
selesai makan, keduanya tetap diam untuk mengamati sekitar untuk mendapatkan informasi. tetapi orang-orang di sekitar hanya membicarakan tentang bangsawan Li dan kucing besar 'miliknya', Huo Huo merasa jengkel karena bagaimanapun adiknya Didi hanya bisa menjadi milik keluarganya.
tetapi karena penasaran dia menghampiri salah satu meja yang berisi dua orang wanita, Huo Huo duduk di sebelah mereka berdua dan berkata dengan genit untuk membuat mereka tidak waspada.
"hei~, sebenarnya seberapa besar kucing hitam besar itu~. katanya dia sangat lucu ,nona-nona~." Huo Huo sedikit menaikkan nada akhirnya dengan sengaja.
kedua wanita itu tersipu dan tertawa pelan, salah satunya berkata dengan nada bercanda.
"tidak, tuan tampan~. dia memang sangat lucu, tapi sebenarnya ukurannya tidak berbeda jauh dengan kucing biasanya". diikuti oleh wanita yang lain.
"ya~, yang membuatnya dijuluki kucing hitam besar adalah karena bulunya yang hitam dan 'besar', adalah karena dia memiliki reputasi yang besar~!" dengan kedua tangannya direntangkan membentuk sebuah lingkaran di udara.
Huo Huo terdiam sejenak dan tersenyum penuh arti, dia berkata dengan nakal.
"tentu saja~, aku rasa kita memiliki pemikiran yang sama~". seketika wanita itu menoleh dan menatap Huo Huo dengan tajam, tapi Huo Huo hanya memperhatikan dengan tatapannya yang nakal.
seolah telah membuat kesepakatan tertentu kedua wanita itu tertawa dengan tangan di bibirnya, menutupi senyumannya yang semakin melebar.
"hahaha!, entahlah tuan~. ngomong-ngomong namaku lu Xia dan ini adalah adik kembarku lu xina." ucap wanita cantik yang berada di sebelah kiri Huo Huo, sambil menunjuk wanita yang hampir sama dengannya dengan telunjuknya yang ramping.
"ya!~, salam kenal tuan~." wanita cantik yang ditunjuk mengangkat sebelah tangannya dan menepuk kepalanya sendiri dengan pelan, sangat imut.
keduanya menyatukan tangannya di depan dadanya yang menonjol fan berkata dengan genit.
"oh~ tuan!, siapa namamu~?" sambil melirik Huo yang dan mengedipkan sebelah matanya genit. Huo Huo yang dilirik seperti itu tidak hanya tidak merasakan apapun tetapi bahkan hanya menatap mereka secara bergantian dengan tatapan biasa.
lu Xia, gadis imut dengan dua kepang di belakang kepalanya, yang akan berayun saat dia bergoyang ataupun berjalan. warna rambutnya itu adalah warna hijau muda dengan sedikit warna hijau tua diujungnya, wajah yang manis dan imut lalu mata yang berwarna senada dan hidung kecil yang imut serta bibir berwarna merah terang yang mengkilap, sekilas terlihat dia memakai berwarna bibir.
lalu pada lu xina, gadis kecil itu memiliki wajah yang sama persisi dengan lu Xia. kecuali warna rambut dan warna matanya lebih gelap dan sedikit bergelombang daripada lu Xia yang berambut lurus.
mereka sama-sama memiliki tubuh yang sangat berisi di beberapa tempat, yang membuatnya membawa kontras yang aneh tapi menarik dan cantik. dengan wajah yang imut tetapi dengan tubuh yang sangat seksi, sangat menarik. Huo Huo menyipitkan matanya sedikit dan kembali normal, ini sama sekali bukan tipenya.
setelahnya Huo Huo, lu Xia dan lu xina berbincang-bincang tentang berbagai topik, mengabaikan banyaknya orang yang menatap Huo Huo dengan iri dan benci karena berani berbicara dengan dua primadona kota.
