
"adik kedua telah dewasa" yinlong (jin yinlong) berkata dengan ekspresi lumpuh.
...----------------...
karena telah makan dan minum yang cukup Huo Huo dan yinlong memutuskan untuk berjalan-jalan di desa ini sebentar , sebenarnya yang ingin cuma Huo Huo tapi yinlong hanya setuju tanpa berkomitmen.
setelah keluar melalui jalan yang mereka lalui saat menuju penginapan ini . dan sampailah mereka berdua di tempat yang ramai alias pasar , pasar yang sangat ramai sangat kontras dengan penginapan itu yang sangat sunyi.
saat mereka tiba di sini banyak mata yang melihat mereka berdua dengan pandangan aneh , mungkin bertanya-tanya mengapa mereka memakai pakaian yang sangat tertutup seperti itu? . lupakan , mereka berdua hanya mengabaikannya dan Huo Huo mulai melihat kesana-kemari dengan penuh semangat .
saat dia melihat sebuah toko yang menjual manisan dia berjalan kesana dan membeli beberapa. tentu saja dia juga membelikannya untuk kakaknya , setelah semua ini dia duduk di sebuah kursi yang berada di pinggir jalan dengan kakaknya di sampingnya .
walaupun dia tertutup di luar sebenarnya dia mampu melihat dengan sangat jelas seperti tidak memakai penutup apapun. Huo Huo duduk dan makan manisan lalu melihat sekeliling dengan rasa ingin tahu sedangkan yinlong hanya diam saat dia memakan manisan itu .
saat Huo Huo melihat sekeliling dia melihat di sudut yang mudah di abaikan di balik sebuah bangunan terdapat seorang wanita yang menatapnya dengan mata yang aneh. walau tidak terlihat dengan jelas karena memakai penutup wajah tapi penglihatannya sangat bagus dan tidak mungkin hanya karena penutup wajah bisa menutup jenis kelaminnya.
Huo Huo yang melihat itu pun matanya berbinar dan segera berdiri , dia memutuskan untuk melihat wanita itu dahulu. tentu saja , sebelum pergi dia meminta izin dulu pada kakaknya dan kakaknya berbicara dengan suara yang dingin "pergilah".
setelah mendapat kan persetujuan , Huo Huo pergi ketempat wanita tadi menatapnya dengan berlari. tetapi setelah dia berbalik dan melihat tempat dimana wanita tadi melihatnya , sepertinya wanita tadi menyadari tatapannya dan segera berbalik lalu berlari .
Huo Huo yang melihat itupun segera berlari mengejarnya. kecepatan berlarinya sangat cepat dan itu tidak bisa di lihat dengan mata telanjang , kecuali ada ras yang tergantung pada kecepatan itu masih bisa di lihat karena Huo Huo hanya menggunakan kecepatannya yang standar .
yinlong hanya melihatnya dengan datar setiap gerak-gerik adiknya itu , lalu menutup matanya dan menggunakan kemampuannya untuk melihat apa yang akan di lakukan oleh adiknya. dia menggunakan kemampuan ini dan tidak akan ada yang menyadarinya kecuali orang itu lebih kuat darinya untuk merasakan pengawasannya .
disisi lain Huo Huo mengejar wanita itu tidak lama karena wanita itu tersudut di sebuah gang yang gelap dan kotor. di sini di penuhi oleh sampah yang bertebaran dan bau busuknya yang menyengat serta gelap karena terhalang rumah-rumah penduduk yang tinggi jadi tidak ada cahaya yang bisa masuk .
meski di sini gelap Huo Huo masih bisa melihat dengan sangat jelas dan dia melihat ternyata wanita itu memiliki ekor kucing berwarna putih dan telinga kucing berwarna putih juga. setelah melihat bahwa wanita itu tersentak dan berjalan mundur kearah tembok , Huo Huo mendekatinya. dan semakin dekat jarak Huo Huo dan wanita itu dan wanita itu terpojok di dinding.
Huo Huo yang melihat itupun segera berjalan lebih cepat dan mengurung nya tepat diantara tangannya. Huo Huo perlu melihat kebawah saat melihat wanita itu , karena ternyata wanita itu lebih pendek dari yang dia duga mungkin sekitar dadanya saja.
dia hanya berkata seperti itu saat wanita itu tersentak dengan telinga kucing dan ekornya berdiri tegak , lalu menggeleng terburu-buru. meski Huo Huo tidak melihat dengan jelas wajahnya karena tertutup penutup wajah dia tahu dari segi tubuh dan postur tubuh wanita di depannya .
jadi Huo Huo menjauh dan berkata lagi dengan hangat "ternyata itu adalah anda , mengapa anda ada disini? . bukankah Anda sedang bekerja?" . Huo Huo menggunakan bahasa formal lagipula dia dan wanita ini adalah orang asing yang baru bertemu saat berada di penginapan dan sekarang .
meski Huo Huo merasa aneh , tepi dia selalu memiliki pirasat kalau orang yang selalu melihatnya itu adalah wanita ini . tapi karena tidak mau berprasangka buruk dia hanya memikirkan nya dan tidak mengatakannya .
