
"hmm" yinlong [jin yinlong] menutup mata dengan tenang sembari menyesap.teh herbal perlahan
...----------------...
setelah sesi makan yang 'tenang' dengan 'wanita pelayan multifungsi' berada tepat disamping Huo Huo memperhatikannya makan .
setiap kali Huo Huo mengambil makanannya sendiri dengan sumpit dan memasukannya kedalam penghalang tudungnya matanya mengikuti setiap gerak-gerik nya. matanya sangat panas seakan bisa membuat kain itu terbakar dan menghilang , lalu memperlihatkan orang yang tertutup di dalam nya.
Huo Huo yang diperhatikan dengan mata yang panas seperti itu terlihat sehat biasa saja di luar , tetapi sebenarnya banyak pertanyaan yang melayang di benaknya. kenapa 'wanita pelayan multifungsi' ini selalu menatapnya? apakah benar-benar tidak ada pekerjaan lagi??? dll.
setelah menyeka mulutnya sendiri Huo Huo dan yinlong berdiri dengan ketenangan pikiran . Huo Huo sedikit tersenyum pada 'wanita pelayan multifungsi' itu walaupun wajahnya tidak terlihat. dan berkata dengan lembut "terimakasih telah menemani saya" juga sedikit mengangguk dengan tenang. disini Huo Huo harus melakukan setiap gerak-gerik yang sangat berbeda dengan sifat nya yang sebenarnya , dia tidak bisa membuat sebuah kerusuhan begitu saja .
di tempat ini setiap gerakannya akan membuat kerusuhan yang serius , apalagi tempat ini sangat sepi .
melihat Huo Huo berdiri dan menyapanya terlebih dahulu daripada orang didepannya , 'wanita pelayan multifungsi' itu mengangguk dengan terburu-buru dan tersenyum profesional dan berkata dengan sangat lembut seolah telah mendapat perhatian "tidak masalah , saya akan mengantar anda kekamar anda?" dan bertanya dengan ringan seolah-olah itu tidak menjadi masalah.
Huo Huo yang mendengar itupun menatap wajah 'wanita pelayan multifungsi' itu yang membuat wajah 'wanita pelayan multifungsi' itu memerah Semerah tomat. sebenarnya wajah 'wanita pelayan multifungsi' itu cantik , dengan mata bulat dan bulu mata yang tebal dan wajah yang berbentuk oval dengan kulit yang putih dan juga bibir merah nya yang diwarnai dengan pewarna bibir.
setelah beberapa saat saling memandang Huo Huo mengangguk dengan tenang dan segera mereka berada tepat di depan pintu kamar yang mereka pesan . setelah berbincang di depan pintu sesaat Huo Huo mengucapkan selamat malam dan membuka pintu lalu masuk , sedangkan yinlong berada di luar karena dirinya mengikuti Huo Huo dari belakang.
saat dia hendak masuk ke kamar itu 'wanita pelayan multifungsi' itu berkata padanya dengan halus dan lembut "tunggu" dan tanpa ragu.
yinlong yang mendengar itu hanya berhenti dan tidak mengalihkan pandangannya kebelakang. melihat yinlong tidak melihat padanya 'wanita pelayan multifungsi' itu bahkan tidak perduli dan melanjutkan ucapannya . "apa hubunganmu dengan tuan itu?" dia masih bertanya dengan wajah tanpa dosa itu .
yinlong diam beberapa saat dan menjawab dengan suara rendah yang magnetis "bukan urusanmu" suaranya sangat datar , dingin dan acuh tak acuh. setelah berkata begitu yinlong melenggang masuk kedalam kamar dan menutup pintu dengan perlahan dihadapan wajah 'wanita pelayan multifungsi' yang kesal.
melihat pada pintu didepannya yang benar-benar tertutup dan tidak ada celah lagi , dia menggertakkan giginya dan pergi dari sana dengan langkah yang berat. lihat saja , kau akan menyesalinya hmm pikir 'wanita pelayan multifungsi' itu dengan seringai di wajahnya ,tapi segera setelah ada pelayan lain lewat wajahnya kembali terlihat polos dan profesional.
sedangkan disisi lain Huo Huo sudah berbaring terlentang kembali di kasurnya dan menguap dengan malas dan meregangkan pinggangnya . dia duduk dan melihat bahwa kakaknya sedang duduk di kursinya lagi , dia berjalan kesana selangkah demi selangkah dengan pelan dan tidak mengeluarkan suara.
dia berencana untuk mengejutkan kakaknya dari belakang , mengabaikan fakta bahwa kakaknya dan dia punya hubungan yang bisa membuatnya merasakan keberadaannya dari dekat .sedangkan yinlong? dia hanya diam dan menatap bukunya dengan tenang seolah tidak menyadari keberadaan adiknya yang nakal itu.
setelah semakin dekat dan dekat Huo Huo merentangkan tangannya di kedua sisi kakaknya dan melompat untuk menutup kedua mata kakak nya yang panjang dan membuat suara yang mengejutkan "dooor!!!" .
