Transmigrated To Another World With My Family

Transmigrated To Another World With My Family
bab. 3 Pov kakak pertama



POV ???


seperti biasa duduk dan menunggu adik ketiga bangun , dan mulai makan dengan tenang .


kebiasaan ku setelah makan adalah pergi berjalan beberapa kali di dalam ruang latihan , lalu mulai lah latihan yang sebenarnya . aku suka berolah raga setelah berjalan beberapa kali , hingga makanan yang terkandung dalam tubuhku menjadi tenaga bukan lemak.


aku berharap yang membaca juga sama sepertiku.


saat aku sedang melakukan push up adik kedua datang dengan menerobos pintu , aku sudah terbiasa jadi ku abaikan saja .


baik , aku mendengar dia mendengus pelan dan mulai duduk dipunggung ku . tidak masalah ini tidak ada apa apanya.


tapi aku tidak terlalu suka bersentuhan dengan kulit. jadi saat adik kedua berbaring di punggung ku aku mulai berhenti melakukan push up .


sepertinya dia melihat bahwa aku berhenti melakukan push up, jadi segera berdiri di depanku dan berkata perkataan yang tidak jelas seperti, "kakak pertama apakah kau ingin berbelanja bersama ku?" semacam ini?


aku hanya melihatnya dan berniat melakukan push up kembali sampai adik keduaku ini berkata bahwa dia juga akan pergi bersama adik ketiga , jadi aku segera berhenti dan berdiri lalu berjalan menuju kamarku dan mandi lalu mengganti baju .


saat masuk ke kamar aku mandi dan mengganti baju, tapi saat melihat lemari bajuku . hanya ada baju formal , jadi kuambil yang menurutku paling tidak formal¹.


¹ yang tidak dia tahu adalah setiap baju yang dia pakai selalu terlihat sangat formal.


setelah semua itu aku langsung keluar kamar mandi , tapi saat aku membuka pintu ternyata ada adik kedua? ,sedang apa dia? aku hanya menatap nya dan pergi ke garasi dan menuju mobil lalu mengemudi kan nya kejalan di depan rumah .


menunggu adik kedua dan adik ketiga dengan tenang .


setelah melihat mereka berdua datang dan duduk di kursi belakang . aku mulai mengemudi menuju mal yang sudah jadi langganan kami .tentu aku tidak memerlukan banyak barang dan hanya adik kedua dan ketiga yang berbelanja .


aku tidak keberatan lagipula mereka sudah besar , walau begitu aku harus tetap menjaga mereka dengan ketat .


melihat mereka yang sedang belanja sibuk sana sini jadi teringat masa lalu , saat itu adik ketiga dan aku baru pertama kali bertemu . itu karena kami tinggal di vila yang berbeda. adik ...terlihat sangat ketakutan. apakah aku menakutkan , aku tidak tahu.


bahkan saat aku duduk di sisinya didalam mobil aku melihat bahwa dia menyusut kesudut . jadi aku mulai bertanya tanya lagi . apakah aku semenakutkan itu?.


aku hanya menggeleng kan kepala pelan saat memikirkan nya . untungnya adiknya ini tidak terlalu susah untuk didekati , tapi adik kedua beberapakali menghalangiku . jadi aku hanya bisa 'menghukumnya' dengan 'ringan'.


melihat bahwa mereka berdua masih sibuk berbelanja , mencari tempat yang agak sepi dan duduk di kursinya . aku memejamkan mata sebentar sebelum mendengar langkah kaki .


jadi aku membuka mata dan menemukan bahwa itu adalah ...orang yang tak kukenal . dia berpenampilan ramping, tapi...dia adalah laki laki .


berdiri dan menatapku seperti itu , apakah dia tidak mempunyai pekerjaan?. aku hanya menatapnya balik dengan tajam , ingin tahu apa yang akan dilakukannya.


melihat dia berjalan semakin dekat dan tinggal satu langkah lagi dariku . aku tetap hanya memperhatikan nya . saat berikutnya tangan pria yang berada di dekatku ini , akan menyentuh wajahku.


aku hanya menghindar dengan tenang dan melihat keatas pada orang ini . begitu berani.


aku melihat keatas dan melihat bahwa dia memakai masker dan mata yang memancarkan sinar yang aneh . aku bukannya tidak mengerti, aku tahu mata itu memancarkan sebuah obsesi. tapi dia terobsesi denganku?.


mungkin melihat bahwa aku hanya diam seperti ini dia akan melakukan hal yang sama lagi ,tapi aku segera bangun dan menatap rendah pada orang yang bahkan hanya setinggi dadaku ini . tapi .. orang yang ku tatap ini tetap melihatku dengan tatapan yang menghadap ke atas , ditujukan untukku.


sangat aneh , aku melihat jam tangan yang kupakai dan melihat ini sudah sepuluh menit berlalu . jadi aku meninggalkan org itu tanpa menoleh kebelakang , karena aku tidak peduli .


yang tidak dia tau adalah orang yang ditinggalkannya hanya terus .enatapnya dengan mata penuh obsesi dan senyuman juga cinta.


jikalau Kakak pertama ini tahu dia hanya akan berkata ,'maaf aku tidak tertarik dengan laki laki' lalu berbalik dengan dingin.


aku lalu menuju tempat dimana adik kedua dan ketiga berada . dan melihat mereka sedang berada di kasir dan akan membayar biaya nya . aku segera berjalan ke sana dan membayar terlebih dahulu . melihat bahwa kasirnya hanya melihatku dengan senyum yang menggantung lalu senyumannya menjadi lebih lebar , aku tidak bisa melihat matanya karena dia memakai topi yang menutupi matanya .


sesudah membayar tentu saja kami menuju tempat parkir dan memasukan semua barang dan mulai menyetir kembali dengan tenang menuju rumah .


sesudah sampai di rumah , membantu adik ketiga menaruh barang ke kamarnya lalu pergi ke kamar ku sendiri . duduk dimeja dan minum teh yang sudah ku seduh dengan tenang .


menutup mata saat meminumnya untuk menikmati dan membuka mata saat teh diturunkan , dengan tenang berkata kepada orang yang sedang membaca novel ini dan berkata dengan suara yang dalam dan seksi juga basah karena minum teh barusan "jin yinlong". lalu dirinya kembali menyesap teh nya dengan tenang.