
"hei, mengapa aku merasa ini seperti piknik???" Huo Huo (jin Huo shi) heran
...----------------...
setelah kami makan di pagi hari kami memutuskan untuk berjalan-jalan dahulu di hutan atau lebih tepatnya Huo Huo yang memintanya dan kakaknya hanya mengangguk mengiyakan dan macan tutul itu?dia hanya mengikuti kakaknya di belakang , yah dia berperan sebagai pengabdi yang setia dengan baik .
kami menapaki jalan setapak yang entah bagaimana ada di hutan yang lebat ini , apakah ada banyak orang yang kesini sebelumnya? tapi itu mustahil , karena hutan ini sangat lebat dan sangat dalam juga terlihat sangat berbahaya . meskipun kami menapaki jalan setapak , jalan ini juga sangat rimbun dengan pohon yang menutupi setiap jalannya . tapi jalan ini masih memiliki titik-titik cahaya matahari yang melewati celah daun yang jarang.
terlihat sangat sejuk dan damai , terkadang beberapa suara burung yang berkicau terdengar dengan diiringi suara kaki kami melangkah . sungguh suasana yang langka di hutan yang terlihat sangat berbahaya ini . mungkin hewan-hewan di sini takut padaku? , yah itu mungkin sih . tapi yang lebih memungkinkan itu ya, mereka takut pada kakakku . lagipula saat dia menahan auranya sekalipun dia tetap memiliki aura yang alami , tentu saja sangat alami . penindasan yang tak terlihat . bagaimanapun kakaknya adalah seorang/seekor naga besar perkasa , oke? .
lihat , bahkan selama perjalanan ini tidak ada gangguan apapun di jalan. ini lah gunanya membawa kakaknya saat dalam perjalanan , tidak akan ada yang menghambat perjalanan jadi , perjalanan kali ini sangatlah lancar . walau agak tidak bisa di jelaskan .
setelah beberapa saat berjalan , akhirnya Huo Huo melihat sebuah sungai dengan pinggiran yang lumayan bersih , meski ada beberapa rumput liar yang tumbuh di sana. itu juga bersih jadi dia pergi kesana , dan mengeluarkan sebuah tikar yang dipadatkan dari aura di dalam ruang jiwanya. ruang jiwanya juga luas tapi yang pasti , itu tidak akan seluas kakak pertamanya . dia masih harus berlatih, ayolah.
tentu saja tukarnya harus bersih . Huo Huo duduk terlebih dahulu dan diikuti oleh kakaknya . mereka duduk dengan tenang dalam sebuah lingkaran, sedangkan macan tutul itu berada di luar tikar tapi masih dalam lingkaran atau lebih tepatnya segitiga .
waktu berjalan menit demi menit , ketika tiba-tiba setumpuk buah-buahan tersaji ditengah-tengah segitiga tersebut . itu adalah buah-buahan yang sebelumnya Huo Huo tidak lupa untuk ambil dan bersihkan tentu saja.
Huo Huo mulai mengambil buah yang terlihat seperti apel tapi lebih besar dari apel kebanyakan. saat memakannya Huo Huo merasakan beberapa energi yang terkandung dalam apel itu mengalir ketubuhnya . walau energi itu tidak seberapa , itu tidak masalah . lagipula dia hanya ingin merasakan apelnya saja, rasa apelnya juga manis dan gurih . itu membuatnya menyipitkan mata untuk menunjukkan kepuasan nya , seperti nya dia sedikit terpengaruh oleh sedikit kebiasaan singa .
tidak masalah , dia hanya terpengaruh dengan sangat ringan. dia hanya terus menggigit apel itu sampai apel itu habis dan hanya menyisakan bagian tengahnya saja , tentu saja dia tidak langsung membuangnya . tetapi mengeluarkan bijinya yang berada di antara daging apelnya lalu menaruhnya menjadi satu kelompok .
setelah memakan 5 apel , sisa nya dibagi menjadi dua bagian. yang satu adalah bijinya yang sudah terpisah , dan yang lainnya adalah bagian tengah dari apel itu . mula-mula dia membakar bagian tengah apel itu , tentu saja bukan di atas tikar nya. dia hanya membuatnya melayang lalu langsung membakarnya dan abunya melayang tertiup angin yang datang .
lalu dia mengambil biji apel tersebut , berdiri dan berjalan kesisi sungai . dia membuat lubang dengan kayu yang ada disisinya , lubang itu tidak terlalu dalam juga tidak terlalu dangkal . masukkan bijinya satu lubang persatu biji apel lalu mulai tutup kembali dan mulailah siram menggunakan auranya sendiri.
