
di pagi yang cerah ini kami memiliki hari yang sama .... sama sama membosankan , kami berharap ada sebuah 'keajaiban' yang menantang .
kebetulan besok mereka harus pergi bekerja lagi karena ini adalah hari terakhir mereka cuti . melakukan segalanya yang bisa mereka lakukan untung menghabiskan waktu.
bermain game dengan adik kedua / kakak kedua , berolah raga bersama , berjalan jalan . segalanya mereka lakukan, untuk mengisi waktu luang ini , entahlah mengapa mereka merasa bahwa ini adalah waktu terakhir mereka . tapi... waktu terakhir apa? .
mereka menjalani hari seperti tidak akan ada hari di hari berikutnya . lupakan semua yang dipikirkan dan jalani .
hingga menjelang sore mereka berkumpul di ruang makan, dan mulai makan dengan tenang tanpa ada gangguan dan hanya ada keheningan .
selesai makan tidak seperti biasanya mereka tidak melakukan urusan mereka sendiri bahkan ibu mereka hanya diam dan menatap wajah anak anak nya itu .
cukup lama mereka terdiam dengan keheningan yang mengikuti ini . akhirnya sang ibu menghela nafas dengan kasar dan menutup matanya . yang membuat ketiga anaknya menatapnya .
adik ketiga mulai berkata "ibu...?" dia sepertinya ragu untuk menyampaikan nya . kakak kedua menatapnya dan mengelus rambut nya dengan pelan .dan perlahan berkata " bu sebenarnya ada apa?" tidak seperti biasanya dia akan cerewet .
sebenarnya dia jika suasana nya tidak pas seperti ini dia tidak akan bercanda dan mulai serius .
ibunya yang mendengar pertanyaan itu hanya membuka matanya perlahan dan menatap mereka dengan tenang . berkata "entahlah. ibu merasa ada yang tidak beres" selesai berkata , dan mulai mengamati wajah anak-anaknya satu persatu. melihat mereka bahkan tidak terkejut .
dia tidak heran sebenarnya sifat ini menurun dari 'ayahnya' . menerima sedikit kejutan seperti ini tidak memengaruhi mereka bahkan kejutan yang sangat mengejutkan sekalipun.
anak-anaknya hanya saling memandang dan mulai memandang ibu mereka lagi setelah ibu mereka itu berdehem .
melihat mereka melihatnya ibunya itu mulai berkata " tidak peduli apa yang akan terjadi , kita akan selalu bersama walau berpisah¹" kedua anaknya mengangguk sedangkan yang satu lagi hanya memandangnya , meski begitu dia tau itu adalah pandangan persetujuan . bagaimanapun dia adalah anak yang dia besarkan selama 25 tahun.
¹ dengan kata lain , berpisah dan saling menemukan untuk bersama kembali
kembali kekeadaan yang hening setelah ibu nya itu berbicara. diam tak bergerak selama beberapa menit . yang mulai berdiri adalah ibunya dahulu . dia berkata akan membersihkan piring piring ini terlebih dahulu . dan adik ketiga mengikuti untuk membantu.
tersisa dua orang diruang makan itu , akhirnya Kakak tertua berdiri dan pergi menuju ruang tamu dan duduk di sopa .
melihat kakak nya berdiri hei hei langsung mengikuti dan duduk di sampingnya . lagipula sopa nya lebar .
melihat kakanya itu hanya diam melihat kedepan , hei hei mulai berbicara dengan pelan "kak ... apakah akan terjadi sesuatu?"
melihat kakanya bahkan tidak menoleh dan hanya mengerutkan bibirnya yang tipis terbuka perlahan dan berkata "mungkin" dengan ringan lalu ditutup kembali.
merasakan tatapan menyengat ini kakanya bahkan tidak dapat melihat kulit yang memerah .dan hanya melirik dengan ringan dan menariknya kembali.
hei hei yang melihat itupun hanya mendengus pelan dan menarik pandangannya menuju pintu .
kebetulan ibu dan anak itu sudah selesai dengan pekerjaan mereka dan berjalan kemari . melihat mereka semakin mendekat dan duduk di hadapan mereka berdua .
ibunya mulai menatap mereka bertiga dan berkata "lagi pula kalaupun terjadi sesuatu , bukankah ini yang selalu kalian inginkan? sebuah kesenangan "
melihat anak-anaknya hanya menatapnya ibunya itu mulai menunjukan seringai yang mencemooh.
dan berkata " ibu juga menginginkannya dasar anak-anakku yang manis" katanya dengan mata yang bersinar .
ini bukan pertama kalinya mereka melihat ibu mereka seperti itu , sudah terbiasa . ibu mereka itu jika sudah mendengar yang namanya kesenangan tidak bisa menahan perilakunya.
meski begitu jikalau ada orang luar ibunya akan tetap tenang dan elegan diluar di dalam? jangan ditanya lagi dia sering memendam rasa semangatnya sehingga akan meledak jikalau sudah tidak ada orang asing .
tentu bukan meledak seperti 'boom!!!' tapi dengan perilakunya yang terlalu bersemangat sampai sampai tampak seperti akan membakar barang disekitarnya .
jikalau itu adalah kesenangan yang luar biasa, yang biasa? .tentu dia akan bertindak seperti tidak terjadi apa apa . ibu mereka itu memang luar biasa . itu adalah pikiran yang tertanam pada diri mereka .
hei hei menatap ibunya dengan mata yang berbinar dan berbicara "ibu benar!!!! apapun itu , yang penting kita menemukan kesenangan!!" dengan keras .
[aku mulai merasa apa yang aku tulis mulai terasa aneh °^°]
kedua saudara yang lain hanya meliriknya dan mengangguk dengan tenang, mereka memakluminya . memang itu yang mereka rasakan .
yinlong melihat pada jam yang ada ditangan nya dan berkata perlahan dengan suara dingin dan datar "sudah larut waktunya tidur" lalu berdiri dan beranjak pergi ke kamar nya .
melihat itu mereka juga berdiri dan mulai masuk ke kamar masing-masing.
saat mereka mandi terlebih dahulu sebelum tidur untuk membersihkan diri dan merebahkan tubuh mereka di kasur . reaksi mereka begitu tubuh mereka menyentuh kasur adalah rasa kantuk yang berat . yang membuat mereka terlelap .
₍₍ ◝( ゚∀ ゚ )◟ ⁾⁾