Transmigrated To Another World With My Family

Transmigrated To Another World With My Family
bab.37 kota [5] dan bangsawan Li [3]



setelah menempuh perjalanan yang membosankan, Huo Huo akhirnya bisa menghirup nafas dengan bebas saat turun dari kereta kuda itu. dia perlahan berbalik dan melihat kakaknya yang sedang turun dari kereta kuda dengan elegan, Huo Huo menatapnya sebentar dan perlahan berjalan di sisi kakaknya setelah kakaknya itu turun dari kereta kuda.


setelahnya dia melihat kearah rumah- tidak kediaman yang besar di depannya, itu terlihat seperti sebuah vila yang kuno dengan warna yang condong ke warna gelap. Huo Huo menatapnya sebentar sebelum berkata pada kakaknya dengan iri.


"lihatlah kakak pertama, bangsawan Li ini mempunyai Vila yang bangus. aku juga ingin". Huo Huo tidak merendahkan suaranya hingga kedua penjaga yang menjaga gerbang kediaman bangsawan Li dan kedua prajurit itu juga bisa mendengarnya.


mereka berpikir kediaman ini pasti membutuhkan banyak uang kalian pasti tidak akan bisa membelinya, dan apa itu vila?. tentu saja mereka hanya memikirkannya dan tidak mengucapkan nya. kedua prajurit itu berkata pada kedua penjaga gerbang bahwa ini adalah orang yang di cari oleh tuan, kedua penjaga itu menatap Huo Huo dan yinlong secara bergantian dan melihat pakaiannya yang polos. berpikir bahwa keduanya sangat miskin dan tidak layak untuk di cari, mengapa tuannya mencari mereka?.


keduanya mempersilahkan Huo Huo dan yinlong untuk masuk ke gerbang. saat masuk kedalam Huo Huo melihat jalan setapak yang bercabang dua, yang satu menuju taman yang satunya lagi menuju kediaman yang terlihat seperti vila itu. jalan setapak ini di hiasi oleh bunga-bunga yang berwarna-warni di kedua sisi nya. Huo Huo menatap nya dengan penasaran tanpa menyembunyikannya, kedua penjaga itu melihat perilakunya itu dan merasa sedikit jijik tanpa alasan, dasar orang rendahan pikir mereka berdua. tapi mereka masih mempertahankan ekspresi nya yang sopan.


tentu saja Huo Huo dan yinlong menyadari hal itu, walau Huo Huo merasa marah dia tidak gegabah. lagipula dia akan bertemu adiknya Didi, memikirkannya saja sudah membuatnya senang.


setelah menuntun mereka untuk berjalan menuju pintu kediaman itu, mereka diam di depan pintu itu dan perlahan berkata dengan tegas dan menunduk.


"tuan, kami telah menjemput kedua tuan ini!". perlahan pintu besar yang tertutup itu terbuka, menampakkan isi di dalamnya. Huo Huo menatap furniture yang kuno tapi elegan di dalamnya dan merasa iri lagi, dia pasti akan membuat yang lebih indah dan besar di masa depan.


setelahnya seorang pelayan tua yang di yakini adalah kepala pelayan datang dan berdiri di depan pintu, seluruh orang memancarkan aura tua dan kuno. dengan rambut panjang sepundak yang di ikat dan berwarna putih uban, dan wajah keriput yang selalu di hiasi senyuman sopan dan lembut.


dia menyapa Huo Huo dan yinlong dengan sopan, dan mundur untuk mempersilahkan keduanya masuk. Huo Huo dan yinlong masuk sedangkan kedua penjaga itu kembali ke gerbang untuk kembali melakukan tugasnya.kepala pelayan tua itu berkata dengan sopan pada dua tuan di depannya.


"silahkan, ikuti saya". dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya. Huo Huo mengangguk ringan dan mengikuti kepala pelayan tua itu dengan kakanya yang berwajah datar.


sepanjang jalan sangat sepi dengan beberapa pelayan yang berlalu lalang dan menyapa kepala pelayan tua dengan sopan dan dibalas oleh ucapan ataupun senyuman sopan dari kepala pelayan tua.


setelah hampir sampai pada tempat itu, atau tepatnya di mana keberadaan adik mereka semakin kuat dan kuat. Huo Huo akan langsung menerobos jika tidak di ingatkan oleh kakanya menggunakan telepati.


setelah mencapai pintu itu, mereka diam terlebih dahulu dan Huo Huo memandang kepala pelayan tua yang diam di pintu selama beberapa detik sebelum kepala pelayan tua itu berkata dengan sopan.


"tuan Li ,tidak suka keributan". ucapnya tidak jelas, Huo Huo sedikit mengerutkan kening dan berkata dengan kasar.


"apa!?". dia sangat tidak sabar untuk bertemu dengan adiknya dan sekarang orang tua ini menghalangi jalannya.