krik krik krik
tidak ada yang terjadi dan Huo Huo jengah dengan itu , tapi dia tetap tidak melepaskan kedua tangannya dari mata kakanya dan berkata "ayolah , kakak pertama , bekerja samalah denganku!" ucapnya dengan sedikit merengek .
setelah beberapa saat Huo Huo kembali berada di belakang kakaknya dan yinlong yang menatap lurus kedepan dengan dingin . Huo Huo kembali mengendap-endap di belakang kakaknya dengan pelan tanpa mengeluarkan suara. dan merentangkan kedua tangannya dan menutup mata kakaknya dan berkata "dooor!!!" untuk mengejutkan kakaknya .
dan yinlong yang diminta bekerja sama berkata dengan suara yang berat dan datar "aaaa" tanpa sedikitpun kejutan . Huo Huo yang mendengar itupun tertawa kecil dan membuka kedua telapak tangannya lalu berjalan kedepan kakaknya dan mencubit kedua pipi kakaknya dari sisi ke sisi .
wajah kakaknya sangat elastis dan Huo Huo suka itu , setelah beberapa saat sesi mencubit Huo Huo melepaskan pipi kakaknya . dan terlihatlah kedua pipi kakanya yang berwarna merah , Huo Huo melihatnya dan tidak bisa tidak tertawa lagi .
setelah beberapa saat tertawa , tawa nya berhenti tiba-tiba karena dia merasakan kram di perutnya . Huo Huo menekan perutnya dengan wajah kesakitan "aduh ,aduh ,aduh! , kakak pertama ,bantu aku!! , sakit sekali!!"
Huo Huo berkata dengan keras dan meminta bantuan kakaknya , sedangkan yinlong hanya menatapnya dengan datar sampai Huo Huo meminta bantuan darinya senyum tipis tidak bisa tidak muncul di sudut bibirnya .
Huo Huo yang kesakitan menutup matanya dan membuka matanya hanya untuk melihat wajah kakaknya yang memiliki senyum di sudut mulutnya , dia tercengang dengan mulut terbuka lebar mengabaikan rasa sakitnya untuk sementara .
setelah beberapa detik hening dengan mulut Huo Huo terbuka lebar dan senyum tipis di sudut mulut yinlong telah menghilang dan wajahnya kembali datar dan dingin.
Huo Huo tersadar kembali dan menatap kakaknya dengan mata terbakar . dia segera mendekat kearah kakaknya dan menjepit kedua sisi wajah kakaknya itu , dia berlahan mendekat dan berkata tepat didepan wajah kakaknya dengan wajah horor ."kakak pertama! , kau baru saja tersenyum" .
Huo Huo melihat bahwa wajah kakaknya yang tadinya baik-baik saja menghitam secara perlahan. dia tersadar akan apa yang dilakukannya dan segera melepaskan nya , melihat bahwa wajah kakaknya masih sama dan bertambah dingin.
Huo Huo bergidik dengan keringat dingin bercucuran melewati dagunya. dia segera menjauh sejauh-jauhnya dan melompat ke kasurnya sendiri walau kasur itu hanya ada satu ,walaupun luas . dia segera mengambil selimut yang berada disisinya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan itu .
setelah merasakan semuanya tertutupi , tetapi masih merasa kurang akhirnya dia melapisi selimut luar dengan auranya sendiri . setelah merasa aman baru kemudian dia berhenti .
yinlong yang wajahnya sehitam dasar pot melihatnya melakukan semua tindakan itu seperti kelinci yang melompat dan berlari menghindari bahaya , wajahnya kembali normal setelah melihatnya mengubur dirinya sendiri di dalam selimut yang berlapis aura.
yinlong melihat bahwa selimut yang mengembung itu bergetar dan semakin sedikit getarannya hingga benar-benar tidak ada gerakan lagi , yinlong berdiri secara perlahan tanpa mengeluarkan suara dan berjalan secara perlahan menuju selimut itu .
setelah berdiri tepat di samping ranjang itu yinlong melihat kebawah dan mengulurkan satu tangannya dan saat tangannya menyentuh aura dari Huo Huo sama sekali tidak ada perlawanan yang terjadi dan yinlong dengan perlahan menyingkapkan selimut pada bagian kepala Huo Huo. dan melihat bahwa Huo Huo sudah tertidur dengan pulas dengan mulut terbuka memperlihatkan taring kecilnya dan mengeluarkan dengkuran halus.
yinlong menatapnya sebentar sebelum menaruh tangannya pada kepala Huo Huo dan mengelusnya dengan lembut . yinlong berkata dengan perlahan dan dingin tetapi beberapa poin lebih hangat "selamat malam" .
setelah melakukan itu yinlong berjalan kembali menuju kursinya dan duduk di sana dengan perlahan , dia menatap buku di atas meja yang dekat dengan vas bunga dan melihat vas bunga yang bunganya menjadi lebih cerah atau bisa dibilang diganti dengan bunga yang baru .
setelah menatap bunga itu , dia menatap kearah pintu dengan ringan dan mengalihkan pandangannya kemeja itu lagi dan menutup matanya untuk memasuki ruang jiwa dan berlatih .