
saat Huo Huo makan dengan tidak minat dan hanya menghabiskan seperempat makanannya, dia tiba-tiba merasakan apa yang ada di sekelilingnya mundur atau kembali kekejadian yang sudah berlalu. dia menghentikan acara makannya yang malas dan menatap makanan di depannya yang kembali panas, tetapi dia tidak terpengaruh sedikitpun.
dia memandang pintu itu di mana ini seharusnya adalah waktu dimana bibi itu baru saja pergi, menaruh sendok kayu di tangannya dengan sembarangan di atas meja dia dengan cepat membuka pintunya dan melihat Didi juga berlari kearah pintu itu dimana itu adalah tempat kamar kakak pertama berada.
dia dengan cepat menyusul dan mendahului adiknya lalu membuka pintu dengan tendangan, tentu saja untuk tidak membuat keributan dia membuat sebuah penghalang yang membuat kedap suara di sekelilingnya terlebih dahulu. dia memandang apa yang ada di depannya dengan Didi di belakangnya yang juga memandang apa yang seharusnya tidak terjadi, di mana ada seorang perempuan dengan body luar biasa yang berada di kamar kakak mereka yang dingin dan tidak menyukai pengganggu.
wanita itu juga memakai baju yang terbuka dan menampakkan apa yang seharusnya di tutupi, Didi menutup matanya dengan satu tangannya untuk mempertahankan kesucian matanya.
"kau!, apa yang kau lakukan disini?!. cepat keluar!". jika kau tidak ingin mati. tapi wanita itu malah memberinya tatapan kesal dan nampan di tangannya di lemparkan kearah Huo Huo dengan keras.
tetapi sebelum mengenainya, Huo Huo masih memiliki penghalang di sekelilingnya jadi nampan dan makanan di atasnya hanya bisa terjatuh setelah menabrak penghalangnya. dia menatap wanita itu dengan kesal sembari menghalangi pandangan adiknya dengan tubuhnya yang tegap dan tinggi
"kubilang. cepat keluar!". Huo Huo menekankan kalimatnya, ini benar-benar berbahaya. jika kakaknya sudah menempati sesuatu orang lain tidak boleh memasukinya dan apalagi tidak boleh mengotorinya, Huo Huo memandang makanan yang berserakan di depannya dan menelan ludahnya sendiri dengan ketakutan.
menyeramkan hanya dengan memikirkannya, itu karena dia sudah pernah mengalami nya. saat itu kakaknya membuat sebuah ruang rahasia yang hanya di ketahui oleh kakaknya di ruang kerjanya sendiri di kantornya yang berada di lantai 20, saat mengetahui itu dia yang waktu itu masih naif dan tidak tahu kalau kakaknya memiliki batas wilayah yang sangat kuat hanya masuk pada ruangan itu saat kakaknya sedang rapat di ruangan lain secara diam-diam.
saat dia memandang kamar di dalamnya yang serba warna hitam dengan banyak buku di raknya sendiri dan meja lalu kursi, saat dia memegang satu persatu buku itu dia mendengar suara pintu terbuka. saat dirinya menoleh apa yang dilihatnya adalah kakaknya yang menatapnya dengan dingin dan tatapan yang seakan melihat mangsa yang masuk kesarangnya yang dia buat sendiri, sama seperti sekarang. lihatlah bagaimana kakaknya ini memandang wanita yang tengah di cekik tinggi olehnya.
wanita itu memandang yinlong dengan cinta dan kepanikan dalam wajahnya, dia memberontak pelan di awal tapi yinlong tetap tidak melepaskannya dan hanya menatapnya dengan tatapan seperti itu yang membuatnya panik dan memberontak dengan sekuat tenaga. itu sangat menyeramkan, hingga akhirnya perlahan-lahan pemberontakkannya kembali melemah.
didi membuka celah di antara jarinya dan menatap pemandangan itu dengan kaget dan ngeri, meski dia ingin menolong wanita itu tetapi bagaimana caranya?. wanita itu juga salah dengan menempati batas ruang wilayah kakak pertamanya walau hanya sementara, dia memberanikan diri dan berkata pada kakak pertamanya dengan pelan dan takut-takut.
"kakak pertama, lepaskan saja dia. kita bisa membicarakannya dulu?". dia perlahan menurunkan tangannya dan memandang kakak pertamanya itu yang sedikit terdiam sebelum mengendurkan cekikikan nya perlahan, wanita itu terduduk di lantai dan terbatuk-batuk dengan keras dan tanpa henti.
Huo Huo memandang adiknya itu dengan kaget dan langsung memeluk adiknya itu dengan erat dan memberinya beberapa permintaan maaf dan beberapa apresiasi atas keberanian nya untuk menghentikan kakak pertama yang mengerikan, Didi menepuk lengan kakaknya dan memberinya isyarat bahwa dia merasa sesak karena pelukannya.
