Transmigrated To Another World With My Family

Transmigrated To Another World With My Family
bab.25 obsesi [2]



••••••••••••••••••••••••••


"ah! , entah sampai kapan suasana yang membosankan ini akan terus berlanjut" . Huo Huo berkata dengan keras dengan posisi terlentang di atas kasurnya . tanpa memperdulikan kalau suaranya terdengar sangat nyaring di penginapan yang sunyi ini .


Huo Huo yang sudah mencapai batasnya pun berkata pada kakaknya "kakak pertama , aku akan masuk ke ruang jiwaku terlebih dahulu . disini sangat membosankan". Huo Huo berkata dengan mata menyipit . dan segera masuk keruang jiwanya tanpa menunggu jawaban kakak pertamanya .


tentu saja orang yang masuk ke ruang jiwa tidak akan masuk secara fisik tetapi yang masuk hanyalah jiwanya saja , yang terdengar seperti namanya . dan fisiknya hanya akan terlihat seperti orang yang tidur .


yinlong yang mendengar itu pun diam , tapi dia tidak keberatan karena dia tahu adik keduanya itu tidak tahan dengan suasana sepi dan membosankan seperti ini . tapi dirinya sangat menyukai hal tersebut , dia hanya menginginkan ketenangan tapi tidak masalah jika itu berkaitan dengan keluarganya bahkan jika itu berisik sekali pun.


yinlong hanya memperhatikan adiknya yang sudah melepas tudungnya begitupun dengan dirinya ,menutup matanya dan terlihat tertidur. yinlong mengalihkan pandangannya ke jendela yang sudah tertutup dan perlahan menoleh kembali kedepan dan menutup matanya dengan ketenangan pikiran .yinlong juga memasuki ruang jiwanya tetapi hanya setengahnya saja , dia selalu waspada dan tidak seperti adiknya Huo Huo yang masuk secara menyeluruh.


aku berlalu tanpa disadari , malam yang dingin telah tiba didunia .


bulu mata Huo Huo bergetar , sebelum dia membuka matanya dan melihat atap dari penginapan ini yang terlihat kuno dan elegan. dia membuka matanya sepenuhnya dan segera duduk untuk melihat kakaknya yang sedang duduk dan membuka matanya untuk melihatnya dengan tenang.


setelah saling menatap dengan Tenang, terdengar suara ketukan pintu dan suara 'pelayan wanita multifungsi' itu lagi . tok tok tok "tuan-tuan, waktunya untuk makan malam". suara wanita itu penuh dengan kelembutan .


Huo Huo yang mendengar itupun mengalihkan pandangannya yang semula dan menatap pintu kayu itu yang juga sangat kuno dan elegan. Huo Huo segera menjawab "tunggu sebentar!" lalu beranjak dan pergi untuk berjalan menuju pintu itu . yinlong juga berdiri dan berjalan di belakangnya, setelah Huo Huo menyentuh gagang pintu itu . tudung yang selalu mereka pakai , terpakai secara otomatis .


jadi saat Huo Huo membuka pintu sepenuhnya, 'wanita pelayan multifungsi' itu hanya melihat Huo Huo yang telah memakai tudungnya dan orang dibelakangnya yang sangat tinggi juga memakainya. 'wanita pelayan multifungsi' itu hanya tersenyum , dan senyumnya itu entah kenapa terlihat seperti hanya memperlihatkannya pada Huo Huo tanpa memperdulikan yinlong yang berada di belakangnya .


tapi yinlong hanya mengabaikannya dan tidak mempedulikan nya , dia hanya mengikuti Huo Huo berjalan dibelakangnya tanpa memperhatikan hal yang lain .


setelah berjalan beberapa saat mereka Sampai di bawah dan yinlong dan Huo Huo berjalan menuju meja yang telah di sediakan oleh 'wanita pelayan multifungsi' itu . Huo Huo dan yinlong duduk , Huo Huo memperhatikan saat 'wanita pelayan multifungsi'itu tersenyum padanya dari awal sampai akhir dengan sinar di matanya yang terlihat berusaha untuk di tekan tetapi tetap ada yang memancar .


