Transmigrated To Another World With My Family

Transmigrated To Another World With My Family
bab. 41 di abaikan



mereka terbang dan sesekali Huo Huo ataupun Didi akan turun terlebih dahulu untuk sekedar makan ataupun beristirahat, sedangkan yinlong hanya mengikuti saja keduanya. mereka telah melewati hutan, gunung dan juga sebuah lembah. sekarang saat perjalanan mereka bertambah satu gumpalan rubah merah dengan dua telinga runcing dan kedua kakak Didi yang memiliki aura suram di sekelilingnya.


"sudahlah kakak-kakakku~, apa salahnya membawa rubah kecil ini?. dia sangat kasihan, berada di sebuah gunung sendirian". Didi sedang terbang dan memelas pada kakak-kakaknya, dengan gumpalan merah di pelukannya.


ya, rubah itu berada di sebuah gunung dan memang sendirian. maksudnya sendirian dari arti hanya ada satu rubah merah di sana dan hewan-hewan lain dari ras yang berbeda tentu saja ada. saat melewati gunung itu Didi mendengar suara rubah kecil itu yang merengek, yang terdengar menyedihkan. tentu saja kedua kakaknya mendengarnya, hanya saja mereka berdua tidak perduli dengan itu. tapi karena adik mereka bersikeras, akhirnya mereka menurutinya dan berakhirlah seperti ini. adiknya mulai mengabaikan mereka berdua dan terus bermain dengan rubah itu, yang membuat mereka berdua kesal.


Huo Huo berdecak dan terbang lebih cepat, tentu saja dia tidak terbang terlalu jauh dari adiknya itu. sedangkan yinlong juga berada sedikit jauh di belakang adiknya.


Didi hanya bisa terus terbang tanpa daya di tengah-tengah kedua kakaknya yang lumayan jauh darinya, tetapi tetap saja. itu namanya menjaga jarak, dia merasa sedih. terkadang kedua kakaknya bisa lebih implusif darinya dan saat menghindarinya pasti memiliki waktu yang lama, kedua kakaknya lebih keras kepala darinya.


entah berapa lama saat mereka melihat daratan rumput yang luas, dan juga hijau di mana-mana. Didi sudah merasa frustasi saat membujuk kedua kakaknya dan meminta maaf pada kedua nya, tapi tetap saja keduanya mengabaikannya seolah tidak ada. itu membuatnya sangat terluka, lain kali dia tidak akan melakukannya lagi- tidak, tidak akan ada lain kali. dia sudah cukup dengan semua ini.


saat ini dia memandang kedua kakaknya yang menghadapkannya dengan punggung keduanya yang tinggi dan kokoh, juga dingin dengan acuh tak acuh dengan frustasi yang terlihat jelas dan tidak di sembunyikan. dia tahu semakin dia menyembunyikan nya, semakin lama kakak-kakaknya akan acuh tak acuh dengan nya. terkadang membutuhkan emosi yang jelas untuk membuat keduanya kembali berpaling, meski keduanya saat ini sangat acuh tak acuh padanya, dia yakin keduanya pasti akan berbalik tidak lama setelah ini.


didi tersenyum dengan mata sayu, hanya karena dia mengambil seekor rubah keduanya menjadi seperti ini. dia bisa mengerti kalau keduanya hanya ingin di perhatikan walau hanya sebentar, tapi dia hanya memperhatikan rubah ini sebentar dan semua perhatiannya hanya tertuju pada kedua kakaknya setelah itu. apakah ini tidak cukup?, dia hanya bisa tersenyum kecut dan melihat kebawah pada daratan hijau di bawah dengan pandangan kecut.


Huo Huo memandang kedepan dengan datar, dia merasa kesal karena di abaikan seperti itu apalagi dia sudah banyak bicara tapi Didi tetap mengabaikannya. merasakan suasana hati adiknya yang tertekan dia mengabaikan nya, dia harus tegas pada adiknya sesekali meskipun itu terdengar implusif hanya karena rubah. tapi tetap saja, adiknya harus selalu memiliki kesadaran yang jelas setelah ini.


yinlong melihat kebawah pada sebuah desa kecil tidak jauh dari sini dan terbang dengan acuh tak acuh dan dingin untuk turun diikuti oleh Huo Huo tidak jauh, Didi menyadarinya dan segera terbang untuk mengikuti hanya saja saat dia semakin dengan dengan keduanya keduanya akan kembali menjauh pada jarak yang telah di tetapkan keduanya sedari tadi.


