Transmigrated To Another World With My Family

Transmigrated To Another World With My Family
bab.4 sebelum melintas



setelah semua yang kami lakukan kami mulai makan malam dengan tenang . seperti biasa makanan akan dihabiskan sebagian besar oleh Huo Huo yang rakus . tentu keluarga kecil ini tidak keberatan .


walau mereka sudah sukses dalam mencapai cita-cita masing-masing bahkan, jin yinlong atau kakak pertama yang berusia 25 tahun masih belum menikah .


saat ibunya yang bernama Xia meili bertanya kenapa kau belum menikah juga,? ibu ingin menggendong seorang cucu sekarang. jin yinlong hanya menatap ibunya itu dan mengalihkan pandangannya .


ibu meili¹ hanya menggelengkan kepalanya melihat anaknya yang seperti itu ,sudah terbiasa , walau terpaksa .


¹panggilan untuk ibu dari tiga anak ini , para malaikat kecil tolong ingatkan aku jika aku menulisnya dengan salah ya ⊂⁠(⁠・⁠▽⁠・⁠⊂⁠)


selesai makan kami mulai mengerjakan pekerjaan masing-masing seperti didi yang sedang bermain game dan Huo Huo yang sedang membongkar sesuatu , sedangkan yinlong tentu dia sedang mengerjakan dokumennya di sopa ruang tamu.


sedangkan ibu mereka meili sedang mencuci piring, yah biasa ibu mereka itu sekalinya kerja akan sangat rajin . hingga jika ada yang tertinggal dan terlihat harus segera dibersihkan .


untuk sementara ruang tamu yang terlihat sepi ini mulai menghangat, mereka masing-masing ingin terus mempertahankan hal ini. terus mendapatkan kehangatan yang mereka dambakan .


namun ada saat nya kehangatan ini tidak bisa di pertahankan, mungkin takdir akan berkata lain?. semoga tidak.


saat ibu selesai membersihkan dia berjalan ke sopa dan duduk dekat anaknya itu 'yinlong' . menatapnya yang sedang sibuk mengerjakan dokumen dan menghela napas pelan .


yinlong berhenti mengetik sejenak dan menoleh pada ibunya seolah bertanya 'ada apa ,ibu' ,ibunya hanya melihatnya dan menggelengkan kepalanya Pelan .


melihat anaknya menoleh kembali dan mulai mengetik lagi dengan serius .hanya mengalihkan pandangannya kearah tv dan mulai menyalakannya.


setelah beberapa menit berlalu ruangan yang sedikit berisik itu tiba tiba hening sesaat, sebelum mereka merespon Huo Huo berkata dengan keras "ahhhhh!!! apa yang terjadi!! kepalaku rasanya sangat sakit sekali!!!"


dipenuhi dengan keterkejutan delapan pasang mata itu saling melirik lalu Didi mulai angkat bicara dengan agak bergetar "emmm apakah kita merasakannya bersamaan?" ibu , yinlong dan Huo Huo mengangguk.


yinlong berkata dalam hati 'aku harus menyelidiki nya' dan Didi berpikir 'apakah aku dan keluargaku harus ke dokter besok?' sedangkan Huo Huo berpikir 'hei, rasa sakit yang hebat! . aku harus menelitinya dan membongkarnya'


sedangkan ibu meili berpikir 'itu seperti sebuah panggilan , tapi siapa yang mengirimkannya ?'


ketiga bersaudara itu hanya Saling memandang dan mulai melakukan urusan masing-masing lagi seakan tidak ada yang terjadi, tapi yang pasti tidak mungkin seperti itu.


setelah mereka melakukan semuanya tentu saatnya untuk tidur dan menumbuhkan energi untuk hari esok.


saling mengucapkan selamat malam dan mulai pergi ke kamar masing-masing. setelah sampai mulailah tidur dengan lelap .


sebelum melintas terjadi, aku menjelaskan postur tidur mereka semua termasuk ibu meili.



ibu meili : berbaring kesamping ke sebelah kanan , ibu meili tidak banyak bergerak saat tidur .


yinlong : jangan tanya lagi \=⁠_⁠\= . dia tidur dengan postur yang lurus dan mempertahankan kondisi itu sampai bangun kembali


hei hei : seperti yang kalian tahu dia tidak bisa diam bahkan dalam tidurnya . bahkan berputar putar di setiap sudut kasur .


Didi : emmm dia anak yang manja , dan postur tidurnya sangat manis~ kau tahu dia sering menguburkan kepalanya di bantal . aku bertanya tanya apakah tidak akan kehabisan napas? (⁠・⁠_⁠・⁠;⁠)


hehehe tapi tidak mungkin , baiklah sampai jumpa di eps selanjutnya~ para malaikat kecil~