yinlong menatap adiknya yang sedang berbincang-bincang dan sangat mudah bergaul, dia menatap teh yang hanya menyisakan bagian bawah nya saja dan mengangkat kepalanya untuk melihat dua pria di sebrang mejanya.
dia perlahan berdiri dan berjalan menuju kedua pria itu, mengabaikan banyaknya gadis yang menatapnya dari segala arah sambil berbisik-bisik tidak jelas dan terlihat sangat gembira dan dari waktu ke waktu melirik yinlong dengan malu-malu.
yinlong berjalan kearah kedua pria tersebut dan tanpa duduk dia bertanya dengan suara rendah tanpa menunduk melihat keduanya.
"siapa kucing hitam besar", nadanya lebih terdengar seperti nada memerintah dan kepalanya yang tidak menunduk membuatnya seperti sedang merendahkan orang. kedua pria itu tersentak saat melihatnya dan kemudian terdiam.
mereka saling melihat dan salah satu dari keduanya berkata dengan terkejut dan takut-takut,.
"tidak!, bagaimana anda bisa tidak tahu tentang kucing hitam besar yang lucu!?". pas sekali saat itu orang-orang dengan anehnya terdiam, dan ucapannya menjadi sangat jelas.
pria yang berbicara itu dengan cepat menutup mulutnya dengan kedua tangan, dan melihat sekeliling yang melihatnya. dia malu dan menutup mukanya dengan lengan bajunya yang lebar, tidak berani menunjukkan wajahnya.
yinlong memandangnya dari atas dengan dingin, dia mendengar sebuah suara yang terdengar sedikit marah berbicara padanya.
"apa-apaan!, kau masih belum tahu tentang kucingku yang lucu!!. sungguh berani!, huh!". yinlong meliriknya dengan dingin, tetapi seakan tidak merasakan tatapan yinlong dia hanya terus berbicara dengan sombong.
"asalkan kau tahu ya!, kucingku itu adalah kucing yang paling lucu!. dan meskipun kau adalah pendatang-" dia sengaja menggantung ucapannya dan menatap yinlong dari atas ke bawah dengan merendahkan.
yinlong masih diam dengan pandangan biasanya yang super dingin dan datar seolah dia adalah patung, yang tidak baik bergerak dan mendengarkan ocehannya yang tidak berguna.
Huo Huo yang tadinya terlibat dengan perbincangan yang panas segera berhenti saat mendengar hal itu, dia mendongkak dan menatap kakanya yang berdiri dengan tidak berdaya. dia tahu kakaknya juga ingin mendapatkan informasi dengan bertanya, tetapi kakaknya bukankah tipe yang cocok untuk melakukan itu. kakaknya adakah tipe orang yang harus menggunakan kekerasan untuk membuat orang membuka mulutnya dan melontarkan informasi yang di inginkan kakaknya.
tanpa mengucapkan sepatah katapun pada kedua wanita itu Huo Huo berdiri dan menghampiri kakaknya, kedua wanita itu juga tidak menghentikannya dan memperhatikan dengan minat.
Huo Huo berdiri disampingnya kakinya, dan membalas ucapan orang tersebut yang adalah bangsawan Li, dia tidak menyangka ternyata orang yang mengurus adiknya Didi adalah orang yang sombong dan sembrono seperti ini, adiknya pasti menderita semua keluhan yang ada.
"heh, apa yang kau katakan pada saudaraku?!. palingan juga, kucing itu mungkin kau membelinya dari seseorang." Huo mencibir dengan jijik.
bangsawan Li merasa malu saat dipandang oleh banyak orang, dia melangkah maju dan berdiri di depan kakak beradik itu.
karena dia lebih pendek dari keduanya ,sekitar 178 cm dia mendongkak dan mulai berkata dengan sombong.
"apa?, memangnya mengapa?.aku membelinya dengan banyak emas, kucing itu sekarang adalah milikku!, dan akan selalu menjadi milikku!". dia masih mengatakan kepemilikan nya dengan sangat sembrono, Huo Huo merasa lebih jijik.
