Transmigrated To Another World With My Family

Transmigrated To Another World With My Family
bab.31 senyum tipis kakak pertama?!



saat ini , Huo Huo dan yinlong berada di tanah. maksudku mereka berada di darat , Huo Huo merasa lapar saat perjalanan karena mereka sudah terbang jauh jadi dia memutuskan untuk turun dan makan buah-buahan liar yang ada di sana .


tapi kali ini yinlong tidak mengikutinya dan hanya berkata dengan singkat bahwa dia akan pergi kedepan , Huo Huo mengerti dan hanya membiarkannya .


setelah makan entah sudah berapa banyak buah , barulah dia merasa kenyang . Huo Huo menepuk perutnya yang agak buncit dengan puas dan sedikit bersendawa . dia melihat sekitar yang dipenuhi dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi dan rumput-rumput yang panjang , tempat yang teduh dan damai ini sangat cocok untuk menjadi ikan asin. Huo Huo menyipitkan matanya sembari berbaring dengan nyaman .


setelah beberapa saat , yinlong kembali dan mendarat dengan tenang disisi Huo Huo. Huo Huo membuka matanya dan menatap kakaknya yang berdiri tepat disampingnya, setelah beberapa saat dan kakanya hanya berdiri dan tidak berniat untuk duduk ataupun berbaring didekatnya Huo Huo hanya bisa duduk dengan enggan.


Huo Huo menguap dengan malas ,"mengapa kakak pertama sudah kembali begitu awal?" setidaknya kembalilah lebih lama. yinlong melirik Huo Huo dari sudut matanya yang dingin ,"aku akan pergi". yinlong berkata dengan dingin lalu kembali berjalan dan bersiap untuk terbang kembali .


ketika Huo Huo tersadar dengan apa yang dikatakannya dan segera berteriak dengan posisi duduk dan satu tangan terangkat , "tidak!!,kakak pertama!. aku hanya bercanda ,jangan tinggalkan aku!!!"


krik krik krik


suasana yang hening ini , membuat Huo Huo merasa malu . wajah, leher serta telinganya mulai memerah sampai seperti meneteskan darah. tangannya masih dalam posisinya dan mulut yang masing menganga , dia kaku dan seperti batu.


yinlong berada dalam posisi menyamping dan meliriknya dari sudut matanya yang dingin , lalu Huo Huo melihat pemandangan yang langka .


perlahan tapi pasti , sudut mulut kakaknya yang selalu rata menambah senyum tipis yang sangat tidak terlihat .


Huo Huo terguncang di tempatnya seketika , dia sepertinya mendengar suara batu yang retak .


hanya saja senyum itu hanya bertahan sedetik saja , dan yinlong kembali pada penampilannya yang dingin dan datar. tetapi Huo Huo belum sadarkan diri dan hanya mempertahankan posisi itu dengan mata yang terlihat kosong dan kusam , entah sudah berapa detik berlalu . kini yinlong sudah membelakangi Huo Huo dengan punggungnya yang lebar dan dengan aura yang dingin , seperti semula.


tiba-tiba tanpa peringatan , Huo Huo mengangkat kedua tangannya dan meletakkannya pada kepalanya lalu berteriak dengan keras,.


"Aaaaaaaaaaaaah!!!!!!" sampai-sampai burung-burung yang ada di sekitarnya berterbangan karenanya . dan yinlong sudah 10 meter jauhnya darinya .


sesudah berteriak , Huo Huo menurunkan kedua tangannya dan segera berdiri dengan cepat dan terbang melesat tepat di depan yinlong . dengan kepala tertunduk dia bergumam perlahan ,"mengapa kakak pertama sangat tampan?, aku jadi iri . aku juga ingin setampan kakak pertama" .


suasana nya stagnan seketika , Huo Huo masih menundukkan kepalanya dan tidak tahu apa yang dipikirkannya sedangkan yinlong hanya memperhatikannya dengan menunduk.


setelah beberapa saat , Huo Huo mengangkat kepalanya dengan mata berkaca-kaca dan merah . dia memandang kakaknya yang super tampan dan dingin. dia membuka mulutnya dan berkata dengan suara yang sengau dan sedikit tersedak .


