Transmigrated To Another World With My Family

Transmigrated To Another World With My Family
bab.44



Didi membuka matanya dengan penuh senyuman sekarang suasananya sangat berbeda dengan kemarin malam, kakak keduanya sudah memaafkan nya. tapi, bagaimana dengan kakak pertama?. Didi merenung dengan melihat langit-langit kamarnya yang terbuat dari kayu. tidak lama terdengar ketukan dan suara kakak keduanya yang jelas-jelas bersemangat.


"adik ketiga!, bangun dan sarapanlah bersama kakak keduamu yang tampan!~". Didi hanya bisa menghela nafas atas kenarsisan kakaknya yang satu ini.


setelah mempersilakan kakaknya masuk dia juga sudah membersihkan dirinya menggunakan kekuatannya sendiri, setelahnya mereka berdua pergi keluar untuk sarapan bersama. sepanjang perjalanan mereka berbincang-bincang tentang segala hal yang mungkin dan Didi bertanya di mana kakak pertamanya berada, karena tidak pergi bersama mereka. Huo Huo menjawab bahwa orang itu sudah berada di sana terlebih dahulu.


setelah mereka sampai pada tempat itu, apa yang mereka berdua lihat adalah kakaknya itu sedang di goda gadis kemarin malam yang jelas-jelas belum kapok juga. mereka berdua melihat kakak pertamanya itu hanya diam dan menutup mata terhadap apa yang di lakukan wanita itu lalu mereka berdua mengalihkan tatapannya pada wanita yang secara terbuka menggoda yinlong.


Didi memandangnya dengan tatapan garang dan menakutkan, sedangkan Huo Huo memandang perempuan itu dengan kesal dan ngeri bagaimana jika dia gagal menjauhkan wanita ini dari kakaknya dan dia yang akan mendapatkan hukuman seratus lembar!!.


memikirkannya hanya akan membuat bulu kuduknya berdiri, dia membenci apa yang bersangkutan dengan berpikir yang membuat otak pusing. sangat pusing sampai membuat orang gila.


Huo Huo dan didi melangkah dengan tegas dan mendekati meja yang hanya memiliki tiga kursi yang pas, sebelum duduk Huo Huo menarik wanita yang mencoba menempel di sisi kakaknya lalu memperingatinya dengan matanya yang bersinar karena dia adalah pemangsa alami, tetapi wanita itu adalah seekor tikus albino yang lambat dan tidak menyadari tatapan peringatan dari Huo Huo.


melihat wanita itu tetap berusaha mendekati kakaknya, Huo Huo hanya bisa duduk dan memperhatikan dengan tangan terkepal. ingin rasanya dia menyelesaikan nya dengan tinjunya sekarang hanya saja itu pada wanita, apakah dia Setega itu? tentu tidak, dia masih harus menahan diri. tentu saja saat wanita itu melakukan gerakan yang terlalu berlebihan biarkan dia menyelesaikannya di tempat.


Didi memandang perempuan itu dengan kosong melihat bagaimana dia berusaha untuk memegang tangan kakaknya tetapi dihalangi oleh pembatas es yang dibuatnya, meski ada pembatas itu tetap saja Didi kesal. dia ingin berdiri sekarang dan berkata dengan lantang, itu kakaknya!!, dan itu hanya akan menjadi miliknya!!. mengapa kau berusaha untuk menyentuh apa yang seharusnya menjadi milikku??!.


walau berdiri dan berteriak seperti itu sekarang, tapi dia masih menahannya dan hanya bisa memperhatikan dengan kosong pemandangan di depannya bahkan sampai sarapannya yang sederhana dengan hanya roti dan susu datang Didi tetap tidak mengalihkan perhatiannya dan hanya menatap kakaknya dengan kosong.


orang-orang di sekitar juga seakan tidak melihat hal itu hanya berlalu-lalang dengan acuh tak acuh, Huo Huo yang memiliki kesabaran setipis tisu tidak bisa menahannya lagi dan segera dia berdiri dan menggebrak meja dengan keras yang menarik perhatian orang-orang.


