
"hei, penginapannya sangat bagus!,dia sangat nyaman berada di sini~" Huo Huo (jin Huo shi) menyipitkan mata nyaman.
...----------------...
di sebuah penginapan yang bertuliskan 'kesunyian' , dalam sebuah kamar dengan nomer 019 .
suasana dalam kamar itu sangat sejuk dan damai tidak ada suara lain kecuali suara mendengkur ringan dari orang yang berada di kasur , orang itu tertidur dengan sangat pulas .
dengan badan terlentang dan mulut yang sedikit terbuka yang menampakkan satu gigi taring kecil yang imut dan lidah merah muda yang berada di dalamnya. orang itu terlihat sangat kuat pada pandangan pertama, dengan otot yang kuat tapi tidak terlalu berlebihan. yang membuat kontras yang aneh dengan wajahnya tetapi itu malah membuatnya semakin indah.
dan bersebrangan dengan itu adalah orang yang sedang menutup matanya di kursi di depan meja . meja itu bulat dengan dua kursi di sisinya , dengan vas yang berisikan air dan bunga berwarna merah pekat yang sangat mencolok di kamar yang kuno ini .
sedangkan orang yangs Edang duduk itu , dia sedang duduk dengan tangan di atas pahanya dan kaki yang lurus . entah bagaimana dia bisa mempertahankan posisi ini untuk waktu yang lama, tanpa bergerak sedikitpun .
orang itu memiliki bulu mata yang panjang berwarna putih yang menjuntai kebawah membentuk sebuah bayangan di bawah matanya dan hidung tinggi dan bibir tipis yang selalu rata. seluruh orang bagai dewa dingin yang turun dari surga untuk menyadarkan semuanya.
setelah beberapa saat mata orang itu terbuka secara perlahan , menunjukkan mata putih perak yang seperti mutiara dengan bilah tajam di tengahnya. seluruh orang terjaga hanya dengan melihat matanya, tidak ada tanda-tanda dia baru saja bangun.
setelah beberapa saat terdengar suara kaki melangkah dan suara itu berhenti tepat di depan pintu kamar , dan ketukan pintu berulang terdengar pelan . sesudah itu orang yang mengetuk pintu berkata dengan suara yang damai , bisa di pastikan dari suaranya dia adalah wanita . "tuan² , apakah kalian akan macan malam? , jika ya , silahkan datang ke lantai bawah . biarkan saya menuntun anda" . suara wanita itu damai dan penuh senyuman .
setelah beberapa saat Huo Huo membuka matanya dengan mengantuk dan mendengar ucapan wanita tersebut , jadi dia berkata dengan suara serak khas bangun tidur . "tidak masalah , kau bisa pergi . kami akan turun setelah beberapa saat". ucapnya dengan sengau.
wanita yang berada di luar pintu jelas-jelas terdiam , entah karena apa . setelah tersadar wanita itu segera berkata , "ah ya , kalau begitu saya akan pergi dahulu ". wanita itu berkata dengan ragu dan terdengar suara kaki melangkah yang menjauh.
sedangkan di sisi lain Huo Huo sedang duduk di pinggir kasur dengan penampilan berantakan, dengan beberapa rambut panjang yang terselip di antara baju nya dia terlihat sangat malas dan sensual . sangat terlihat bahwa dia sangat ingin berbaring kembali untuk tidur, tapi dia masih memaksakan dirinya untuk bangun dan berjalan menuju ember kayu yang memiliki handuk kecil di sampingnya , itu terletak di sebelah kasur dan agak jauh tentu saja .
setelah membersihkan mukanya dia kembali segar dan melihat pada kakaknya yang sedang duduk dan menatapnya . melihat bahwa dia masih segar bahkan saat tidak melakukan apapun untuk waktu yang lama membuat Huo Huo sedikit iri dengan kakaknya , tapi lupakan saja ini masih adalah kakaknya dia berpikir dengan jengkel .
