
"grawrr!....(akhirnya bertemu!)" xiao Bai
...----------------...
pohon yang menjulang tinggi dengan dedaunan yang lebat dan hijau dengan beberapa burung yang hinggap dan saling berbunyi seolah mereka sedang berkomunikasi, menambah kesan yang tenang dalam hutan yang damai ini .
di dalam pohon yang besar dengan lubang menganga yang lebar ujung dari kepala berbulu mencuat keluar , itu berwarna kuning gelap dengan beberapa bercak hitam .masih dengan tenang berbaring dan tak bergerak , seakan menjelajahi mimpi yang indah dan enggan untuk bangun kembali .
setelah beberapa saat seekor kumbang hinggap di ujung telinga berbulunya dan telinga itu bergetar dengan mengusir kumbang itu untuk pergi , terbang menjauh . sedangkan dirinya masih berbaring dan tak bergerak untuk beberapa saat.
srak..!
seakan teringat sesuatu kepala yang mencuat itu tersentak sesaat dan segera bangun dan melompat keluar . setelah melompat keluar barulah terlihat seperti apa dan apa dia sebenarnya .
ternyata dia adalah seekor macan tutul dengan warna kuning gelap dengan banyaknya bercak hitam menghiasi tubuhnya , dengan tubuh tegap dan gesit dia berlalu menuju kedalaman hutan tempat nya selalu menunggu 'penyelamatnya' .
saat berlalu dia tidak sengaja melihat sebuah buah yang terlihat bisa di makan , dia mengambilnya menggunakan mulutnya bukan untuk di makan tapi untuk di bawa ke tempat 'itu' .
setelah mengambil buah itu dia mulai berjalan kembali menyusuri hutan yang sepi , meski begitu dia tidak pernah menurunkan kewaspadaannya. dia tahu bahaya akan datang kapan dan dimana saja , dia tidak boleh lengah dan lemah . dia harus kuat untuk menjaga semuanya , dan menjadi pedang dari 'penyelamatnya'.
selama kejadian itu saat dirinya yang masih kecil di selamatkan oleh 'penyelamatnya' dia bertekad untuk menjadi kuat . dan selalu mengunggu kesempatan untuk bertemu kembali dengan 'penyelamatnya' , dia sangat menantikannya .
setelah mengambil beberapa 'barang' yang terlihat bisa di makan dia berjalan ke tempat nya biasa menunggu. meski dia adalah hewan tentu dia tahu dia adalah hewan, dia memiliki sedikit kecerdasan . mampu untuk berpikir sebelum bertindak , dan tidak menjadi ceroboh. dia memanfaatkan kecerdasan nya untuk tidak terburu buru dan ini juga membuat nya bertahan sampai saat ini .
sampai hari ini , dia berdiri di tengah ruang yang kosong tapi memiliki berbagai 'benda' yang ia bawa , melihat bahwa tidak ada pergerakan dia pergi untuk mencari 'benda' lain .
dia pergi menelusuri hutan tidak jauh dari sana , karena memudahkannya untuk bertemu dengan 'penyelamatnya' jika 'penyelamatnya' itu keluar . dia tahu bahwa 'penyelamatnya' itu berada di tempat yang tidak bisa dilihat oleh nya . jadi dia hanya menunggu .
dia bisa sampai pada tempat ini , tentu saja karena aura dari 'penyelamatnya' tapi aura itu semakin memudar yang membuatnya agak cemas .
sampai saat ini dia tiba-tiba merasakan aura itu menguat tiba-tiba , yang membuatnya menjatuhkan barang yang ada di mulutnya. dan bergegas berlari dengan liar menuju aura itu berasal.
selangkah sebelum tiba karena ada pohon besar yang menghalangi pandangan nya dia melihat sebuah kaki ramping yang kuat dengan tegas menapak ke tanah . kaki itu di selimuti dengan sepatu yang berwarna putih keperakan dengan beberapa kelap-kelip yang tidak bisa di abaikan yang menambah kesan 'indahnya' .
di ikuti dengan kaki yang lain dan bagian bawah tubuh yang di selimuti hanfu berwarna perak yang panjang dengan beberapa rambut yang berkilau perak mengikuti.
bagian atas adalah dada bidang yang kokoh dengan bahu lebar dan pinggang sempit dan wajah yang sangat menawan , tegas dan dingin. itu membawa keindahan yang sangat aneh , yang sangat indah dan memabukkan .
setelah beberapa saat dia terpana dia berlari kembali dengan sangat cepat menuju kesana . dan dia melihat ada orang di sisinya , bukan tapi di depannya . dia sangat berbeda dengan 'penyelamatnya' yang dingin dia sangat panas seperti matahari .