"dasar ******!, menjauhlah dari kakakku!". Huo Huo menunjuk wanita itu yang menatapnya dengan kaget sebelum di ganti dengan tatapan main-main.


Didi memandang kakaknya itu dengan kaget dan setelah berdiam diri sesaat dia juga berdiri di samping kakaknya itu, dia tidak menenangkan kakaknya itu dan hanya menatap wanita di sisi berlawanan dengan tatapan bermusuhan dan meremehkan.


berani sekali, wanita yang jelas-jelas adalah orang asing yang tidak di kenal mendekati dan menggoda kakak pertamanya, benar-benar cari mati. kali ini beberapa bibi yang Huo Huo lihat datang dari arah dapur yang tidak jauh dari sini perlahan bibi-bibi itu menatap mereka berdua yang berdiri dan mencolok di tengah ruangan itu dan wanita itu yang juga berdiri dan satu tangan yang akan menyentuh tangan besar yang berselimut kain putih.


salah satu dari bibi itu berjalan terlebih dahulu dan yang lainnya mengikuti, bibi itu dengan paksa mengambil wanita yang memberontak di tangannya dan menariknya menjauh tetapi sebelum itu dia tersenyum meminta maaf dan membungkuk pada tiga orang di meja itu.


jadi keduanya dengan cepat meletakkan alat makan yang sudah berada di tangan hampir bersamaan dan mulai memelas pada kakak pertama.


"kakak pertama, maafkan kami oke?. kami tahu kami salah, lain kali kami tidak akan mengulanginya lagi". keduanya memiliki tangan terkepal di atas lutut dan ekspresi berharap muncul di wajah masing-masing.


"lain kali?". yinlong menjawab setelah beberapa saat, dengan suara yang dalam menemukan kunci dari perkataan keduanya.


kedua orang yang memiliki ekspresi berharap dengan cepat menggelengkan kepala dan membantah bahwa tidak akan ada lain kali, jadi setelah yinlong membalas dengan deheman keduanya mulai makan dengan gembira.


di sisi lain dapur, wanita itu merajuk dengan tangan di dada dia memalingkan wajah kesisi lain sebagai tanda pengabaian. wajah beberapa bibi itu berekspresi lelah.


"xiao Xue, kau tidak boleh selalu membuat masalah setiap saat apalagi saat ini kau sudah keterlaluan. kau menggoda orang yang bahkan tidak kau kenali". bibi yang bernama xu xina mulai menceramahi dengan lembut tetapi tidak berharap mendapatkan balasan yang tajam dari sisi lain.


"apa maksudmu?!, aku sangat mengenalnya!. tidak ada yang lebih mengenalnya dibandingkan aku!, dia bukanlah orang asing!!. kau harus tahu itu!, humh!". Ming Xue menunjuk bahu wanita itu dan menusuk-nusuk nya d Ngan keras sampai membuat wanita tua yang berusia 30 keatas itu melangkah mundur dan pergi dari dapur itu dengan langkah keras.


bibi yang berada di dekat bibi xu xina dengan cepat menopangnya supaya tidak terjatuh, bibi xu xina hanya bisa mengelus dadanya dengan sabar dan menatap kepergian anak itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


author: ya, seratus lembar pertanyaan campuran antara MTK, kimia, dll. yang 'khusus' di buat oleh yinlong sendiri 👌🏻.


jin Huo shi: author!, mengapa kau membuat hukuman semacam ini yang sangat kubenci?!.


author: *mengangkat bahu* demi kelancaran plot, kau pasti tahu itu Huo Huo.


jin Huo shi: tapi!, bisakah kau menggantinya dengan hukuman yang lain *tampilan berharap*


author berkata dengan kejam "tidak" dan segera kabur sebelum terkena pukulan maut Huo Huo yang marah.