Transmigrated To Another World With My Family

Transmigrated To Another World With My Family
bab.1 POV adik ke 3



syuuut~ kresek....


sisi : anggap saja itu adalah suara memakai baju yang aga terburu-buru.


tap tap tap¹ .


POV ???


"ah~ hari yang membosankan~... lagi"


¹suara menuruni tangga


ah.. seperti biasa aku melihat keluargaku dimeja makan , mereka selalu sarapan tanpa ku . tapi mereka selalu menyisihkan makananku tanpa dimakan oleh Kaka keduaku .Kaka kedua itu sangat rakus ..


sebenarnya kenapa aku sering telat itu karena aku menyetel alarm terlalu pagi , yah tidak terlalu sih sekitar jam 7:30 . bukankah masih pagi? aku tidak terlalu mengerti² .


²sebenarnya yang tidak mengerti itu author (⁠⊙⁠_⁠◎⁠).


aku berjalan menuju ke meja makan , dan duduk di kursiku sendiri , karena ini memang sudah lama menjadi tempatku . seperti yang ku harapkan keluargaku tidak terkejut dengan kedatanganku , mereka mungkin sudah terbiasa . mereka hanya melirik ku lalu lanjut makan dengan tenang , aku juga mulai memakan makanan ku sendiri . makan hari ini terasa tenang seperti biasa .


sesudah makan aku biasanya akan berjalan jalan sebentar di dalam rumah untuk mencerna dahulu lalu pergi untuk membaca buku di kamarku . buku buku ini sudah lama aku baca dan ku bolak balik karena sudah ku baca berulang ulang . sebenarnya buku buku ini hanyalah tentang pengetahuan umum yang tidak terlalu istimewa , tentang hukum , aku hanya sedang berusaha untuk mendalaminya .


selesai membaca aku melihat keluar jendela , untuk melihat jalan luar dengan banyak orang yang berlalu lalang . aku tidak merasa kesepian walau aku sering sendiri aku sendiri sedikit Menikmati nya.


tok tok tok³


emmm sepertinya itu Kakak kedua dan Kakak pertama. tentu saja aku hanya berkata "masuklah."


pintu terbuka dengan perlahan dan aku bisa melihat bahwa itu adalah kakak keduaku tapi tidak ada Kakak pertama, dibelakangnya ini sedikit tidak biasa. sepertinya dia punya sesuatu.


aku bertanya pada nya "ada apa kak?." dia hanya berjalan ke arahku dan menepuk kepala ku dengan pelan dan penuh semangat . dia menepuknya beberapa kali sampai rambutku rasanya seperti sarang burung . aku hanya bisa menghentikannya kalau tidak dia tidak akan berhenti . ah dasar kakakku yang penuh semangat ini ..


"tidak ada adik kecilku , aku hanya ingin mengunjungimu . emmm tapi, ayo pergi keluar dan berjalan jalan bersamaku!" oh sangat penuh semangat , yah begitulah watak kakak keduaku , penuh dengan semangat..


tapi... "bagaimana dengan Kakak pertama?"aku bertanya kepada Kakak kedua itu karena biasanya kakak pertama akan mengikuti di belakang Kakak kedua , berbeda dengan Kakak ke kedua yang penuh semangat Kakak pertama sangatlah dingin . entah kenapa mereka bisa bertolak belakang begitu.


"tentu saja dia ada di garasi dan menunggu kita, kau mau pergi atau tidak Didi?" ah.. dasar ternyata memang akan ikut , tak mungkin sih hanya aku dan Kakak kedua saja Kaka pertama pasti ikut karena itu adalah kebiasaan kami , aku pergi keduanya akan ikut begitupun sebaliknya.


aku hanya mengangguk dan mengikuti Kakak ke dua untuk keluar , rumahku tidak terlalu besar dan ...lumayan hangat, keluargaku hanya berjumlah empat orang aku ,kedua kakakku , dan ibuku . ayah? dia sudah tiada beberapa tahun yang lalu , karena sebuah penyakit . aku sebenarnya sedih tapi mau bagaimana lagi toh ini sudah takdir . yang paling terpukul itu , tentu saja ibuku . bahkan sampai beberapa kali pingsan karena kematian ayahku , untungnya ibuku adalah orang yang optimis dan tidak terlalu terlarut larut dalam emosi yang sudah lalu .


