
Karena ini masih malam , Huo Huo tertidur tanpa sadar saat sedang bermalas-malasan. yinlong menutup buku yang dia baca dan dengan lembut menurunkannya di samping tempat tidur.
dia berdiri dan menoleh untuk melihat adiknya yang tertidur dengan posisi kaki menempel di tembok dan tubuh bagian bawah terentang di kasur dengan rambut yang berantakan, yinlong menatapnya dan perlahan-lahan yinlong menaikkan satu kakinya di samping kasur dan mengulurkan tangannya dan perlahan membenarkan posisi tidur adiknya.
tetapi Huo Huo tetap tidur terentang memenuhi seluruh kasur yang harusnya bisa di tiduri oleh dua pria besar, tapi yinlong tidak peduli.
setelah melakukan ini dia berjalan ke arah meja dan kursi yang merasa di dekat jendela lalu duduk dengan tenang, setelah duduk dia mengangkat satu tangannya dan buku yang tadinya berada disamping tempat tidur berada dalam tangannya dalam sekejap dan yinlong membaca kembali dengan tenang.
sampai tengah malam, dia menurunkan buku itu pada pangkuannya dan menatap Huo Huo yang tidur dengan tidak jujur.
dengan selimut yang terjatuh dari tempat tidur dan bantalnya yang berada di samping tempat tidur, yinlong bahkan tidak menghela nafas dan perlahan berjalan ke tempat tidur. membenarkan kembali posisi tidur Huo Huo dan memberinya selimut, lalu yinlong berjalan kearah kursi dan duduk dengan tenang dan perlahan menutup mata dengan buku di atas meja.
skip, pagi harinya.
entah ayam siapa yang berkokok , Huo Huo membuka matanya dengan kesal. dia sangat mengantuk dan berniat untuk tidur kembali saat dia mendengar ketukan pintu dan suara tiga gadis kemarin.
"tuan-tuan hu, waktunya untuk sarapan~". diiringi dengan keheningan. jelas Huo Huo tahu mereka berada di depan pintu dan menunggu, karena tidak ada suara langkah kaki menjauh.
dia mengangkat tubuhnya dengan enggan dan berkat dengan suara serak, "baiklah, tunggu sebentar". dan sepertinya dia mendengar jeritan terendam. tapi kali ini Huo Huo tidak memperdulikannya, karena dia sangat malas dan masih sangat mengantuk.
setelah mencuci muka dia melihat kakaknya sedang duduk di kursi, jadi dia berjalan kearah kakaknya dan berdiri di sampingnya.
"kakak pertama, apakah kau tidur?". dia tidak merasa kakak tidur sama sekali, jikalau pun tidur, lalu mengapa dia selalu membaca buku?.
"tidur". Huo Huo meliriknya dan menghilangkan bukunya untuk di simpan di ruang jiwanya.
Huo Huo tidak bertanya lagi dan berjalan ke pintu diikuti oleh kakaknya. saat di memegang gagang pintu, seperti biasa tudungnya akan terpakai secara otomatis. sebelum Huo Huo membuka pintu dia berkata pada kakaknya tanpa menoleh,.
"kakak pertama, aku ingin melepas tudungnya". segera jawaban yinlong yang dingin dan singkat terdengar.
"tidak". Huo Huo mendengus sebal dan menarik pintu dengan keras, jelas sengaja untuk memperlihatkan ketidakpuasan nya. tapi yinlong hanya memperhatikan dan tidak peduli , dasar es batu ini.
sedangkan tiga gadis yang menunggu di luar terkejut dengan suara pintu dibanting, berpikir bahwa tuan-tuan hu itu terganggu karena di bangunkan mereka segera membungkuk dan akan mengucapkan permintaan maaf saat tuan hu Jintao berbicara dengan keras.
"hei!, apa yang kalian lakukan!?". Huo Huo berkata dengan mata melebar dan mulut menganga , dia mengulurkan kedua tangannya untuk membuat ketiga gadis itu kembali berdiri. suasananya sangat canggung, Huo Huo bingung dengan apa yang terjadi. sedangkan yinlong tahu dengan hanya sekilas, salah paham.