"mengapa kakak pertama sangat tampan?, mereka bilang tidak ada yang bisa mengalahkan kakak . tapi , aku ingin mengalahkan kakak pertama." , Huo Huo menatap kakaknya dengan mata merah karena menahan tangis , hanya pada kakaknya dia akan seperti ini bahkan dia tidak pernah menangis didepan adiknya sekalipun.


yinlong memandangnya sebentar sebelum mengangkat tangannya dan menepuk kepala adiknya dengan pelan beberapa kali ,"adik kedua tampan". dia berkat dengan suara rendah yang sangat magnetis.


suasana yang tadinya sedih entah bagaimana sedikit retak saat ini , yinlong memandang adiknya dengan datar dan menepuk kepalanya lagi beberapa kali dia berkata dengan acuh tak acuh ," tidak , adiknya adalah macan" masih dengan suara lugas dan lurus .


Huo Huo yang mendengarnya hanya bisa menangis lebih keras ,"huaaaa!!, tidak , aku adalah singa!! huaaa!!" Huo Huo mengangkat kedua tangannya dan mengayunkan nya kesegala arah tetapi tidak mengayunkan nya pada yinlong .


sedangkan yinlong hanya bisa menepuk kepala adiknya , dengan raut wajah datar dan dingin tetapi tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran dimatanya walau hanya terlihat sekilas.


setelah beberapa saat Huo Huo kembali tenang tetapi wajahnya masih merah karena menangis dan beberapa tetes air mata yang masih menggantung di bulu matanya yang panjang , sekarang mereka duduk di batang pohon besar yang tumbang .


yinlong duduk disisi adiknya dan sedikit menepuk punggung adiknya yang sedih , Huo Huo mengangkat sebelah tangannya dan menyeka air mata nya dengan keras yang menyebabkan matanya sedikit memerah. yinlong memandangnya dan sedikit menghela nafas lalu membuat sebuah tisu dan memberikannya pada adik keduanya Huo Huo.


Huo Huo menerimanya dan merentangkan tisu itu ,lalu mengangkat kedua tangannya dan membuat tisu itu menutup kedua matanya. dia sedikit memijat kedua matanya lewat tisu ,dia merasa sedikit letih dan hanya ingin tidur .


Huo Huo mengangkat tisu itu dari kedua matanya lalu memandang sekeliling, dan menemukan tempat yang cocok untuk tertidur .


dia berjalan kebawah sebuah pohon yang rindang lalu tertidur terlentang dibawahnya , yinlong melihatnya dan mengikutinya di belakang lalu bersandar pada batang pohon itu.


Huo Huo membuang tisu itu dengan sembarangan, memandang keatas pada pohon itu dan berkata dengan perlahan ,"kakak pertama , aku seperti keledai?" dengan suara yang masih sengau karena habis menangis .


yinlong menutup matanya dan bersila , mendengar apa yang dikatakannya dan berkata dengan dingin tanpa membuka matanya, "tidak" .


Huo Huo menutup matanya dengan pahit , ini benar-benar kakak nya yang tidak pandai membujuk orang. dia menghela nafas dengan keras dan berbalik membelakangi kakaknya .


yinlong bisa merasakan gerakan kasar adiknya itu , sepertinya adiknya benar-benar merasa sedih . setelah beberapa saat diam yinlong perlahan berkata pada adiknya itu .


"adik kedua adalah singa yang tampan", dengan perlahan , sedangkan Huo Huo yang hanya menutup matanya dan sebenarnya belum tertidur otomatis mendengarnya dia menggelengkan telinga berbulu nya dan ekor yang tadinya diam dan terkulai mulai menepuk-nepuk tanah dengan pelan .


dia (Huo Huo) berbalik menghadap kakaknya , dan membusungkan dadanya dengan bangga . "tentu saja ,aku adalah singa yang tampan!. tidak ada yang bisa mengalahkan ketampanan ku!! ,hump!" dia berkata dengan penuh kesombongan.


entah kemana orang yang menangis tadi , sekarang hanya ada orang yang penuh dengan kesombongan hanya karena dipuji oleh yinlong.


sedangkan yinlong dia tidak membuka matanya dan hanya berfikir untungnya adiknya adalah orang yang optimis seperti ibunya sendiri .


setelah beberapa saat Huo Huo banyak bicara kembali , dan yinlong hanya menanggapi jika ada pertanyaan yang ditanyakan padanya.