tentu sebelum keluar kami meminta izin pada ibu dan ibu akan menceramahi dulu kedua kakakku untuk menjagaku , ibu sangat protektif, tapi aku suka .


sekarang aku dan kedua Kakak ku sudah berada di dalam mobil dan Kakak pertama yang menyetir . aku dan Kakak ke dua duduk di kursi penumpang , Kakak kedua sangat banyak bicara sepanjang jalan sedangkan Kakak pertama bahkan tidak berbicara sedikitpun .


aku mengerti Kakak pertama tidak terlalu suka banyak bicara tapi dia suka mendengarkan dan mengamati . sedangkan Kakak kedua dia adalah orang yang selalu bertindak dahulu sebelum berpikir , tapi dia akan selalu diam jika Kakak pertam meliriknya saat sedang mengamati. aku yakin itu adalah tatapan peringatan, itu karena kakak kedua sangat suka membuat masalah karena selalu bertindak dahulu sebelum berfikir.


kami berkeliling di jalanan dan membeli banyak barang dan makanan , sebenarnya aku yang mau . tapi kedua kakakku akan membelikan ku apapun itu kecuali itu membahayakan ku , Kakak ke dua akan mengoceh tentang berbahayanya barang itu sehingga aku aku akan langsung menyerah. tapi Kakak pertama hanya akan melirikku sebentar sebelum mengalihkan pandangan lagi , aku mengerti bahwa itu adalah bentuk pandangan peringatan, meski begitu itu juga mengandung kekhawatiran yang terselubung.


aku sudah terbiasa walau pada awalnya aku akan takut saat dipandang seperti itu . yah itu dimulai saat aku pertama kali berbelanja dengan keluargaku .apa aku harus menceritakannya? baiklah..


jadi...waktu itu atau sekitar 10 tahun yang lalu , emm ngomong ngomong aku baru berusia 18 tahun tahun ini , jadi kejadian itu saat aku berusia 8 tahun .


waktu itu ibu dan Kakak kedua mengajakku untuk berbelanja dan Kakak pertama hanya melihatku dibelakang keduanya, aku sedikit tercengang dengan pandangannya yang dalam , waktu itu aku sedikit takut jadi aku bersembunyi pada ibuku uhhuk uhhuk!. menurutku ini sedikit memalukan . aku bersembunyi di depan ibuku dan tidak berani menatap ketiganya yang tengah menatapku , sebab waktu itu aku tidak pernah berbicara ataupun saling memandang dengan kakak pertama ,karena kami tinggal di rumah yang berbeda.


catatan: <[pada awalnya tiga tuan muda ini tinggal di rumah yang berbeda , saat berumur 8 tahun mereka akan dipindahkan menjadi satu rumah]>


menurutku dia menakutkan ,uhhuk!. jangan dianggap serius itu karena aku waktu itu masih terlalu kecil ...


aku bisa merasakannya Kakak kedua dan ibu memandangku dengan heran , lalu ibu mengusap kepalaku dengan pelan , dan berbicara dengan lembut.


"ada apa nak?" aku hanya menggeleng kan kepalaku dan membenamkan kepalaku di pelukannya , ibuku sepertinya bingung .


tapi Kakak kedua dengan cepat merespon walau kadang dia yang paling lambat. "ah!..apakah karena Kakak pertama!?" aku sedikit menunjukan wajahku lalu menoleh kearah Kakak kedua dan membenamkan wajahku lagi , ibu juga sepertinya mengerti .