setelah melihat bahwa Huo Huo sudah mencuci mukanya dan kembali segar , yinlong berjalan kearahnya dan memberi isyarat dengan matanya untuk turun sekarang. Huo Huo hanya mengedipkan matanya dan berjalan memutar menuju pintu dan membukanya , dia melangkah maju dengan kakaknya di belakangnya . kenapa dia merasa kakaknya benar-benar terlihat seperti dia mengikuti induk ayam!? . Huo Huo merasa itu jelas karena pasti akalnya berpikir seperti 'biarkan adik kedua nya dewasa , dan memilih jalan sendiri' , tapi apakah ini yang di sebut jalan sendiri!? dengan kakaknya yang mengikuti di belakangnya!?! dan lagi , aku itu sudah dewasa!!! .
mungkin karena suasana hatinya yang menggebu-gebu, aura di sekitarnya entah bagaimana memanas. untung tidak ada orang dan lorong menuju tangga untuk menuju lantai bawah juga kosong , jika tidak dikhawatirkan mereka akan merasa sangat panas dan tidak bisa menahan diri untuk mencari sumber panas untuk membuatnya senang lagi untuk membuat suasana dingin kembali.
tidak terkecuali orang-orang yang berada di lantai atas , mereka merasakan hal itu tetapi mereka merasakan hal itu entah kenapa tiba-tiba berlalu dan hilang dengan tidak bisa di jelaskan yang membuat mereka tenang kembali dan beraktivitas seperti biasa.
itu karena sedetik ketika dia menyadari suasana hati Huo Huo dia segera membuat sebuah penghalang yang tak terlihat dan membuatnya hanya berada di ruang lingkup keduanya saja. Huo Huo tentu saja menyadarinya dan segera menenangkan suasana hatinya , hei dia tidak marah hanya merasa kesal saja . dia tidak tau akan berdampak seperti ini , lain kali dia tidak akan gegabah .
Huo Huo berhenti berjalan dan melihat kebelakang dan melirik kakaknya, melihat kakaknya hanya melihatnya dengan mata tenang dan dingin yang biasa Huo Huo menghela nafas lega dan berkata dengan suara pelan. "kakak kau bisa menghilangkan penghalangnya" . tentu saja dia tidak menggunakan nada memerintah pada kakaknya , dan hanya mengingatkan saja .
setalah itu Huo Huo berbalik dan berjalan kembali seperti biasa , dan menuruni tangga setelah beberapa menit berjalan. oh ya , sebelum kesini tentu saja secara otomatis saat pintu terbuka mereka memakai kembali topi penghalang yang kakaknya buat . ini sangat praktis dan Huo Huo suka itu.
saat berjalan ke lantai bawah , di ujung tangga terlihat ada seorang wanita yang memakai baju pegawai dia mungkin adalah pelayan di sini . saat pelayan wanita itu menyadari keberadaan kedua nya dia segera tersenyum proporsional dan menyapa keduanya dengan senyuman lalu menuntun keduanya menuju meja yang sudah di persiapkan. mejanya terlihat baru , sepertinya manager tokonya sangat suka kebersihan dan juga ferperksionis pikir Huo Huo.
setelah keduanya duduk dengan saling berseberangan, datang pelayan wanita lain dengan buku menu di tangannya . pelayan wanita itu berkata dengan lembut sembari menyerahkan buku menu kepada Huo Huo,."tuan silahkan memilih , tetapi penginapan kami tidak memiliki hidangan berminyak". dia berkata dengan ramah sebagai pengingat .
Huo Huo menerima buku menu tersebut dan berkata sembari membuka buku menu nya,."tidak masalah , kami suka makanan sehat " ,'sebenarnya dia tidak terlalu suka dengan sayur, kalau buah-buahan itu bisa dipertimbangkan' . tentu saja, paruh kedua kalimat dia tidak mengatakannya.
saat melihat buku menu tersebut , menu-menu yang ada di dalam daftarnya benar-benar hanya ada salad buah dan salad sayur juga teh herbal . meski begitu itu memiliki beberapa tingkatan , kau bisa memilih untuk menjadi manis atau tidak dalam salad buah dan apakah akan asin atau tidak dalam salad sayur.