Huo Huo hanya melihatnya dan wanita itu segera memalingkan muka dengan wajah yang terlihat memerah . meski Huo Huo merasa heran dia tetap mengabaikannya , dan mulai mengobrol dengan kakak pertamanya . meski hanya dia yang berucap banyak hal dan Kakak pertamanya itu hanya menyaut sesekali . meski begitu Huo Huo tidak memperdulikannya dan tetap berbicara banyak hal .


di saat Huo Huo fokus pada berbicara dengan kakaknya , 'wanita pelayan multifungsi' itu kehilangan senyum diwajahnya sedikit demi sedikit dan akhirnya wajahnya tanpa ekspresi dan hanya terlihat bahwa matanya mengandung emosi yang sangat berat .


tapi yinlong hanya melihatnya sekilas yang membuat wanita itu seketika tersentak dan bergetar dengan tidak nyaman . dia selalu merasa bahwa orang itu selalu menatapnya dengan mata yang sangat menyeramkan.


Huo Huo yang sedang mengobrol dengan kakaknya itu pun mengalihkan pandangannya saat merasakan hal itu dan menatap 'wanita pelayan multifungsi' itu dengan heran .


melihat bahwa 'wanita pelayan multifungsi' itu kembali menatapnya dengan tersenyum kembali . Huo Huo mengalihkan perhatiannya pada bagian belakang 'wanita pelayan multifungsi' itu dan melihat bahwa pesanan nya sudah hampir sampai dan sedang berada di jalan .


'wanita pelayan multifungsi' itu menyadarinya dan membalikkan badannya lalu melihat pelayan lain membawa makanan yang dipesan oleh Huo Huo dan segera matanya menjadi gelap dengan alasan yang tidak di ketahui .


'wanita pelayan multifungsi' itu segera berjalan dan 'mengambil alih' makanan itu dengan lembut dan berjalan kearah Huo Huo selangkah demi selangkah.


sesampainya dia di meja Huo Huo dia menaruh makanan itu dengan lembut didepan Huo Huo dan tersenyum pada Huo Huo dengan sangat lembut dan profesional.


Huo Huo mulai merasa ada yang tida beres , mengapa 'wanita pelayan multifungsi' ini mengambil makanan yang dipesannya yang diantarkan oleh pelayan wanita lain? . dan mengapa setelah itu dia hanya berdiri disampingnya tanpa pergi berkerja lagi? apakah dia sudah tidak memiliki pekerjaan lagi? .


meski banyak pertanyaan yang mempertanyakan kenapa 'wanita pelayan multifungsi' ini seperti ini saat bersamanya , dia tetap tersenyum di permukaan dan Mengangguk pada 'wanita pelayan multifungsi' itu dengan pelan.


'wanita pelayan multifungsi' itu seakan tahu kalau orang yang selalu dia perhatikan menatapnya dan tersenyum padanya dengan penuh kelembutan seketika tersenyum cerah dengan semburat kemerahan di wajahnya. dia mengalihkan pandangannya kesamping dan tidak ingin menunjukan matanya yang bersinar dengan berbagai emosi yang kompleks.


Huo Huo mengalihkan pandangannya dari 'wanita pelayan multifungsi' itu ke makanan nya , makanan yang dipesannya sama seperti siang tadi . meski mungkin makanan ini tidak akan membuatnya kenyang itu tidak masalah karena dia sudah cukup kenyang saat dia membuat makanan didalam ruang jiwa nya .


setelah melihat makanan nya selama beberapa saat, Huo Huo mengangkat kepalanya dan melihat kesebrang meja dimana kakanya sedang makan dengan tenang . kali ini kakaknya memesan sendiri makanan nya dan memesan teh herbal dengan sedikit gula dan apel dengan sedikit sirup manis berwarna merah di atasnya .


itu terlihat sangat lezat dan Huo Huo tidak bisa tidak mencuri pandang selama beberapa saat sampai kakanya mengambil satu apel yang mempunyai sirup paling banyak dan meletakkan nya di piringnya sendiri. Huo Huo terdiam beberapa saat melihat piringnya atau lebih tepatnya pada apel yang memiliki banyak sirup merah diatasnya yang terlihat sangat menggugah selera sebel menatap kakaknya dengan malu-malu dan mulai menundukkan kepalanya untuk makan .


sedangkan yinlong yang sedari tadi dipandang 'wanita pelayan multifungsi' itu hanya dengan tenang meminum teh herbalnya sendiri dan memakan makanannya yang sehat dengan perlahan.


'wanita pelayan multifungsi' itu menatap kosong pemandangan didepannya dimana yinlong memberikan makanan nya sendiri pada Huo Huo dan menundukkan kepalnya dengan tenang . tetapi tangannya yang terkepal memegang sudut bajunya hingga kusut mengkhianati pemiliknya .