"oh ..karena Kakak pertamamu ya? jangan takut nak , dia memang sudah seperti itu, entah menurun dari siapa? ayahnya saja tidak terlalu seperti itu" aku bisa merasakan nya sepertinya ibu mulai mengenang ayah lagi . "ayahmu itu adalah orang yang sangat tegas dan lembut , itulah mengapa ibu menyukainya" aku mengangkat kepalaku saat ibu mengatakan itu lalu menepuk punggung tangan ibu dengan lembut dan menggelengkan kepalaku pelan , ibu hanya tersenyum tipis dan mengusap kepalaku lagi .


aku menatap nya dan merasa ketakutan lagi , aku lalu menggenggam tangan ibu dengan erat .


ibu hanya menatapku dengan dorongan halus di matanya , aku yang melihatnya hanya bisa memunculkan benih keberanian lagi dan mencoba untuk menatap Kaka pertamaku ini . aku melihatnya dan berkata ."h-halo" dengan gugup . aku melihat Kaka pertama hanya diam menatapku sebentar senang pandangan nya yang datar dan dingin, dan mengulurkan tangannya .


aku pikir dia akan memukulku jadi aku menutup mataku dengan ketakutan dan mengeratkan genggaman tangan ku .


tapi ternyata rasa sakit yang ku perkirakan tidak ada hanya ada tepukan pelan yang manis , aku hanya merasakannya selama 2 detik dan Kakak pertama sudah menurunkan tangannya kembali .


aku yang menerima tepukan itu malah terbengong pada saat itu , yang dengan bodohnya berpikir bahwa Kakak pertama akan memukulku .aku perlahan mendongkak dan menatap Kakak pertama , tapi postur tubuh Kakak pertama tetap sama seolah olah tidak ada yang dia lakukan , dan hanya diam seperti itu sambil menatapku.


Kakak kedua sepertinya melihat diriku yang hanya bengong dan melihat ke Kakak pertama, dan mulai membuat masalah .


dengan tangan yang melambai di depan wajahku dan menyadari bahwa aku masih diam dia langsung berjalan di depanku menghalangi Kakak pertama , tanpa menghiraukan Kakak pertama yang menatapnya . Kakak pertama sepertinya juga tidak terlalu peduli .


tapi Kakak kedua masih berada di depanku dan memelototi ku dan berbicara dengan keras. "adik ketiga!!! jangan terlalu banyak menatap Kakak pertamamu yang seperti es batu itu! tataplah Kakak kedua mu yang tampan ini!!" Kakak kedua berbicara begitu keras sehingga terdengar seperti melengking . aku hanya menutup kedua telingaku lalu menatap Kaka kedua . dan berkata, " Kakak kedua! , jangan terlalu berisik!" Kakak kedua langsung diam dan menggenggam tanganku yang menutupi kedua telingaku dan menarik nya .


seperti telah melupakannya ,Kakak kedua menarik tanganku keluar rumah menuju mobil yang berada di luar rumah dan berkata padaku dengan penuh semangat "adik! ayo kita berangkat untuk berbelanja! kau bisa membeli apapun yang kau mau!" aku hanya mengangguk dan melihat Kakak pertama dan ibu keluar dari rumah dan menuju kemari tentu dengan ibu yang berada di depan dan kakak dibelakangnya . Kakak pertama terus menatapku yang membuat aku takut lagi .


Kakak kedua membuka pintu penumpang dan memasukan ku kedalamnya saat Kakak kedua hendak masuk dia langsung berhenti lalu secara mekanis melihat kebelakang .


mungkin melihat kaka pertama? dia menatap Kakak kedua sebentar dan mengalihkan pandangannya ke kursi dekat pengemudi, Kakak kedua segera menunduk dan jalan dengan membungkuk dan terlihat frustasi , jikalau Kakak kedua punya ekor dan telinga anjing , itu pasti akan terkulai saat ini .


Kakak kedua berjalan menuju pintu depan dan membuka pintu nya dan segera duduk dengan patuh , aku bertanya tanya waktu itu ,'ada apa dengan Kaka kedua?' .


tapi segera pikiranku terhenti karena Kakak pertama berjalan kepadaku dengan pintu mobil yang terbuka dan duduk dengan tegak .


aku yang agak ketakutan menyusut sedikit ke sudut , melihat bahwa Kakak


pertama tidak melihatnya aku mulai sedikit lega . tapi tetap menjaga jarak darinya .


ibu mulai menyetir dengan perlahan dan santai , disepanjang jalan sangat tenang di dalam mobil . saat sampai aku sedikit kagum saat melihat pemandangan di luar .


banyak gedung yang tinggi dan menakjubkan , aku mulai mengalihkan pandanganku pada Kakak pertamaku karena dia sudah turun dari mobil dan menutup pintu . kupikir dia akan meninggalkanku saat aku melihat bahwa Kakak pertama sudah berada di sisi jendela yang berada deKat denganku . Kakak pertama membuka pintu mobil dengan lembut dan menatapku , dia agak mundur dan memberi ruang untukku turun .


