Transmigrated To Another World With My Family

Transmigrated To Another World With My Family
bab.32 perjalanan yang panjang



setelah akhirnya Huo Huo kembali enerjik dia sempat tertidur selama beberapa jam , sebelum membuka matanya dan melihat bahwa ini sudah hampir malam .


dia duduk dengan perlahan dan menatap sekeliling tetapi tidak menemukan kakak pertamanya ,sekarang dia memiliki pemikiran yang konyol . apakah kakak pertama nya meninggalkannya? , sebelum sempat dia mencari kakaknya dengan kelabakan karena takut ditinggal sendirian .yinlong kembali dengan dua kelinci ditangannya , yinlong hanya membawanya dengan satu tangan .


Huo Huo langsung berdiri dan menuju kakaknya dengan kaki menghentak , dia berdiri di depan kakaknya dan berhasil membuat kakaknya diam .


sembari mendongkak dia berkata dengan menyedihkan ,"kakak pertama, jangan tinggalkan aku oke?" . dengan kedipan nya yang menyedihkan.


Huo Huo sebenarnya tahu hanya dengan melihat dua kelinci di tangan kakaknya , tapi dia berkata seperti ini untuk membuat kakaknya tidak meninggalkannya dimasa depan.


sedangkan yinlong terlihat tidak perduli dan hanya menjawab dengan dingin ,"oke".


mendengar jawaban kakaknya , Huo Huo menyingkir dari menghalangi jalan kakaknya . dan yinlong berjalan kembali ketempat tadi mereka berdua tempati , Huo Huo mengikuti dari belakang .


Huo Huo membantu kakaknya dengan menyembelih kedua kelinci itu lalu membersihkannya . kedua kelinci itu sama sekali tidak memiliki luka ,kecuali mereka tidak bergerak apapun yang terjadi mereka masih tampak seperti kelinci hidup . kakaknya mungkin tidak menggunakan kekuatan fisik dan hanya menggunakan auranya ,dan menyerang dari dalam .


dia berjalan kearah kakaknya yang sedang duduk bersila di depan api unggun yang sudah di hidupkan entah kapan , dan duduk di sampingnya .Huo Huo menggunakan auranya untuk membuat sebuah tali , jadi itu tidak akan membuat talinya terbakar dan kelincinya jatuh .


huo Huo mengeluarkan herbal yang juga memiliki fungsi sebagai bumbu, lalu membuat bumbu cair dan mengoleskannya secara perlahan dan merata pada kedua kelinci yang di gantung dikedua sisi oleh tali aura.


setelah beberapa saat tercium aroma yang wangi dari kedua kelinci tersebut yang menandakan bahwa kedua kelinci tersebut sudah matang .


Huo Huo segera menurunkan kedua kelinci tersebut dan mengambilnya dengan dua tangan , sebenarnya kedua kelinci itu sangat panas karena baru saja dipanggang tapi Huo Huo menggunakan sarung tangan aura.


dia berkata pada kakaknya sembari mengunyah paha kelinci itu , "kakak pertama , makanlah! . ini sangat enak!" .yinlong membuka matanya dan melihat satu kelinci lagi yang berada di atas api yang sudah padam ,melihat adiknya begitu antusias dia tidak menolaknya dan mengambil kelinci itu dengan kedua tangan yang memiliki sarung tangan aura juga .


tapi entah datang dari mana , seekor kucing mengeong dan menghampiri yinlong dengan ekor terangkat. saat kucing itu akan menggosokkan tubuhnya pada yinlong , yinlong dengan refleks melempar kan kelinci panggang yang berada di lengannya dan kucing itu segera tidak jadi menggosokkan tubuhnya pada yinlong dan mengikuti kelinci panggang itu .


yinlong memandang kucing itu yang sedang makan kelinci panggang itu beberapa meter jauhnya , dia tidak ingin disentuh oleh benda kotor itu . bahkan tempat dia duduk sekarang dia lapisi dengan auranya sendiri .


Huo Huo mengangkat kepalanya dari menggerogoti tubuh kelinci panggang itu , dan memandang kakaknya yang sedang menatap kucing Oren itu dengan dingin dan kucing itu yang dengan santai makan kelinci panggang milik kakaknya .