"tidak apa, aku tidak marah pada kalian!. aku hanya sedang kesal pada kakakku saja!" . terkadang di saat mendesak Huo Huo bisa menjadi peka, jadi apakah ini saat mendesak?.
ketiga gadis itu saling melirik dan mengangguk pada Huo Huo. setelahnya mereka kebawah dan Huo Huo serta yinlong menuju meja yang sepeti biasa sudah disiapkan, ketika mereka duduk pelayan yang membawa menu datang.
Huo Huo memesan sesuatu yang manis dan yinlong hanya memesan teh herbal dengan sedikit gula, tidak masalah apakah itu pahit dia menyukainya.
karena dia tidak boleh terbuai oleh rasa manis, apalagi rasa manis itu adalah palsu. pahit lebih baik, itu selalu mengingatkannya kepada kepahitan dunia. Huo Huo juga tahu alasan kakaknya tidak memakan sesuatu yang terlalu manis tapi dia tidak peduli, karena dia hanya ingin bersenang-senang saja.
mereka makan dan minum dengan tenang, saat tiba-tiba ada rombongan besar yang menghebohkan seisi penginapan.
Huo Huo mendengar ada yang berbisik-bisik di sampingnya, "hei,lihat. bukankah itu bangsawan Li?, dia kesini lagi." yang diajak berbisik menjawab dengan berbisik dan antusias.
"ya!, tapi dia masih tidak membawa kucing hitam besar itu. aku benar-benar ingin melihatnya!" "ya!, dikabarkan bahwa dia sangat lucu!" dll.
sepertinya bangsawan ini memiliki reputasi yang tinggi karena adiknya, Huo Huo masih bangga di saat seperti ini memikirkan bahwa itu adalah adiknya yang lucu yang membawa keberuntungan bagi orang lain- tunggu, orang lain?
adik kecilku yang lucu membawa keberuntungannya kepada orang lain??, oh betapa beraninya~ lihat saja begitu bangsawan Li ini sendirian dia akan menakutinya sampai mati.
Huo Huo tersenyum menyeringai dengan aura gelap diwajahnya, sedangkan bangsawan Li yang sedang membicarakan sesuatu dengan pemilik penginapan ini tiba-tiba bergidik dan berkeringat dingin dengan misterius.
Huo Huo berhenti menyeringai saat kakaknya menatapnya, dia menoleh dan melihat bangsawan Li yang sering dibicarakan. ternyata bangsawan Li ini memiliki sayap putih di punggungnya, apakah dia semacam burung? Huo Huo menyipitkan matanya.
apakah itu dara-laut atau Malurus leucopterus?, atau hal lain? Huo Huo mengangkat sebelah alisnya dan berpikir serius dengan sebelah tangan memegang dagunya. dia khirnya menyerah berpikir dengan serius dan menoleh pada kakaknya yang sedang menikmati tehnya.
"kakak pertama~, jenis burung apa itu bangsawan li~?". dengan tubuh yang condong ke kakaknya, dia mulai memelas untuk mendapatkan jawaban.
yinlong meliriknya dari balik kain dan memberinya jawaban setelah meneguk seteguk lagi teh herbal. "angsa".
Huo Huo membeku dan duduk kembali dengan tegak, dan berpikir dengan keras. bangsawan Li adalah angsa? angsa putih memiliki bulu yang indah tetapi tidak bisa terbang, tidak sepetinya dan kakaknya yang bisa terbang walau bukan jenis burung. dengan kesimpulan itu, Huo Huo masih sangat bahagia dan menusuk buah didepannya dan memakannya dengan nikmati.
berpikir dengan bahagia. 'bangsawan Li punya sayap putih, tapi tidak bisa terbang~'. dan mengulanginya beberapa kali dalam pikirannya. jika bangsawan li tahu apa yang dipikirkannya, dia mungkin akan mengutuk dan memarahi orang. jelas dia membenci hal itu, mengapa dia menjadi angsa yang memiliki sayap tetapi tidak bisa terbang?.
author berkata: itu adalah takdirmu~.