aku melihat dahulu pada ibu yang berada di kursi di depanku dan melihat bahwa ibuku sudah berada di luar dan menutup pintu Sama juga dengan Kakak kedua . jadi aku mengalihkan pandanganku kepada Kakak pertamaku yang ternyata masih berada dalam posisi nya dan masih menatapku tanpa bergerak .


jadi aku mulai turun dengan agak gugup karena diperhatikan Kakak pertama , dan langsung menuju ibu dan Kakak kedua yang menunggu di depan mobil , aku menetap disisinya dan mendengar pintu mobil ditutup dengan pelan .dan Kakak pertama menuju kesini .


sesampainya Kakak pertama kami langsung menuju mal yang berada didepan , aku berpikir saat pertama kali masuk kesana ,'ternyata lebih besar saat masuk kedalamnya' aku penuh dengan kekaguman .


tentu aku melihat banyak hal baru dan menginginkannya dan tanpa ragu aku langsung membelinya , tentu dengan bantuan kedua Kakak ku dan ibuku .


sebenarnya saat membeli aku memperhatikan bahwa Kakak pertamaku melihatku dengan sangat intens, aku mulai gugup dan menunjuk ke barang acak yang berada di sisiku sambil menatapnya . melihat bahwa kakak pertama hanya melihat sebentar lalu mengambil langkah maju dan mengambil sebagian besar barang yang kutunjuk , aku tercengang pada saat itu .


tapi tiba tiba Kakak kedua menunjuk dengan semangat yang tinggi kepada Kaka pertama.


"ahh!!! kau kebiasaan sekali! kau begitu pada adik kecil tapi tidak denganku! sangat curang!!!" Kakak kedua mulai meringis di akhir kalimatnya. merasa sangat teraniaya . "aku juga ingin!!" kata kakak kedua agak memelas .errrr aneh rasanya melihat Kakak kedua ingin dimanja oleh Kakak pertama.


aku melihat bahwa Kakak pertama menatap Kakak kedua dan membuka bibirnya yang tipis dan mulai berbicara dengan suara yang rendah , terdengar seperti mesin yang dingin .


"kau punya banyak", aku baru pertamakali mendengar Kakak pertama berbicara , suara Kakak pertama sangat bagus dan dingin dan sangat berat tapi itu menambah kan pesonanya .


aku sangat tercengang hingga tidak bisa mengalihkan pandanganku pada Kakak pertama .


tapi Kaka kedua sepertinya sudah tahu dan mulai merengek "tidak!!!! itu sudah sangat lama!! aku mau yang baru!!!" tapi Kakak pertama hanya melihatnya dengan pandangan yang datar dan dinginnya , dan mengalihkan pandangannya padaku lagi seolah bertanya 'mau apa lagi?'


aku yang masih tercengang langsung sadar dan menggelengkan kepalaku pelan . lalu kami berbelanja dengan lancar dan banyak barang yang dibawa sehingga hampir memenuhi seluruh bagasi .


aku baru tau ternyata yang paling memanjakan ku tanpa syarat adalah Kakak pertama, tapi tentu saja dengan Kakak kedua yang tidak ingin kalah dan mulai bersaing , hanya saja dirinya yang menganggap ini dan Kakak pertama bahkan tidak melihatnya.


dan sampailah saat ini dengan kami ke mal yang sudah lama itu dan menjadi pelanggan tetap disini . belanja banyak barang dan bawa ke rumah . dan sekarang Kakak pertama adalah seorang CEO ternama pertama . dan Kakak kedua adalah seorang ketua militer berpangkat tinggi. dan aku? tentu saja aku adalah seorang polisi berpangkat tinggi juga , dan aku sudah memahami hukum hukumnya itulah mengapa buku buku di kamarku penuh dengan catatan tentang dasar hukum yang ada , aku ingin mendalaminya.....


oh ya~ ngomong ngomong namaku itu 'jin hei Dian' dan nama panggilanku itu seperti yang dikatakan oleh Kaka kedua 'didi'.