![TWINLING SHIN [BOOK 1]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/twinling-shin--book-1-.webp)
“Baiklah bibi hanya mempunyai model yang ini dengan ini, kau bisa menyuruhnya mencobanya dulu!. ” bibi Meu Hui menyuruh Ying memberikan baju itu kepada Wen untuk mencobanya.
“Hei Wen bagaimana kalau kau mencoba baju ini?. ” Ying memanggil Wen yang dari tadi hanya terdiam di sana.
“Ah, baiklah!. ” Wen kemudian mengambil baju yang di berikan Yang kepadanya, dan menuju ruang ganti untuk menganti baju, iyalah ganti baju masa ganti apa.
Beberapa menit kemudian.
“Bagaimana menurut mu?. ” Wen bertannya kepada Yang setelah selesai berganti baju.
“....” Yang hanya terdiam dan sedikit terpesona dengan penampilan baru Wen yang sangat, ue juga sampai ngak bisa berkata-kata.
“Wah dia tampak terlihat sangat tampan benarkan!. ” bibi Meu Hui mengatakannya kepada Yang, ceritannya tuh si bibi sengaja karena ketampanan Yang kalah dari Wen bisa di katakan begitu.
“Apanya itu biasa saja. ” Yang tidak mau mengakuinya karena itu kebenarannya.
Kemudian Yang menghampiri Wen dan memperhatikannya, sepertinya ada yang salah dari penampilan ini karena rambutnya itu masih tidak di atur jadi ngak sesuai dengan baju yang dia pakai.
“Bibi bisakah kau membantuku menata rambut Wen?. ” Yang meminta bantuan kepada bibi Meu Hui untuk membantu Wen merapikan rambutnya.
“Ohtidak masalah, itu mudah baiklah kemari!. ” bibi Meu Hui meminta Wen untuk duduk di samping nya agar dia gampang menata rambutnya.
“Wah anak muda ternyata kau punya warna rambut yang indah ya!. ” bibi Mei Hui berkata sambil menyisir rambut Wen, Tapi Wei hanya terdiam dan melihat pantulan wajahnya di cermin di depannya.
Ok beberapa menit lagi kemudia setelah beberapa menit yang lalu, sakin banyaknya beberapa menit hinga author sendiri kebingungan.
Setelah selesai kemudian mereka keluar dari tempat rias bibi Mei hui dan segera menunjukanya kepada Yang, yang sudah menunggu di luar sejak tadi.
“Um?. ” Wen merasa ada yang menarik ujung bajunya, kemudian Wen berbalik dan melihatnya dan ternyata ada seorang gadis kecil yang menariknya.
“Ada apa Wen kenapa kau berhenti?. ” Yang bertanya dan ternyata Wen sedang berbicara dengan gadis kecil di sana.
Yang kemudian berjalan mendekati Wen yang sedang berbicara dengan gadis kecil itu.
“Apa kau tersesat?. ” Wen berbicara sambil menyamai tinggi gadis kecil itu.
Dan gadis kecil itu hanya bergeleng dan kemudian pergi meninggalkan Wen di situ.
Sedangkan Yang hanya melihat Wen di sana sendirian tidak melihat siapapun kecuali Wen.
“Wen apa yang kau lakukan di sana ayo pelajarannya akan segera di mulai!. ” Yang kemudian menarik tangan Wen dan membawanya menuju kelas.
“Yo Yang lama tak jumpa!. ” seseorang memanggil dari arah belakang, Yang dan wen kemudian berbalik dan melihatnya.
“Ji Han lama tak jumpa!. ” Yang kemudian menghampiri Ji Han dan kemudian berbincang sedikit.
“Kau masih mengigat ku aku pikir kau sudah melupakan ku. ” Ji Han berbicara sambil merangkul Yang dan kemudian melihat Wen di sebelahnya.
“Aku tidak lupa dengan kalian semua Rui, kaito, dan juga Wei ning aku masih ingat. ” Yang sombong dengan berkata kepada Ji Han.
“Btw siapa tuh di samping mu?. ” Ji Han bertanya kepada Yang sambil meliriknya sedangkan Wen yang di lirik hanya bersikap biasa saja dan tidak mempedulikan mereka sama sekali.