Huo Huo berkata tanpa berpikir panjang dan segera memilih salad buah dengan rasa manis max , dia ingin makan yang manis-manis sekarang. melihat kakaknya diam seperti patung dia berpikir sebentar dan berkata sajikan teh herbal dengan sedikit gula.
setelah menerima pesanan, pelayan wanita yang membawa menu mengambil kembali buku menu yang diserahkan Huo Huo dan berkata pesanan akan datang dalam beberapa menit, anda bisa menunggu dengan tenang .setelah pelayan wanita pembawa menu pergi , tersisa wanita yang menunggu di ujung tangga yang terlihat selalu tersenyum profesional. Huo Huo memandangnya dengan rasa ingin tahu , dan bertanya ."apakah ada sesuatu yang ingin Anda sampaikan?" . dia bertanya tanpa menghiraukan perasaan pelayan tersebut , melihat senyum pelayan tersebut entah bagaiman sedikit melebar dia terheran-heran. apa yang membuatnya tersenyum sedikit melebar? , apakah ada yang lucu dari perkataannya.
tanpa bisa di jelaskan pelayan yang tersenyum itu berkata ,."tidak ada , jika anda membutuhkan sesuatu anda bisa memanggil saya". setelah berkata begitu dia menunduk 70° dan mundur lalu kembali ke barisannya sendiri.
Huo Huo yang melihat itu hanya menoleh kembali dan menatap kakaknya , saat dia melihat kakaknya . kakanya sedang menutup matanya dengan tenang, Huo Huo tidak merasa canggung karena tahu kakaknya itu adalah orang paling keras yang pernah dia lihat dan dia sudah terbiasa . sekarang kakaknya sedang berlatih dan Huo Huo tidak mengganggunya .
beberapa menit berlalu dengan tenang , untuk menghabiskan waktu itu Huo Huo menajamkan telinganya untuk mendengarkan gosip sekitar . tetapi apa yang di dengarnya hanyalah tentang gaya hidup sehat belaka , seperti "hei , bukankah kita akan pergi kehutan 'kematian' itu besok?,kita akan mengumpulkan herbal untuk konstribusi untuk penginapan ini , dengan begitu kita tidak akan sia-sia dengan hanya berbaring dan menikmati makanan nya saja." . orang yang di sebelahnya menyaut dan berkata ."em , itu benar . kita akan mengambil banyak untuk itu". ujarnya sembari mengangguk kecil .
Huo Huo yang menyadari hal itupun hanya melewatinya , dia tidak ceroboh . dia tahu hutan 'kematian' yang dimaksud pasti adalah hutan tempat kakaknya tinggal kemarin . tapi , bisa-bisanya orang-orang di sini tahu hutan itu . sedangkan hutan itu sangat jauh lokasinya , yah yang pasti mungkin ada pengelana dari desa ini yang menemukan hutan itu .
Huo Huo melewati obrolan itu, karena tidak ada yang menarik . setelah beberapa saat pesanan nya sampai pada mejanya. itu masih adalah pelayan tadi yang tersenyum padanya , pelayan ini masih mengantarkan makanan . apakah pelayan ini masih pelayan multifungsi pikir Huo Huo.
melihat pelayan tersebut menunduk kembali dan mundur lalu kembali pada barisannya , Huo Huo hanya mengangguk kecil padanya lalu menatap makanan di depannya .
makanan di depannya adalah salad buah dan buah-buahan itu adalah kebanyakan buah stroberi dengan selai merah di atasnya. tercium bau gula dari sana , Huo Huo mengangkat kepalanya dan menatap kakanya . dia melihat bahwa kakaknya yang tertutup seluruh tubuh itu sedikit mengangkat ujung dari kain di bawahnya dengan tangan kiri dan mengambil cangkir teh herbal di tangan kanan lalu membawanya masuk.
Huo Huo memperhatikan sebentar sebelum kembali menatap piringnya dan mulai melakukan hal yang sama dan mulai makan dengan tenang. salad buah itu manis dan asam sesuai dengan seleranya , dia suka .
mereka makan dan minum tanpa menghiraukan orang di sekitarnya , dan orang disekitarnya juga mengabaikan nya . tempat ini sangat sunyi dari dalam ke keluar , tidak ada yang berbicara dan menikmati ketenangan ini .
Huo Huo tidak menyadari dari sudut yang tidak terlihat ada seorang pelayan wanita yang menatapnya dari sudut yang jauh , dia menatapnya dengan mata yang meluap-luap dengan emosi yang aneh. sedangkan yinlong yang sedang minum teh herbal dengan perlahan dan anggun penuh etika , hanya mengabaikannya. berpikir bahwa biarkan adiknya menangani masalahnya, dia sudah besar sekarang .