Huo Huo membuat ekspresi yang tidak bisa di jelaskan ,memang kucing oren pembuat masalah yang legendaris itu. sudut mulutnya berkedut , Huo Huo menurunkan satu tangannya dan menutup mulutnya dengan erat dan menundukkan kepalanya, bahunya bergetar.


yinlong mengalihkan pandangannya pada Huo Huo yang bahunya bergetar , dia (yinlong) memandangnya dengan datar. Huo Huo yang dipandang semakin bergetar , dan akhirnya karena tidak bisa menahannya lagi .


"HAHAHA!!" , dia tertawa lepas , dengan satu tangan memegang perutnya dan satu tangannya yang lain memegang kelinci yang tersisa setengah nya .


Huo Huo tertawa sampai matanya mengeluarkan air psikologis, dia berhenti dan membeku saat merasakan tatapan maut kakaknya yang sangat menyeramkan.


perlahan Huo yang menoleh pada kakaknya dengan kaku , dia melihat kakaknya memandangnya dengan mata dingin , datar dan juga rasa kesal yang tak terselubung. aura di sekitarnya gelap seketika . Huo Huo menelan ludahnya dengan gugup, dan berkata dengan cengengesan.


"kakak pertama , aku hanya bercanda~. kau bisa mengambil ini", ucapnya dengan nada bercanda dan seraya menyodorkan kelinci yang hanya tinggal setengah nya di tangannya . yinlong melirik kelinci itu yang sudah di gerogoti oleh adiknya dan hanya menyisakan setengah nya saja , lalu membuang muka dan menutup matanya dengan tenang tanpa memandang Huo huo dan kucing Oren itu yang kembali makan .


setelah akhirnya selesai makan , Huo Huo tidak menghilangkan sarung tangan auranya dan dia berjalan menuju kucing itu yang sedang menjilati kakinya sendiri dan terlihat sangat puas.


mungkin kucing itu menyadari kehadirannya yang berada tepat dibelakang kucing itu , kucing itu segera melompat dan memandang Huo Huo yang dengan waspada dan tubuhnya bergetar seketika saat melihat senyum Huo Huo yang menyeramkan. sedangkan Huo Huo yang dipandang oleh kucing itu , hanya menyeringai semakin lebar dan terlihat seperti menyeringai dari telinga ke telinga dengan aura yang menindas yang membuat kucing itu mundur kebelakang dengan ngeri .


Huo Huo berkata sembari merentangkan kedua tangannya untuk menangkap kucing itu , "hei ,kau membuat kakak pertama kesal. dan aku harus menjadi objek kekesalannya, kau harus bertanggung jawab." setelahnya mereka main kejar-kejaran. sebenarnya hanya Huo Huo yang menganggap kalau itu adalah kejar-kejaran karena kucing itu menganggap ini adalah 'perburuan'.


yinlong membuka mata nya dan melihat mereka saling mengejar , atau Huo Huo yang mengejar kucing itu dengan gila-gilaan. yinlong tidak memperdulikannya dan terbang untuk melihat kedepan mata matahari yang sudah tidak ada , sekarang sudah malam .


dia (yinlong) memejamkan matanya dan menyebarkan auranya untuk melihat seberapa jauh lagi untuk keluar dari hutan ini , ternyata hanya tersisa 500 meter lagi dan tidak ada hambatan binatang buas sepanjang jalan hanya ada beberapa orang yang mencari herbal , sepertinya mereka selesai mencari herbal dan berjalan menuju kota yang berada di sana .


yinlong sedikit menyeringitkan alisnya , dia sepertinya merasakan aura dari adik ketiganya Didi. adiknya berada di dalam kota itu, yinlong membuka matanya dengan tenang dan memandang kebawah pada adiknya yang sudah memegang kucing Oren dan memegangnya kesana-kemari.


yinlong membuka mulutnya dan berkata dengan ringan ,"adik ketiga , waktunya pergi". walaupun jauh Huo Huo yang mendengarnya seperti mendengar bisikan di telinganya .jadi dia langsung membeku dan menurunkan kucing itu lalu menepuk kepalanya dan terbang kesisi kakaknya untuk melihat pemandangan di depan .


yinlong terbang terlebih dahulu dan Huo Huo mengikuti dari belakang ,yinlong berencana untuk mengikuti orang-orang yang sudah selesai memetik herbal karena dia yakin mereka pasti penduduk kota itu . Huo Huo juga menyadarinya bahwa ada orang-orang yang mungkin berjumlah 5 orang yang memetik herbal , detik berikutnya saat dia mengikuti kakaknya untuk terbang mendekat kesana tudung yang akrab muncul kembali dan menyelimutinya .