"tuan Li, tidak suka keributan". kepala pelayan tua itu berkata tanpa menoleh kebelakang. mengabaikan Huo Huo yang memiliki ekspresi kesal, 'kau pikir aku akan membuat keributan?!, jika iya pun. apa urusannya dengan mu? dasar pria tua!'. Huo Huo menyeringai.


bagai tahu apa yang dipikirkannya, yinlong bertelepati padanya.


, 'bersikap sopanlah'. Huo Huo hanya bisa menekan kekesalannya dengan patuh.


setelah kepala pelayan tua itu membuka pintu dengan decitan, dia membungkuk ke arah ruangan dan berkata dengan sopan.


"tuan, tamu-, tuan-tuan yang anda cari sudah sampai". bagai mendapat kode, dia berhenti di tengah-tengah yang membuat Huo Huo merasa terhina karenanya. lupakan asal dia masih di sebut tuan, dan bukannya putri pikir Huo Huo dia sedikit menghela nafas berat yang penuh dengan kekesalan.


mereka mendengar suara akrab itu berkata dengan keras dan remeh.juga penuh kesombongan. "hmmp, biarkan mereka masuk!".


setelahnya kepala pelayan tua itu menunduk kembali dan mundur untuk memberi jalan keduanya, dia menatap mereka dengan sopan tetapi kedalaman matanya memiliki arti tertentu yang tentunya bukan hal yang baik. Huo Huo meliriknya dan berjalan kearah pintu itu dan masuk diikuti oleh yinlong.


setelahnya pintu itu ditutup kembali oleh kepala pelayan dengan pelan, Huo Huo menatap apa yang di depannya tanpa berkedip dan bahkan yinlong juga memandang kedepan dengan pandangan biasanya tetapi kedalaman matanya memiliki sedikit kejutan.


mereka menatap apa yang ada di depan mereka, atau di sebrang mereka. tepat pada kandang besar dengan berbagai daging dan air lalu gumpalan hitam kecil yang memberontak kesana-kemari di dalamnya.


bangsawan Li yang berada tepat di samping kandang besar itu berusaha untuk membuat gumpalan hitam kecil itu diam, tidak hanya gumpalan itu diam bahkan mulai menjauhinya. bangsawan Li memiliki raut wajah kesal yang tidak di sembunyikan.


dia berdiri tanpa memandang dia orang yang memandang kandang di depannya, dan menendang kandang besar itu dengan keras dan mengutuk dengan suara yang keras.


Huo Huo memandang kosong apa yang dilakukan oleh bangsawan Li itu dan gumpalan hitam itu yang terlempar kesudut kandang dengan keras. setelahnya seolah tidak bisa menahan semua ini, hawa di sekitarnya mulai memanas dengan Huo Huo sebagai pusat.


Huo Huo mengangkat tangannya dan mengarahkannya pada bangsawan Li dengan Akuran, lalu sebuah semburan api merah menuju bangsawan Li yang ada di sana.


BAGGH...! SHhhh...


"beraninya kau!, orang rendahan ini melawanku!!". dia berkata dengan wajah berkerut kesal. Huo Huo mendengus marah dan akan mulai menyerangnya kembali saat ada suara tabrakan dari sisi bangsawan Li.


dia menoleh segera dan melihat gumpalan hitam kecil itu mulai kembali menabrakkan tubuhnya untuk membuka pintu kandang ini, bangsawan Li berdecak kesal lalu menyeringai dan berjalan kearah sana tanpa menghilangkan perisai anginnya.


dia berjongkok di depan pintu kandang itu dimana gumpalan hitam kecil itu masih menabrak kan tubuhnya. dia membelai letak kunci dari pintu kandang itu dan berkata dengan menyeringai.


"apakah kau ingin menyerang mereka yang menyerang tuanmu?" tanpa menunggu jawaban dari gumpalan itu dia menjawabnya sendiri tanpa peduli .


"anak baik". setelahnya dia membuka pintu kandang itu, dan mengambil secara paksa gumpalan hitam itu dengan kedua tangannya.


dia berdiri dan memegang gumpalan hitam itu dengan satu tangan, yang tepat di belakang leher gumpalan hitam itu yang membuatnya diam. tetapi masih ada beberapa perjuangan yang dilakukan, bangsawan Li tersenyum pada Huo Huo dan yinlong dari sebrang dan mulai menjatuhkan gumpalan itu dengan acuh tak acuh.


sembari berkata dengan penuh senyuman. "ayo, lakukan untuk tuanmu ini". tetapi sedetik kemudian dia terdiam dengan senyumannya yang masih bertengger.


itu karena, gumpalan kecil itu perlahan berubah menjadi besar dan menjadi benar-benar besar dan hampir setengah dari ruangan ini terisi. dengan bulu hitam mengkilap dan tubuh yang ramping dan gesit, ekor yang panjang dan telinga kecil yang bertengger di kelapanya yang juga hitam dan mata Emas pekat yang menunduk menatap kedua manusia di depan pintu yang terdiam.


senyuman bangsawan Li menjadi semakin lebar dan menjadi seringai, dia sangat senang dengan perubahan ini dan berpikir bahwa kucing- macan kumbang yang dia besarkan akan menyerang kedua orang itu.


tetapi sesaat kemudian dia terpental dengan keras ke tembok kayu di belakangnya dan memuntahkan seteguk darah, dia masih tersenyum. dan perlahan senyuman itu Mereda sedikit demi sedikit dia berkata dengan tajam dan pandangan kedepan pada macan kumbang itu yang menatapnya dengan tajam di depan keduanya.


