
keesokan harinya, Huo Huo sudah bangun lebih awal karena dia sangat bersemangat untuk merebut kembali adiknya Didi dan memberi pelajaran angsa sombong yang sembrono itu.
walau mengantuk, Huo Huo tetap makan sarapannya dengan penuh semangat. tidak sabar untuk menghabiskannya lalu langsung pergi ke rumah angsa itu lalu meninjunya dengan keras. biarkan dia merasakan satu pukulan patah tulang yang sebenarnya.
dia sangat tidak sabar sampai-sampai saat makan dia bahkan tersedak. setelah batuk beberapa saat ada gelas air yang disodorkan didepannya, Huo Huo mengambilnya dengan keras dan meminumnya segera.
Huo Huo menurunkan gelas bambu itu lalu menatap kesamping pada wanita cantik ,lu Xia yang memberinya air.
"oh~, terimakasih nona lu pertama". Huo Huo memberinya sedikit sanjungan.
"ahh~, benar. kemarin karena percakapan panas itu, aku belum tahu namamu tuan?". lu Xia bertanya tanpa membenarkan ucapan Huo Huo tentang memanggilnya nona lu pertama.
"oh, begitu. namaku hu Jintao, salam kenal nona lu pertama". Huo Huo sedikit tersenyum pada lu Xia.
lu Xia yang notabennya tidak bisa melihat wajah Huo Huo yang tersenyum, sepertinya bisa merasakannya dan tersipu.
lu Xia duduk di samping Huo Huo dan juga berada di samping yinlong, lu xina yang berada di belakangnya mengikuti dan duduk di hadapan kembarannya.
posisi duduk: < [ yinlong
lu xina meja lu Xia
Huo Huo ]>
setelah keduanya duduk mereka menyapa Huo Huo dan memanggilnya 'tuan hu kedua' sebagai balasan.
lu Xia duduk dan memandang yinlong yang berada di sebelah kanannya, dia tersenyum dan menyapa yinlong dengan lembut.
"halo~, tuan hu pertama~. siapa namamu~?" karena dia terbiasa memakai nada genit, itu masih terbawa bahkan jika dia menggunakan nada lembut.
tapi seperti tidak mendengarkan nadanya yang genit, yinlong menjawab dengan datar dan dingin seperti dia yang biasa. Huo Huo yakin lu Xia dan lu xina bukanlah tipe kakaknya, karena kakaknya tidak suka diganggu. lu xina dan lu Xia pasti adalah tipe orang yang akan menganggu jika sedang bosan ataupun tidak ada pekerjaan.
"hu Qian", yinlong hanya menjawab singkat dan menyesap teh hijau nya kembali.
kedua gadis itu berkata hampir bersamaan, "nama yang bagus~!." keduanya menangkupkan kedua tangannya di dada.
Huo Huo sedikit menyipitkan matanya dengan tenang, 'apakah mereka menyiratkan aku memiliki nama yang tidak bagus?' dia sedikit mengaitkan sudut bibirnya. yah bagaimanapun itu adalah nama yang spontan keluar dari mulutku saat kakak pertama memintanya untuk memalsukan nama, pikir Huo Huo.
setelahnya Huo Huo dan kedua gadis cantik itu terlibat dalam percakapan yang panas, seakan memiliki pikiran yang sama saat yang satu membawa topik ke sana keduanya juga ikut kesana. yinlong memperhatikan mereka berbicara dalam diam, dan sesekali meminum teh yang hanya tersisa setengah di depannya.
hingga tiba-tiba lu Xia gadis itu bertanya pada Huo Huo dengan rasa ingin tahu.
"tuan hu kedua, apakah kucing hitam besar itu benar-benar adikmu?. kau mengatakannya kemarin saat kau sedang berdebat dengan bangsawan Li itu". lu Xia memandang yinlong dengan rasa ingin tahu dengan kedua matanya yang besar.
Huo Huo berhenti sejenak untuk berpikir dan akhirnya dia membuat sebuah kesimpulan yang sederhana, yang penuh dengan kebohongan.
"ya, sebenarnya dia memang adikku. maksudku, aku menganggapnya sebagai adikku karena dia sangat lucu. dia seperti adikku yang telah tiada 3 tahun lalu, adikku sangat lucu dan lincah seperti kucing hitam besar itu".dengan nada yang penuh dengan kesedihan Huo Huo berakting dengan sungguh-sungguh dan menundukkan kepalanya untuk memerankan perannya.
kedua gadis kembar itu membuat oh yang panjang dan menepuk punggung Huo Huo dengan ironi di matanya seakan-akan tidak tahu bahwa itu hanyalah kebohongan yang Huo Huo buat, mereka terlihat mempercayainya.