Huo Huo hanya berdecak saja dan mengikuti kakaknya untuk turun tidak jauh dari orang-orang tersebut ,dirinya dan kakaknya membuat sedikit dari auranya tersebar untuk membuat orang-orang itu menyadari keberadaan kedua nya .


orang-orang itu yang tadinya sedang mengobrol dengan gembira , tiba-tiba merasakan aura keberadaan seseorang jadi mereka berhenti bicara dan melihat kearah aura itu berasal . setelah beberapa saat dari pepohonan muncul seorang pria dengan tudung dan kain di kepalanya yang hampir mencapai pergelangan kakinya ,orang yang diyakini pria itu sedang mengangkat tangannya untuk mengangkat daun-daun yang menggali pandangan dan jalan.


mereka melihat pria itu sebelum menyadari ada keberadaan yang lebih kuat di belakangnya ,itu terasa dingin sedangkan orang di depannya terasa hangat. orang yang kontras seperti ini , bagaimana bisa bersatu?.


hanya saja , orang-orang ini merasakan bahwa mereka pasti sangat tampan dengan aura nya masing-masing .tidak terkecuali 3 perempuan dalam kelompok , mereka hampir menjerit kegirangan saat merasakan hal ini . memang perempuan, sangat sensitif ya.


dua orang pria dalam kelompok maju untuk melindungi tiga perempuan dalam kelompok ,tetapi perempuan-perempuan itu mengintip dari balik celah mereka berdua .mereka menodongkan sebuah pedang kearah dua 'orang asing' di depannya dan berkata dengan galak .


"siapa kalian?!, apa mau kalian!" . Huo Huo yang paling dekat dengan dua pedang itu mengangkat kedua tangannya dan berkata dengan bercanda .


"kawan , tenanglah . kami hanya tersesat , tidak sengaja bertemu dengan kalian". sembari mengangkat kedua bahunya . tapi kedua pria itu tidak percaya dan masih sangat waspada , mungkin saja dua pria di depan mereka berdua adalah penjahat yang menyamar dengan menggunakan tudung dan membunuh mereka dalam perjalanan?!. mereka harus tetap waspada .


tapi ketiga perempuan di belakang mereka berbicara hampir bersamaan , "ah kakak tampan!!!". kedua pria di depannya yang berusaha melindungi mereka bertiga : ....


Huo Huo yang menyadari hal itu di tujukan padanya , menurunkan satu tangannya dan melambaikannya dengan sikap bercanda ."ah , ya ampun. mana ada aku tampan, dasar adik-adik yang manis ini~" , hmmp! ,padahal aku memang sangat tampan, walau tidak setampan kakak pertama tetap saja aku tampan. Huo Huo sombong di dalam hatinya .


ketiga perempuan itu tersipu dan saling melihat kedalam mata masing-masing, mereka mengangguk dan mendorong kedua pria yang berusaha melindungi mereka di kedua sisi . jadi mereka menerobos dan menghampiri Huo Huo dan yinlong pada saat bersamaan.


kedua pria yang didorong : ..... seperti nya kedua pria asing itu memakai sebuah pemikat .*ekspresi tidak senang*


salah satu dari ketiga perempuan itu berkata dengan antusias,"kakak tampan , apakah akan menuju kota? .kita bisa bersama!" . Huo Huo yang mendengarnya menurunkan kedua tangannya dan menjawab dengan sedikit nada ceroboh dan berpura-pura tidak tahu bahwa ada kota.


"apakah ada kota? ,itu bagus. kita akan pergi bersama" .ketika wanita itu menjerit bersamaan dan menutup mulut mereka dan memandang Huo Huo dengan kagum dan antusias.


