktu, siluman itu kemudian melambat.


“RASAKAN INI HYAAAAAAA!!!. ” Xiamian langsung mengunakan pukulan jurus tangan besinya, dan itu tepat di kena di kepalanya sampai membuat siluman itu terhempas jauh hinga mengenai tembok pelindung.


“Seperrinya ada yang tidak beres. ” Luena terasa heran dengan siluman tersebut karena dia melihat ada kejangalan terhadap siluman tersebut.


Setelah itu mereka membuat segel untuk menyegel siluman tersebut kembali tapi tiba-tiba.


“WAAAAARRRRR. ”  siluman itu kembali mengamuk dan memberontak hingga segel tersebut hancur dan dinding pelindungnya juga terlepas.


Dan mereka berdesak desakan untuk keluar dari tempat tersebut.


“TENANGLAH SEMUANYA JANGAN PANIK KAMI BISA MENGATASINYA. ” Xiamian berteriak untuk menyuruh mereka tidak panik tapi sayangnya tidak ada yang mendengarkan Luis berlari menghampiri Luena.


"Kaka apa yang harus kita lakukan. "


"Aku tidak tau tapi kita sebaiknya tidak panik. "


"Huaaaaaaaaa!. " Ada seorang anak kecil dari perguruan tingkatan lain berada di sudut tembok sedang menangis, dan Luena hanya menatapnya aneh karena bagai mana mungkin ada anak yang nyasar di tempat ujian ini.


"Luis apa kau melihatnya?. "


"Melihat apa kak?. "


~☆~☆~☆


.


.


.


.


.


Ok SAMPAI SINI DULU YA....


JANGAN HANYA NUMPANG LEWAT AJA AKU NGAK BUAT NI CERITA HANYA UNTUK PAJANGGAN...... :3



JANGAN LUPA LIKE_(\ /)_(O_O)_>BYE<


_(\ /)


_(O_O)


_>BYE<