Huo Huo menatap wanita itu dan menunggu apa jawabannya , dan setelah beberapa saat wanita itu berkata dengan suara lembut dan gemetar. "aku , aku hanya sedang berbelanja sayur di pasar , dan kebetulan melihat anda di sini ". suara wanita itu lembut beberapa poin dengan beberapa keraguan .
Huo Huo melihat wanita itu menunduk dan mendengar apa yang dikatakannya , dia berpikir ternyata memang benar wanita ini adalah pelayan multifungsi dan tunggu , dia hanya melihatku?! lalu dimana kakak pertama dimatanya!!? . bukankah kakak pertama berada tepat disebelah ku!? apa-apaan ini!!!.
sementara Huo Huo berpikir dengan termenung dan segala gerakannya itu terdiam dan tidak menyuarakan pertanyaan membabi-buta di dalam kepalanya. setelah beberapa saat wanita itu mengangkat kepalanya dengan penuh keraguan dan menatap Huo Huo dengan takut-takut lalu menundukkan kepalanya lagi dengan gemetar .
suasana canggung segera membangunkan Huo Huo dari berbagai pertanyaan di dalam pikirannya dan segera melihat wanita itu yang terdiam dan gemetar dengan kepala tertunduk . Huo Huo mengangkat tangannya dan menaruhnya pada kepala wanita itu dan menepuknya seperti dia menepuk kepala adiknya Didi dengan ragu-ragu. melihat bahwa wanita itu berhenti bergetar dan terdiam , Huo Huo menurunkan tangannya dan berkata pada wanita itu . "sudahlah , apakah kau sudah selesai berbelanja? . jika sudah selesai, kita akan kembali,?" Huo Huo berkata dengan sedikit ragu karena dia bahkan tidak melihat sayur yang dibicarakan wanita itu ditubuhnya .
setelah beberapa saat terdiam wanita itu mengangguk dengan ragu dan tidak berani mengangkat kepalanya . Huo Huo hanya melihatnya dan berbalik lalu berjalan dan merasakan wanita itu berjalan dibelakangnya . entah kenapa sekarang banyak orang yang berjalan di belakangnya pikir Huo Huo, meski begitu dia merasa kakaknya wajar seperti itu karena dia selalu ingin adiknya ini dewasa dengan sendirinya tanpa bimbingan nya.
setelah beberapa saat dia berjalan di gang sempit yang penuh dengan bau yang memuakkan itu , karena Huo Huo adalah singa penciumannya secara alami juga sangat tajam jadi dia merasa terganggu tapi dia tidak menunjukkannya di luar . hanya saat dia benar-benar keluar dari gang itu dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan ya perlahan . dia berjalan dengan perlahan menuju kerumunan untuk menemukan tempat dimana kakaknya berada .
sedangkan disisi lain yinlong membuka matanya perlahan dan tetap diam, menunggu adiknya Huo Huo menemukannya . tidak butuh waktu lama bagi Huo Huo untuk menemukan kakaknya karena ikatan kakaknya dengan dirinya . dia berlari kecil kesan dan berkata pada kakanya dengan semangat ."kakak pertama! , lihatlah aku bertemu kembali dengan wanita pelayan multifungsi ini!! , ayo kita kembali kepenginapan!" Huo Huo berkata dengan dada membusung seperti ayam jago yang bangga dengan kedua tangannya di pinggangnya.
sedangkan wanita pelayan yang multifungsi yang dibicarakan Huo Huo hanya menundukkan kepalanya setelah mendengar apa yang dikatakan Huo Huo, sedangkan yinlong hanya berdiri setelah melirik wanita itu sekilas.
setelah beberapa saat mereka kembali kepenginapan yang sangat sunyi ini lagi , dan pelayan itu membungkuk dan berkata bahwa dia akan kembali bekerja . Huo Huo tidak mempermasalahkannya dan membiarkannya pergi . setelah melihat pelayan itu pergi Huo Huo berkata pada kakanya, "kakak pertama , pelayan itu berkata bahwa dia hanya melihatku saat itu, apakah dia tidak melihatmu yang sebesar ini?" tentu saja Huo Huo berkata dengan berbisik rendah .
yinlong yang mendengar itupun hanya diam dan berjalan untuk memimpin jalan kali ini , Huo Huo yang melihatnya pun mengejarnya dengan berlari kecil . Huo Huo tidak berbicara lagi dan mereka sampai pada kamar yang mereka pesan . setelahnya Huo Huo berbaring di kasur karena tidak tahu apa yang harus dilakukan sedangkan yinlong dia hanya duduk membaca buku dengan cangkir teh ditangan kanannya dan tekonya di meja .
suasananya kembali sunyi seketika .