tentu saja itu cara yang terbaik untuk membuatnya tumbuh secepat mungkin. setelah dua detik hening , tiba-tiba tanah yang disiram oleh aura milik Huo Huo mulai muncul kecambah kecil hijau yang imut . hei dia tiba-tiba menyembul dari tanah dan masih memiliki beberapa tanah yang tersangkut di atas daunnya. jadi Huo Huo menyiramnya dengan air untuk membersihkannya.
sekarang kecambah itu sudah bersih dan indah. dia menggunakan auranya untuk menutupi sekeliling kecambah itu untuk membuatnya terlindung dan suhu nya pas , untuk terus tumbuh tanpa ada yang merawat. hei , bagaimana bisa dia bisa terus kesini saat dia pergi hanya untuk merawat tanaman ini? , dia tidak bisa melakukannya.
setelah melakukan serangkaian kegiatan ini , dia langsung berdiri dan menghadap kakaknya dan menatapnya dengan tatapan berbinar meminta pujian. tapi kakaknya bahkan tidak bergerak tapi di beberapa titik dia sudah begitu lembut. hei, ini membuat Huo Huo bahagia.
Huo Huo hanya menunduk kembali lalu mengangkat kepalanya dan menatap macan tutul itu , yang sekarang tengah berdiri dengan sedikit mengibaskan ekornya . dia terlihat ingin menyenangkan kakak pertama tapi tidak tahu apa yang harus dia lakukan. jadi sebagai adik yang baik , dia memberi isyarat dengan perkataan pada macan tutul itu untuk menyenangkan kakaknya . "hei , kau bisa mengambil beberapa buah anggur lagi untuk kami , apa kau keberatan?" .
melihat bahwa macan tutul itu berhenti mengibaskan ekornya dan menatap Huo Huo, seperti sedang memproses apa arti dari ucapannya. lalu setelah beberapa saat macan tutul itu tersentak dan mulai berlari kearah hutan dan menghilang di balik semak-semak.
hei , aku tidak tau apakah dia mengerti apa yang ku ucapkan .
setelah beberapa saat macan tutul itu benar-benar kembali dengan seikat anggur di mulutnya. ternyata macan tutul itu pintar juga, aku semakin menyukainya. Huo Huo mengambil anggur itu lalu membersihkannya dengan auranya supaya anggur itu benar-benar bersih.
lalu memberikannya pada kakanya dengan kedua tangannya yang disatukan , seolah sedang menyembah tuhan . yinlong melihat keduanya yang menatapnya dengan mata yang berbinar dan tidak menghindarinya. lalu mengambil anggur itu dan mulai mencicipinya , anggur itu memiliki sedikit energi dan aura milik adik kedua . dan anggurnya juga lumayan enak , asam dan manis di saat bersamaan .
jadi yinlong hanya mengangguk kepada kedua 'orang'yang menatapnya dengan mata berbinar , dan melihat bahwa cahaya di mata keduanya tidak hanya meredup tetapi bertambah cerah . ada apa dengan adiknya? apakah dia tertular sesuatu? , seperti mata yang tiba-tiba cerah hanya karena terkena sinar matahari? .
meski yinlong memiliki pertanyaan di benaknya dia tetap terlihat tenang dan dingin di permukaan . lagipula dia hanya bercanda dengan alam bawah sadarnya sendiri , dia tahu kedua orang itu mengaguminya karena sebuah alasan .
setelah beberapa saat keduanya kembali normal dan mulai duduk berhadapan , dan Huo Huo mulai berbicara dengan macan tutul itu. "aku akan memberimu nama, tidak nyaman bagiku hanya dengan menyebutmu macan tutul , oke?" . melihat bahwa macan tutul itu terdiam sesaat dan mengangguk pelan seolah mengiyakan .
"oke! , aku akan memberimu nama xiao Bai , apakah itu bagus?!?" sesudah memberi nama pada macan tutul itu yang sekarang bernama xiao Bai dan diberi jawaban positif, jadi dia menoleh dan menatap kakak pertamanya. dan kakaknya juga mengangguk dengan tenang , itu adalah tanda persetujuan.
dan macan tutul itu yang bernama xiao Bai sekarang dia juga bahagia akhirnya dia memiliki nama , walau nama itu tidak diberikan oleh 'penyelamatnya' , itu diberikan oleh anggota keluarga 'penyelamatnya' dia masih senang . dia masih tidak bisa menahan untuk menepuk-nepuk kan ekornya dengan pelan ke tanah .
jadi saat jalan-jalan seperti ini , diakhiri dengan kegembiraan antara dua orang yang mendapat persetujuan dari kakak/'penyelamatnya' .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
karena tidak terlalu mau tegang , aku akan membuatnya tidak terlalu terburu-buru dalam melakukan sesuatu. jadi plotnya adalah lambat, mohon bersabar dan nikmati saja dahulu~
dan juga jangan lupa , aku akan mengucapkan selamat berpuasa 🎉🎉 semangat terus ya!!