"apa yang kau lakukan pada ku?!!". dia berkata dengan satu tangan mengusap darah yang ada di sudut bibirnya dengan kasar.


seakan takut dengan teriakannya macan kumbang itu dengan cepat berjalan kearah dua orang itu dan mengecilkan tubuhnya seperti semula dan melompat pada pangkuan orang yang didepan dan di Sampit dengan baik dengan pelukan.


macan kumbang itu atau Didi dengan berani dan manja menyusup kedalam baju kakak nya menuju dada bidangnya. dan mulai mengerang dan menggigil seolah takut dengan auman bangsawan Li.


Huo Huo menunduk dan melihat adiknya Didi yang menggigil dalam pelukannya dan mengusapnya dengan nyaman, dia mengangkat kepalanya dan menatap bangsawan Li yang tercengang dan kesal dan tersenyum penuh kemenangan walau tidak akan terlihat karena terhalang di balik kain penutup.


tapi seakan merasakan nya, bangsawan Li memandang Huo Huo dengan kesal. dan mulai membentuk sebuah pisau angin di sekitarnya dan menyerang kedua orang itu dengan cepat.


tetapi yinlong membuat sebuah perisai di sekitar mereka yang terlihat tipis tapi sebenarnya sangatlah kuat, bahkan serangan berturut-turut darinya tidak membuat sebuah retakan sekecil apapun.


dia berjalan dan berdiri di samping Huo Huo dan memandang gumpalan kecil hitam di pelukannya, walau mereka tertutup kain itu tidak menghalangi mereka untuk melihat dunia luar.


seakan merasakan tatapannya gumpalan kecil itu mengangkat kepalanya yang kecil dengan dia telinga yang lebih kecil dan langsung menatap yinlong setelahnya langsung melompat ke pelukan yinlong. dan mulai menggosok sana-sini untuk bermanja-manja.


yinlong memandangnya dengan pandangan yang datar dan dingin tetapi meski begitu ada sedikit kehangatan di dalamnya, dia mengangkat tangannya dan membelai tubuh kecil itu dengan lembut dan memeriksa tubuh itu juga.


setelah beberapa saat, belaiannya berhenti dan ekspresi nya dengan cepat mengeras. adiknya kurang nutrisi.


saat ini bangsawan Li sudah berdiri dan menyerang nya dengan berbagai serangan yang dia punya, tetapi tidak membuat perisai es itu bahkan retak. dia memandang di mana ketiganya sedang melakukan acara belai membelai dengan kesal, lalu membuat sebuah palu angin yang besar dan menghempaskan nya dengan sangat keras pada pelindung itu.


tetapi pegangan palu itu terlilit oleh es yang sangat panjang dan dingin dan dengan cepat berhenti di udara, karena tidak dapat maju ataupun mundur bangsawan Li menghilangkannya dan akan menyerangnya lagi saat dia tertancap sebuah es yang sangat dingin di perutnya yang membuatnya menempel di tembok kayu itu karena ujung dari es ini menembus tubuhnya.


dia berteriak kesakitan dan memegang es besar yang menancap di tubuhnya dan berusaha untuk menghancurkannya, tetapi usahanya sia-sia karena es itu bahkan tidak lecet sedikitpun sebaliknya itu tetap menekannya dengan keras kepala.


'sialan!, seharusnya aku menempatkan pengawal bayangan di sisiku!!'. dia berpikir dengan sangat kesal dan tetap berusaha untuk membuat es ditubuhnya hancur sebelum membekukan tubuhnya.


tiba-tiba dia melihat sebuah es yang tipis yang familiar ,dia mendongkak dengan cepat dan melihat bahwa dirinya di kunci dari berbagai sudut di sekitarnya. menggertakkan gigi dengan keras dia merasa sangat marah sekarang, beraninya orang rendahan seperti mereka!.


dia melihat kedua orang itu perlahan berjalan di depannya dan orang di sebelah kiri (Huo Huo) mengetuk es transferan itu dengan ujung jarinya dan perlahan berkata dengan suara yang penuh dengan senyuman.


"apa ini?, bangsawan Li yang terhormat dikhianati oleh 'orangnya'". Huo Huo berkata dengan penuh cemoohan dan menekankan kata terakhirnya, bagaimanapun dia kesal karena adiknya menjadi seperti ini.


dia memandang orang didepannya yang terpenjara oleh es tipis milik kakaknya dan berdarah-darah itu dengan pandangan yang penuh dengan cemoohan dan cibiran.


setelahnya Huo Huo menyeringai dengan lebar dan berpikir dengan penuh semangat. 'mari kita lihat, permainan apa yang akan dimainkan nya'.