"bukan begitu?, kakak pertama". Huo Huo masih berbicara dengan nada sedihnya dan menundukkan kepalanya, walaupun kedua gadis itu tidak mungkin bisa melihat wajahnya karena tudungnya.
"um". yinlong berkata dengan ringan, tidak terlihat bahwa dia sedih ataupun semacamnya. tapi kedua gadis itu percaya dia pasti adalah orang yang bisa mengontrol emosi nya, yang membuatnya selalu memakai nada dan ekspresi wajah yang dingin dan datar. mereka tahu pasti dia juga memendam kesedihan yang sama.
saat keduanya akan menepuk yinlong seperti halnya mereka menepuk Huo Huo, mereka dihentikan oleh Huo Huo yang tiba-tiba bahunya bergetar hebat.
keduanya saling memandang, dan menatap Huo Huo dengan mata yang semakin memandang dengan ironi. mereka menepuk Huo Huo dengan lebih lembut melupakan bahwa mereka baru saja akan menepuk yinlong.
saat mendengar suara kakaknya yang mengkonfirmasi ucapannya bahunya semakin bergetar, dia tidak sengaja melepaskan sedikit tawanya yang terdengar seperti cegukan. kedua gadis kembar itu semakin. melembutkan tatapan mereka dan memberinya bujukan yang lembut, untuk tidak terlalu memikirkannya.
tapi di saat-saat seperti ini, dia merasakan tatapan kakaknya yang tajam dan dingin. dia berusaha meredakan tawanya, dan berkata dengan suara bergetar karena masih ada tawa yang tersisa.
"um, terimakasih". Huo Huo berkata dengan bahu yang hanya sedikit bergetar dan sedikit cegukan karena mengingat apa yang barusan terjadi, dan kedua gadis kembar itu juga berhenti menepuknya dan menaruh tangan mereka di atas meja.
Meraka berdua memperhatikan Huo Huo dengan mata penuh kekhawatiran yang jelas dan tidak di tutup-tutupi. masih ada beberapa orang yang datang kebawah untuk sarapan, dan kebanyakan laki-laki memandang Huo Huo dengan iri dan benci. mereka juga ingin di khawatir kan oleh dua kelinci putih primadona kota.
saat kedua gadis itu menenangkan Huo Huo dengan lembut, tiba-tiba ada seorang pria gendut dengan perut buncit dan wajah bulat mendatangi meja mereka.
"sudah cukup!, mengapa kalian berdua memperlakukan orang asing seperti itu?!. aku orang yang sangat mengenal kalian berdua saja, kalian abaikan. apa maksud mu!!". dia berkata dan menampar meja dengan keras.
kedua gadis kembar itu sedikit menyeringit dan menatap tajam pria gendut itu dengan matanya yang bulat, yang tidak hanya tidak memberi kesan intimidasi tetapi hanya ada kesan imut dan indah dimana-mana. yang membuat pria gendut itu semakin gencar melancarkan kata-kata yang vulgar dan tidak senonoh.
Huo Huo sudah menaruh kedua tangannya di atas pahanya dan melihat pria gendut itu dengan tenang dan penuh minat, dia mengamati belajar dari kakaknya sendiri. sebenarnya dia ingin langsung meninju muka yang bulat itu, tetapi di perhatikan oleh kakaknya dengan tatapannya yang dingin. Huo Huo hanya bisa patuh.
author: sebenarnya author sempat nulis, Huo Huo langsung ngerti dan hanya mengamati. tapi itu tidak masuk ke karakter dari Huo Huo, jadi aku menambahkan Huo Huo melakukannya karena di perhatikan oleh kakaknya.
sedangkan yinlong sedang meminum teh hijau nya dengan satu tangan mengangkat piringnya yang kecil dan satu tangannya lagi memegang cangkir bambu yang berisikan tehnya, dia meminumnya dengan anggun dan perlahan menatap Huo Huo lalu pria gendut itu. melihat Huo Huo tidak langsung bertindak, yinlong memiliki sedikit kepuasan di dalam matanya. sudah belajar.
kedua gadis kembar itu kesal dengan segala ucapan tidak sopan dan tidak senonoh dari pria, membuat mereka kehilangan citra di depan kedua pria tampan ini.