dengan kaki yang ramping dan panjang yang dibalut dengan sepatu yang berwarna oranye kelam dengan pinggiran yang bersinar seperti emas . hanfu yang melilit bagian bawah tubuhnya juga panjang dengan beberapa rumbai yang tidak terlalu mencolok dan tubuh yang tangguh dan ramping dengan bahu lebar dan pinggang yang agak sempit , pakaiannya seperti bagian dari tubuhnya karena begitu ketat dan menunjukkan lekuk tubuhnya . dengan otot-otot yang kuat yang tidak berlebihan sama sekali.
wajah yang beberapa poin tegas yang sama dengan 'penyelamatnya' dengan kulit gandum yang sehat . saat dia tersenyum satu gigi taring akan terlihat .dia sangat imut dan kuat .
orang itu berjalan di depan 'penyelamatnya' dan banyak berbicara . sampai dia berhenti di depan mereka berdua dan mulai memperhatikan mereka , atau lebih tepatnya 'penyelamatnya' . dia melihat mereka berdua menoleh atau lebih tepatnya hanya orang yang berada di depan 'penyelamatnya' yang menoleh , sedangkan 'penyelamatnya' itu hanya meliriknya dengan mata tanpa emosi yang sangat kosong dan dalam . seperti jurang es yang sangat dingin hingga mampu membekukan nya , tapi dia melihat mata itu sebagai cahaya harapannya .
dia hanya berdiri di depan nya dan melihat nya dengan mata penuh harapan . dia berharap semoga 'penyelamatnya' dapat melihatnya walau hanya sekilas , dia sangat mengaguminya . dia ingin menjadi pedangnya , bawahannya , dan orang terdekatnya . yang terpenting adalah dia selalu berada di sisinya .
saat ini dia melihat pemuda yang berada di depan 'penyelamatnya' berjalan kearahnya , tapi bahkan 'penyelamatnya' tak bergerak sedikitpun seperti patung yang tak bernyawa sangat dingin dan kaku . tapi 'penyelamatnya' masih melihatnya dengan matanya , dia masih sangat senang .
entah apa yang dikatakan orang di depannya dia tidak tahu karena walaupun dia memiliki sedikit kecerdasan itu hanyalah 'sedikit' saja , tidak bisa di bandingkan dengan kecerdasan manusia binatang karena dirinya hanyalah binatang.
sepertinya orang ini menyadari sesuatu dan segera berhenti mengoceh padanya dan melihat kebelakang pada 'penyelamatnya' berdiri, lalu berdiri di samping 'penyelamatnya'. itu adalah posisi yang selalu dia impikan , walau dia baru melihat 'penyelamatnya' lagi . setelah 'penyelamatnya' itu menyelamatkannya dulu . dia sudah memiliki hal itu di dalam dirinya , bagaimanapun itu adalah waktu yang lama .
melihat bahwa orang itu berbisik dengan sangat pelan hingga tidak bisa terdengar di telinganya , itu sangat aneh . bagaimanapun dirinya memiliki pendengaran yang tajam bagaimana dia tidak bisa mendengar apa yang dibicarakan nya? .
tapi dia tidak peduli dan mulai berjalan menuju 'penyelamatnya' selangkah demi selangkah , seolah-olah saat dia menginjak tanah dia membawa banyak beban yang berat . dia hanya melihat ke bawah tanpa melihat mata 'penyelamatnya' dia tidak ingin merusak kehormatan 'penyelamatnya' , dia selalu ingin mempertahankan nya , bagaimana pun caranya .
dia hanya menunduk sampai pada kaki org itu dan bersujud dengan sekali sentak , tidak ada keraguan sama sekali . dia benar-benar ingin menjadi bagian dari dirinya , menjadi bagian dari orang terdekatnya, dan juga menjadi bawahannya dan pedangnya.
dia tidak peduli mau dia dijadikan tameng daging atau semacamnya , dia benar-benar tidak peduli . yang hanya dia pedulikan hanyalah sebuah pertanyaan . 'apakah 'penyelamatnya' akan menerimanya?' . dia berharap itu adalah jawaban yang positif.ya.
entah sudah berapa lama dia bersujud tapi dia tidak akan pernah mengangkat kepalanya jika 'penyelamatnya' tidak memerintahkannya , dia hanya akan mendengarkannya tidak dengan siapapun kecuali dirinya.
entah sudah berapa lama waktu berlalu dengan di temani angin yang sesekali menerbangkan daun dan tanah menuju dirinya , tapi drinya tidak peduli . mau kotor ataupun tidak dia akan selalu melakukannya. ini adalah pengabdiannya, ini adalah bukti kesetiaan nya. dia tidak peduli apapun kecuali orang di depannya , dia selalu menjadi pengecualian dari segalanya.
hutan ini sepi dengan hanya bunyi beberapa hewan, bahkan yang dekat terasa jauh . sampai dia mendengar suara berat bariton dan dingin di atas kepalanya yang berkata padanya dengan sangat singkat dan padat .
"bangun"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
author memiliki banyak kesibukan dan tidak terlalu memperhatikan novel ini , author sangat minta maaf 🙏🏻.