Transmigrated To Another World With My Family

Transmigrated To Another World With My Family
bab.10 keluar dari persembunyian [1]



setelah 5 tahun mereka bersembunyi dan berlatih secara diam diam tanpa sepengetahuan orang luar. mereka akhirnya memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyian masing-masing dan saling mencari.


tentu itu juga karena mereka menemukan celah , khususnya untuk meili dan Didi.


sebelum keluar Didi dia sebenarnya sedang diam tak bergerak dan merenung dalam diam.


berpikir 'apakah dia harus keluar? bagaimana jika ketahuan dan aku tidak bisa makan enak lagi? tapi , nanti aku tidak bisa bertemu keluargaku'


berpikir seperti itu dan memutuskan untuk keluar saja karena saat bertemu keluarganya bukankah ibunya bisa memasak juga , bahkan lebih enak .


jadi dia menunggu saat keluarga ini lengah . dan kebetulan adalah keluarga ini saat itu pergi keluar , entah untuk apa.


setelah memastikan keseluruhan rumah ini kosong , dia mulai memperhatikan kandang yang memenjarakannya .menggigitnya dengan ringan, semudah membuka kaleng soda.


dia keluar dan berkeliling sebentar dan berpikir 'aku akan merindukan tempat ini' bagaimanapun ini adalah tempat yang selama 5 tahun ini dia tinggali .dan keluarga yang merawatnya.


dia keluar dan melihat bahwa ini masih malam . melihat pada rumah yang kecil ini dan berjalan ke depan dengan tenang melewati kegelapan.


dia berjalan jalan di kegelapan di sepanjang jalan yang terpencil dan tidak ada seorang pun di sana . sepertinya semua orang sudah tidur , dan hanya dia yang tidak. meski gelap dia masih bisa melihat dengan jelas semudah melihat pada siang hari.


karena bosan hanya dengan berjalan dia melompat pada genteng dengan ringan . meski tubuhnya sudah sangat besar dia sudah bisa mengendalikan tubuhnya dengan sangat fleksibel , jadi dia tidak akan merobohkan genteng orang lain karena kekuatannya .


dia tidak ceroboh dan tetap waspada bahkan saat sendiri dan tidak orang lain disisinya ataupun disekitarnya. ini adalah apa yang dia latih setelah lama menyembunyikan kekuatannya.


karena waktu itu dia takut dia ketahuan bisa menjadi manusia dan diusir dari keluarga itu dan dia akan kelaparan di jalanan , sementara dia belum bertemu dengan keluarganya. dia hanya tidak mau sendirian, itulah mengapa dia sering bermanja-manja dengan keluarganya. agar mereka selalu bersamanya dan tidak meninggalkannya.


tetapi saat ini dia hanya bisa memikirkan hal itu dan keluar sendiri untuk pertama kalinya , meski takut dia berani mencoba.karena dia sangat merindukan keluarganya , merindukan saat-saat mereka bersama, merindukan saat-saat mereka berbelanja dan bermanja-manja dengan kakak-kakaknya.


dia sangat ingin hal itu lagi , terjadi . dia sangat ingin berkumpul dengan keluarganya dan hidup bahagia meski tanpa pasangan sekalipun.


mungkin , mungkin dia bisa menemukan kakaknya di hutan ataupun di manapun itu . dia akan menemukan mereka apapun caranya.


tapi belum sempat beberapa jam dia di hutan itu. dia mendengar suara seseorang yang saling berbisik di kejauhan , seperti 'hei apakah menurutmu kita bisa menemukan hewan yang bagus?' dan orang yang diduga teman nya yang lain menjawab 'mau bagaimanapun kita harus menemukannya , atau kita akan kehilangan nyawa kita' dan orang yang pertama berbicara berkata lagi 'ya! , tapi jika berhasil . kita akan mendapat banyak uang dan menjadi kaya!'


meskipun dia manusia itu jauh , dia masih bisa mendengarnya dengan jelas karena pendengaran nya yang tajam. mendengar bahwa mereka mencari hewan untuk dijual , dia sedikit marah .


hewan harusnya berada di alam yang bebas! tidak berhak sama sekali untuk diperjual belikan. kecuali hewan itu yang menginginkannya dan bukannya dengan cara dipaksa.


dia yang masih sedikit marah , mendengar mereka berdua berkata lagi 'tapi , bagaimana jika hewan yang kita berikan itu tidak lah bernilai?' 'kita bisa membunuh mereka dan menangkap yang lebih baik'


dia yang mendengar itupun hanya bisa menjadi lebih marah , tapi berusaha menenangkan diri teringat akan ucapan kakak kedua 'apapun masalahnya , kau tidak akan bisa menyelesaikan nya jika kau sedang marah. kau harus berkepala dingin , adik kecil!' yah ucapan yang mengharukan untuk seorang kakak kedua yang sangat suka bercanda dan membuat masalah .


jadi dia memutuskan, untuk dialah yang akan menyerahkan diri . lagipula dirinya sangatlah bernilai . dia melakukannya bukan hanya semata mata karena kesombongan atau apapun itu tapi karena dia ingin menjaga kelestarian hutan ini.


dengan banyaknya hewan , bukankah lingkungannya akan lebih baik? . meskipun mereka berbahaya sekalipun.


sebelum dia pergi kearah dia manusia itu dia membuat tubuhnya lebih kecil dan menghilangkan dua sayap di belakangnya , dan bertindak seolah olah dia tidak mengerti keadaannya dan dibawa setelah mengejutkan kedua manusia itu dengan ketenangannya dan keindahannya.


entah berapa banyak uang yang mereka terima sesudah menjualnya. tetapi dia dikirim ke kota yang lumayan besar dan dijual pada seseorang yang diperkirakan adalah seorang bangsawan.


setelah kedua orang itu pergi , dia menatap orang yang membelinya . melihat bahwa dia memiliki sepasang sayap coklat , mungkin dia adalah seorang burung --, maksudku adalah seekor burung besar, Janis apapun itu karena aku tidak tahu.


menatap rumahnya yang besar dan dikirim ke kandang yang lebih besar juga.dia hanya bisa melongo melihat pemandangan itu , dia sudah lama tidak melihat hal yang besar seperti ini.


tapi dia tetap mempertahankan wajahnya yang jinak dan tidak mengerti apa-apa. dan berpikir 'kalau dia memiliki kesempatan lain di masa depan, dia benar-benar akan pergi' .


dan berakhir dia tinggal untuk sementara di sana dan menikmati dilayani dengan baik dan makan dengan baik juga .