kedua tangan gadis itu mengeluarkan sinar hijau, dan sebuah sulur keluar dari celah di setiap sudut penginapan. sulur-sulur itu semakin panjang dan panjang lalu mulai menerjang kearah pria gendut itu dengan cepat, pria gendut itu menyadarinya dan dengan cepat mengeluarkan kemampuannya sendiri. itu air.
tapi, apa air memiliki dampak pada sulur yang notabennya adalah tanaman?, tentu saja tidak. jadi dengan mudah sulur-sulur menembus penghalang air yang dibuat pria gendut itu, sulur dengan warna yang sedikit lebih gelap mengeluarkan sebuah gas berwarna ungu di ujungnya. dan yang berwarna lebih muda membentuk lingkaran yang sepenuhnya menutupi pria gendut itu.
kedua sulur dengan warna yang berbeda memiliki kombinasinya sendiri, Huo Huo menatapnya dengan mata berbinar.
setelah beberapa saat, tanpa ada teriakan atau apapun yang keluar dari kepompong yang terbentuk dari sulur itu. Semua sulur lepas dari sana dan perlahan kembali ke sudut lalu menghilang, hanya menyisakan abu yang tidak mencolok di bawah meja.
Huo Huo menatap hal itu dengan kagum, sulur dengan warna yang lebih tua memiliki kemampuan untuk mengikat dan membuat orang yang terjebak di dalamnya tidak bisa memberontak apalagi keluar. sedangkan yang lebih muda memiliki kemampuan untuk melepaskan gas beracun yang bisa membuat orang hidup menjadi abu.
Huo Huo mendengar suara yang halus terbatuk pelan, dia menoleh dan melihat itu adakah lu Xia. lu Xia memiliki rona ringan di wajahnya dan dia meminta maaf dengan canggung dan lembut, yang menambahkan keimutannya serta telinga kelincinya yang sedikit terkulai.
kedua gadis itu menghadap Huo Huo dengan tampilan seperti ini, tapi Huo Huo tidak memandang mereka karena tampang mereka yang cantik tetapi hanya berkata tidak masalah pada mereka berdua, lagipula siapa yang menyuruhnya menyukai kekuatan yang dimiliki keduanya. kombinasi itu, dia juga menyukainya.
"apakah itu tadi milik kalian?, sangat keren!. kombinasi yang bagus, aku juga ingin memilikinya". setelah berkata Huo Huo memandang kakaknya dengan sengaja. dan merasakan kakanya yang memandangnya dengan dingin dan tajam seolah berkata, 'tidak mungkin'. yang membuat Huo Huo merasa sedikit kecewa, tapi dengan adanya kedua wanita yang mempunyai kombinasi yang hebat dia terus berbicara dengan mereka dengan gembira.
yinlong memandang adiknya yang tiba-tiba merasakan kekecewaan dengan bingung, dia hanya memandangnya dan adiknya langsung kecewa?. apa yang dipikirkan kepala kecilnya itu.
saat mereka berbicara hingga hampir tengah hari, dua prajurit dengan pedang dipinggang nya masuk kedalam penginapan. mereka melihat sekeliling dan menemukan target mereka, mereka dengan cepat berjalan kearah sana atau lebih tepatnya pada Huo Huo dan yinlong serta dua gadis kecil.
mereka berdiri di samping tapi agak jauh yinlong dan berkata dengan tegas dan tubuh sedikit membungkuk.
"tuan-tuan, bangsawan Li memintamu untuk segera datang ke kediamannya". mereka menunduk sampai mendengar suara yang lain berbicara.
"baiklah, jika kalian tidak mengingatkan ku. aku mungkin akan lupa." diikuti oleh kekehan kecil. kedua prajurit itu mengangkat tubuh mereka dan berkata dengan hormat karena mereka harus seperti ini bahkan jika mereka harus melakukan hal ini pada orang yang di benci oleh tuan mereka.
setelah mengucapkan selamat tinggal pada dua gadis itu, Huo Huo dan yinlong berjalan berdampingan dengan dua prajurit di depannya. mereka berjalan menghampiri sebuah kereta kuda yang sederhana dan menaikinya.
tetapi kedua prajurit itu tidak naik kedalam kereta kuda, mereka hanya berjaga di kedua sisi kereta kuda. dan mereka berjalan dengan suara tapak kaki kuda yang menjadi iramanya.
jangan lupa like , dan komen ya~ tinggalkan jejak~>