Huo Huo melepaskan pelukannya dan akan memberikan adiknya itu beberapa kecupan di wajahnya saat merasakan tatapan menyeramkan dan terfokus pada punggungnya juga menusuk, Huo Huo hanya bisa memutar badannya dan menatap kakaknya uang juga menatapnya dengan dingin.
"ah, kakak pertama. aku- itu, maksudku! aku akan membersihan wanita itu!". Huo Huo menemukan alasan dengan melihat wanita yang masih terbatuk-batuk di lantai dengan wajah merah dan berhasil lolos dari hukuman kakaknya yang berat karena memasuki kamarnya dengan 'santai' seperti ini.
perlahan dia berjalan dengan menyeret adiknya yang terpaku di tanah, karena merasakan tatapan kakak pertama nya yang tajam. perlahan Huo Huo menarik satu tangan wanita itu dengan kasar, dia tidak bisa menunjukkan kelembutan pada orang yang melanggar wilayah kakaknya atau dia yang akan mendapatkan hukumannya sebagai gantinya.
dengan keringat dingin yang mengalir di pelipis dan punggungnya Huo Huo menyeret wanita itu keluar, bertepatan dengan para bibi-bibi yang berada di luar seakan sedang mencari sesuatu. melihat wanita yang berada di tangan Huo Huo yang keluar dari kamar itu, bibi-bibi itu segera menghampiri dan bertanya pada Huo Huo bagaimana bisa wanita ini ada disini.
Huo Huo mengerutkan kening, jin bukankah itu nama marganya sendiri dan long?, bukankah itu nama belakang kakak pertamanya. apa hubungan wanita itu dengan kakak pertama, Huo Huo memikirkannya sebentar sebelum mengucapkan selamat tinggal pada bibi itu yang akan kembali bekerja.
dia berbalik kembali dan menatap kakaknya yang sedang menatap adik ketiganya dengan dingin, Huo Huo membelakkan matanya dan dengan cepat berdiri di antara keduanya.
"kakak pertama, kau salah paham!. kami benar-benar hanya datang untuk membersihkan wanita itu dan makanan yang berserakan itu". Huo Huo berkata dengan panik mencoba membela adiknya dan menunjuk makanan yang berserakan di depan pintu tidak jauh.
yinlong memandang beralih memandangnya, dan Huo Huo hanya bisa tertunduk dengan ketakutan. perlahan yinlong berkata dengan dingin sembari kembali kekasurnya sendiri.
"keluar". dia sudah mengatakan hal ini tiga kalo malam ini. Huo Huo terkejut dan dengan cepat menyambar tangan adiknya dan membawanya berlari keluar pintu, sebelum keluar tentu saja dia membersihkan makanan yang berserakan dengan kekuatan nya sebelum keluar dari kamar dengan kecepatan kilat.
yinlong perlahan memejamkan matanya setelah melihat seluruh aksinya yang super cepat untuk kembali berlatih setelah merasakan tidak ada hal lain di ruangannya.
sedangkan di sisi lain, Huo Huo dengan tergesa-gesa berlari dengan adiknya Didi yang terbawa dengan pasrah di belakangnya. dia perlahan berhenti di depan kamar adiknya itu dan melepaskan genggaman tangannya, dia berbalik dan melihat adiknya yang lebih pendek darinya. dia berkata dengan penuh rasa bersalah.
"Didi, maafkan kakak karena sudah mengabaikanmu". Didi perlahan tenang dan menjawab kakaknya itu dengan senyuman, dia bersyukur kakak keduanya tidak mendiamkannya lebih lama dari ini atau dia tidak akan tahan lagi.
"tidak masalah kakak kedua, aku sudah memaafkanmu sedari tadi". Huo Huo memandang adiknya itu dengan gemas dan mencubit wajah adiknya itu yang gempal di balik kain penutup ini yang senantiasa ada.
"baiklah, kakak keduamu ini kekamarnya terlebih dahulu. selamat malam dan mimpi indah~, adik kecil". perlahan Huo Huo melenggang kekamarnya sendiri setelah mengecup kening adiknya.
Didi tersenyum menyaksikan kakak keduanya berjalan pada kamarnya sendiri yang berada tepat di sebelahnya, dia menghela nafas lega setelah pintu itu tertutup dan memasuki kamarnya sendiri dengan hati berbunga-bunga.
setelahnya apa yang terjadi, tentu saja mereka tidur.
posisi kamar: yinlong- Didi- Huo Huo,. Didi berada tepat di tengah-tengah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jadi author ingin bertanya, apakah alurnya sudah tidak terlalu lambat lagi?. author sedang berusaha mempercepatnya. author juga tidak terlalu terbiasa dengan banyaknya percakapan, itulah mengapa meskipun Huo Huo memiliki kepribadian ceria dan suka banyak bicara author tidak bisa menuliskannya. author memiliki sifat kebalikan dari Huo Huo.
jangan lupa like dan komen untuk meninggalkan jejak~.