Didi hanya bisa menggigit bibir bawahnya dengan sedih, dia mengepalkan satu tangannya yang tidak memegang rubah yang sedari tadi selalu dalam pelukannya dalam diam tanpa banyak bergerak, tetapi sesekali akan bergetar karena menjulurkan kelapanya dari lengan Didi. sepertinya takut ketinggian, Didi mengelusnya dan menatapnya dengan pandangan suram dan rumit juga bimbang. dia ingin membuang rubah ini saat ini juga untuk mendekati kedua kakaknya, tapi dia tidak tega. apa lagi yang harus di lakukannya?.


saat keduanya turun, tanpa menunggu ataupun menoleh kebelakang keduanya kembali berjalan dengan penampilan menyamarnya yang seperti biasa dengan dingin. Didi mengikuti dalam diam, dia selalu menunduk selama perjalanan menahan air mata yang akan tumpah karena di abaikan. dia menggigit bibir bawahnya dengan erat untuk menjegah isakan nya terdengar, tapi beberapa tetes air mata lolos dari matanya bulat yang merah dan terkulai kebawah dengan bulu mata yang panjang terkulai seperti sayap kupu-kupu yang hinggap.


Didi menghapusnya dengan satu tangan perlahan dan mengangkat kepalanya untuk melihat kedua kakaknya yang tetap ada pada jarak itu, dia hanya bisa menguatkan dirinya sendiri terlebih dahulu mengingat kedua kakaknya pasti akan berbicara dengannya lagi setelah ini. Didi tersenyum kembali mengingat hal itu, hanya saja sudut matanya masih merah karena menahan tangis yang terlihat sedikit tidak berdaya.


berbeda dengan sebelumnya kali ini mereka memiliki kamar masing-masing, Didi masuk ke kamarnya sendiri dan menaruh rubah itu dan memberinya buah apel yang dia dapatkan di hutan. saat rubah itu makan, dia berjalan ke kasur dengan linglung. memikirkan apa yang terjadi saat ini, dia memandang keluar pada jendela tidak jauh dan melihat matahari yang sudah setengah terbenam. diam-diam air mata mengalir dari sudut matanya, tetapi air mata itu tidak mau berhenti saat dia menghapusnya dengan kasar.


hatinya sangat sakit, mengingat bahwa dia dan kedua kakaknya bahkan belum berbaikan dan kedua kakaknya sepertinya benar-benar merajuk padanya untuk waktu yang lama. dia membenamkan wajahnya pada kedua lututnya dan menangis dalam diam, bahunya bergetar karena tangisnya.


...----------------...


disisi lain kamar, Huo Huo meninju dinding dengan keras tanpa kekuatan untuk tidak membuat keributan dan kerusakan yang tidak berarti. dia merasa dia harusnya meminta maaf pada adiknya sekarang, hanya saja adiknya harus di hukum untuk apa yang dia lakukan. dia berjalan menuju jendela tidak jauh dan memejamkan matanya untuk merasakan angin yang menerpa wajahnya, dia merasakan perasaan adiknya yang sakit dan tertekan. dia tahu adiknya pasti sedang menangis, dia ingin segera datang kesana untuk membujuknya. tapi lagi-lagi dia mengingat bahwa dia harus memberi adiknya itu hukuman, dia membuka matanya dengan keras dan mengepalkan tangannya erat sampai urat-urat tangannya terlihat.


karena itu dia kembali ke kasurnya dengan langkah berat, ingin segera mengakhiri semua ini dan membujuk adiknya segera. dia berbaring di kasurnya sendiri dan menutup matanya untuk menenangkan diri dan tertidur tidak lama setelahnya, walau dia selalu tidak merasa nyaman dan bahkan sesekali dia akan terbangun.


...----------------...


yinlong duduk di kasurnya sendiri, dan memandang kedepan dengan dingin. berbeda dengan ekspresi nya yang dingin tangannya yang di letakkan di atas kakinya terkepal dengan erat sampai-sampai darah terlihat di celah-celah nya. tapi seakan tidak merasakannya tangannya tetap terkepal, hingga akhirnya dia menundukkan kepalanya dan menatap tangannya yang berdarah dengan dingin.


hati yang sakit dan tertekan, dia bisa merasakannya. adiknya juga menangis dengan menyedihkan sendirian tidak ada yang membujuknya, dan dia hanya akan diam untuk membuat adiknya itu menyadari masalah dari ini.


dia tidak suka di abaikan walau hanya sedikit saja, yinlong memejamkan matanya dan bersila untuk kembali berlatih untuk menenangkan dirinya. dia tidak boleh mengakhiri nya dengan cepat, dia harus bersabar dengan semua ini. walau pada akhirnya dia akan mendapatkan hukuman dari ibunya, dia sama sekali tidak peduli. itu hukuman yang sama sekali tidak berarti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mendadak di tengah perjalanan kebuntuan ide, tiba-tiba inspirasi datang entah dari mana. buru-buru nulis, takutnya lupa.


jangan lupa like dan komen untuk meninggalkan jejak~ 💅