"huh!, kalau begitu. aku akan membelinya dengan harga 10 kali lipat.". Huo Huo melipat kedua tangannya di dadanya dan memandang rendah bangsawan Li yang lebih pendek darinya.
bangsawan Li , yang mendapat banyak keuntungan saat memiliki kucing hitam itu berkata dengan keras.
"kucing itu sekarang milikku!, tentu saja, harga 10 kali lipat tidak ada apa-apanya!." dia berteriak dan menunjuk Huo Huo di dadanya.
Huo Huo sedikit menyeringitkan alisnya, berani sekali dia berani untuk memperjual belikan adiknya. walau dia berkata akan memberi 10 kali lipat dari harganya membeli Didi , dia tidak menyangka orang ini benar-benar mau menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. rasa jijik meningkat pesat.
"baiklah!, besok aku akan kerumahmu, kita diskusikan berapa yang kau inginkan, aku akan memberikannya". Huo Huo berkata dengan mengibaskan tangan yang masih menunjukkan-nunjuk di dadanya dengan kasar.
bangsawan Li menggeram dan segera berkata dengan kasar sembari berjalan menuju pintu keluar penginapan dengan para pelayannya. "tentu, mengapa tidak. aku akan memberimu harga yang pantas". setelahnya dia menghilang dari pandangan dengan pelayan-pelayanannya di belakangnya.
Huo Huo memandang kepergian bangsawan Li dengan jijik dan menatap kakaknya yinlong, dia berkata dengan penuh semangat meminta pujian.
"kakak pertama!, lihat aku berdebat dengannya!. aku sangat hebat bukan??!!". dia menekuk kedua tangannya di dadanya dan mengguncangnya naik turun.
yinlong memandangnya dengan dingin dan menjawab dengan dingin. "ya, adik kedua hebat", tanpa fluktuasi emosi karena diabaikan dari tadi. Huo Huo yang dipuji mengibaskan ekornya dengan penuh semangat, tapi dia tidak menggunakan kekuatan nya karena takutnya itu akan membuat barang yang didekatnya terbang menjauh.
"baiklah~, waktunya berbelanja~". Huo Huo menarik kakaknya dengan gembira, dan mulai berbelanja sampai sore hari lalu pulang dan tidur setelah makan malam.
sedangkan bangsawan Li yang berada di kediaman nya, melemparkan kendi berisi arak dengan keras kelantai. dia terlihat mabuk, dan meracau dengan tidak jelas. tapi yang jelas dia mengutuk seseorang.
"huh, kau pikir aku akan melepaskan kalian berdua begitu saja!, tentu saja tidak!" "lihat saja nanti, aku akan membuat kucingku yang imut untuk menyerang mereka berdua begitu melihatnya" ya , dia berencana untuk mempertemukan mereka berdua dengan kucingnya.
saat dia meracau dengan tidak jelas dan mengutuk orang beberapa kali. seorang pelayan wanita mengetuk pintu dengan cemas dan berkata dengan setengah berteriak.
"tuan!, tuan!. kucing hitam itu tidak mau makan hampir sepanjang hari hari ini!. dan dia sangat lemas sekarang!".
bangsawan Li yang mabuk, mendengar itu dan menggertakkan giginya dengan keras dan berkata dengan berteriak penuh amarah .
"apa yang kau lakukan!, kau bisa memaksanya untuk makan!,. mengapa begitu merepotkan!!" , tentu saja sebagai angsa dengan sifat berapi-api dan sombong.
setelah mendengar itu pelayan wanita itu segera meminta maaf pada tuannya dan buru-buru kembali untuk memberi makan kucing hitam walau harus dengan paksa, walaupun dia tidak tega . tapi ini adalah perintah tuannya.
bangsawan Li yang belum pulih dari amarahnya, mengutuk kembali beberapa kali sebelum dia tertidur di tempat tidurnya.