Huo Huo yang dipandang seperti itu memandang kakaknya dengan dagu terangkat , sangat sombong . lihatlah kakak pertama ,aku berhasil memikat wanita dengan sekali lihat saja . sedangkan yinlong hanya memandangnya dengan datar dan dingin seperti biasa .


ketiga perempuan itu melihat apa yang membuatnya menoleh dan melihat pria tinggi dan kokoh seperti gunung berada di belakang , aura nya yang dingin tidak menutupi kemaskulinannya . jadi mereka merasa akan pingsan seketika , oh dewa pria yang dingin dan panas di dalam . mereka memegang kening dengan satu tangan dan satu tangannya lagi berada di dadanya merasa sepeti akan merosot di detik berikutnya .


Huo Huo memandang mereka bertiga yang langsung pergi ke kakak pertama dengan cepat , dan meninggalkannya sendiri .


Huo Huo: ..... *sudut matanya berkedut*


Huo Huo memandang ketiga perempuan itu yang berada tepat di depan kakak nya yang dingin dan seperti batu yang hanya diam saja saat dipanggil ataupun ditanyai , kakaknya juga membuat jarak dengan ketiga perempuan itu. tapi sepertinya ketiga perempuan itu tidak peduli apakah Huo Huo menjawab ataupun tidak dan mereka terus berceloteh tentang ini dan itu .


Huo Huo kesal dan berjalan kesana lalu berdiri tepat di samping kakaknya ,dia memandang kakanya dengan iri tetapi kakaknya bahkan tidak menoleh. ketiga perempuan itu memandang keduanya dan menemukan bahwa ketinggian antara keduanya sangat lah kontras , dewa dingin dan panas didalam sangat tinggi mungkin 195? , dan mungkin saja pria tampan yang hangat adalah 180? , entahlah!. yang penting mereka memiliki karakteristik nya masing-masing~.


ketiga wanita itu mulai berbicara pada Huo Huo dan yinlong dengan akrab , walau hanya Huo Huo yang akan menjawab dengan hangat mereka masih berbicara pada patung batu dingin yinlong.


kedua pria yang didorong sangat sadar akan hal ini dan segera menuju mereka bertiga, berusaha memisahkan mereka dari dua pria yang bertolak belakang itu dengan paksa . tetapi ketiga perempuan itu tidak mau dan mulai memberontak dengan liar walaupun kekuatan fisik nya tidak seberapa , kedua pria itu tidak berdaya dengan kelakuan mereka bertiga dan hanya bisa pasrah.


walaupun mereka setuju dengan mereka berdua ikut , mereka masih mengawasi kedua pria bertolak belakang itu dengan waspada. takutnya mereka menyerang saat mereka tidak di awasi .dan sebagai bayaran kedua pria itu harus membawa keranjang bambu yang berisikan herbal miliki ketiga wanita itu , awalnya ketiga perempuan itu menolak tetapi Huo Huo bersikeras karena dia mau yang menjadi yang lebih paling populer dari kakaknya.


jadi mereka keranjang bambu mereka bertiga ada pada Huo Huo, dan Huo Huo mendapat kan kembali pandangan kagum itu .karena dia bisa mengangkat ketiga keranjang bambu itu dengan tangan kosong dan menggunakan kekuatan fisik, ketiga perempuan itu bertambah kagum padanya . walau satu , keranjang itu penuh dengan herbal dan agak berat jadi Huo Huo mengangkatnya dengan santai dan berkata ini sangat ringan.


kedua lelaki yang disorong kesudut hanya menatap Huo Huo dengan penuh kebencian dan iri. ketiga perempuan itu berkata bahwa kota itu tidak jauh dan hanya 50 meter lagi . Huo Huo dan yinlong tentu saja tahu , mereka sudah menghilangkan sayapnya masing-masing dan yinlong sudah menghilangkan ekornya yang tebal serta mewarnai tanduknya menjadi coklat kembali dan dia kembali ke penampilan rusanya.


Huo Huo berkata lewat telepati , 'kakak pertama, kau seperti babi yang memakan harimau . kecuali kau benar-benar naga disini'. lebih dari harimau. yinlong tidak menjawab dan hanya bersenandung.


mereka ber-7 berjalan dengan diiringi pemujaan ketiga wanita itu , untuk Huo yang dan yinlong .