Transmigrated To Another World With My Family

Transmigrated To Another World With My Family
bab.40 kota [8 end]



keesokan harinya, Didi membuka matanya dengan malas. dia tidak mau bangun dari tempat tidur, menghadap pada kakaknya Huo Huo yang sedang tidur nyenyak dengan memeluknya.


Didi berniat melepaskan pelukan ini tetapi sang empu memeluknya dengan erat, dia hanya bisa pasrah dan berbaring tanpa bergerak sebelum kakak pertamanya berjalan kearahnya dan mengangkatnya secara langsung dengan kedua tangannya tanpa hambatan.


bagaikan tahu siapa yang mengambil orang di tangannya Huo Huo hanya membalikan badannya dan terus tidur tanpa gangguan. Didi menatap kakaknya yang mengangkat nya dengan dua tangan dengan sangat mudah dengan lelah, dia ingin tidur tapi waktu sudah siang hari. bagaimana bisa dia terus tidur.


yinlong beralih menggunakan satu tangan yang dengan mudah membawa Didi pada bak mandi kayu yang berada di balik tirai, dia menaruh adiknya yang dengan lunggai berjalan ke sana untuk mandi. bagaimanapun dia tidak mandi selama ini, walaupun begitu dia tidak bau karena dia membersihkan tubuhnya mengunakan kekuatannya sendiri.


sekarang dia hanya ingin mandi dengan air sungguhan, dan dengan tangannya sendiri. sungguh merindukan perasaan air itu meluncur kebawah dengan gravitasi.


saat adik ketiganya mandi dengan asik, yinlong berjalan kearah Huo Huo yang masih tertidur tanpa suara. dia duduk di samping tempat tidur dan memandangi wajah adiknya yang sedang tidur sebentar sebelum berkata dengan suara yang berat dan dingin.


"waktunya bangun". jarang dia mau membangunkan seseorang walaupun orang itu adalah adik keduanya sendiri, itu karena dia akhirnya bertemu dengan adik ketiganya Didi.


perlahan Huo Huo membuka matanya dengan malas setelah matanya berkedut-kedut karena dia malas membuka matanya, dan saat dia berniat untuk tidur kembali dia mendapatkan tatapan intens yang dingin dan tajam dari kakaknya. dia hanya bisa pasrah dan membuka matanya dengan malas.


apa yang menyambutnya adalah wajah kakaknya yang walaupun lumayan jauh tapi tetap memancarkan aura kemaskulinan dan dingin, kakaknya sangat tampan Huo Huo berpikir dengan penuh kebencian.


di penuhi dengan garis pandang kakaknya yang tampan dan dingin dia hanya bisa mambangunkan dirinya yang sangat malas dengan paksa dan duduk untuk menguap dengan lebar, sebelum beringsut kearah pinggiran kasur dan menunggu dengan malas adik ketiganya selesai mandi.


suasana nya terlalu berat pagi ini meski sedikit cerah, Huo Huo berencana untuk mandi air hangat. biarkan dia menjadi bola kukus hangat~.


segera setelah itu Didi keluar dari ruangan dengan pakaian nya yang baru dibuat, itu berwarna biru dan putih sebagai coraknya. Huo Huo berjalan lunggai ke arah tirai kamar mandi dan mulai berendam air hangat, Huo Huo hampir saja terlelap jika adiknya Didi tidak membangunkannya dengan berkata.


"kakak kedua, cepatlah. apa yang kau lakukan di kamar mandi begitu lama?, sekarang waktunya sarapan." Didi berbicara saat dia membuka pintu untuk menyapa kakak-kakak yang berencana untuk membangunkan mereka untuk sarapan.


yinlong sedang berada di kursinya sendiri dan menatap bunga yang sudah di ganti oleh salah satu kakak-kakak itu, sebenarnya mereka adalah orang yang sama alias ketiga gadis itu yang berangkat bersama mereka bersama kepenginapan ini.


ketiga gadis itu memandang Didi dengan penuh tanda tanya, karena mereka baru pertama kali melihatnya. tapi mereka merasakan dorongan hati untuk memanjakannya tanpa alasan, apalagi dia memiliki aura disekelilingnya yang entah bagaimana lucu dan imut.


jadi ketiganya berlama-lama hanya untuk mengobrol dengannya, dan Didi sudah akrab dengan ketiganya dengan mudah. ketiganya juga sangat senang bisa dekat dengan Didi dan tidak menanyakan mengapa dia berada di sini. lagipula penginapan ini bisa membayar sesuai dengan jumlah orang yang menginap di setiap kamar dan berapa lama.


Huo Huo yang mendengarnya segera melompat dari bak kayu itu dan bajunya secara otomatis terpakai karena dia membuatnya dari auranya sendiri, berwarna putih dengan corak oranye. dia berjalan keluar dari tirai itu dan melihat kakaknya yang sudah berdiri di samping adiknya, dia berjalan kearah sana dan melihat ketiga gadis itu dan menyapanya dengan hangat.


ketiga gadis itu memandang pemandangan di depannya, ketiganya sangat tampan dengan aura yang berbeda. ketiga perempuan itu berwajah merah saat mengantar ketiganya kebawah untuk sarapan.


bahkan saat turun sekalipun semua pelayan perempuan menjerit tertahan dan tersipu begitu banyak. entahlah mereka merasa heran, hanya saja saat mereka bertiga seperti ini mereka seperti lengkap. dan menambah pesona nya yang sempurna.


saat ketiganya duduk di meja, ada pelayan wanita yang menghampiri dengan malu-malu. dia berjalan kearah Didi dengan tersipu tetapi memberanikan diri untuk menanyakan namanya.


"tu- tuan, jika pelayan ini boleh tahu. siapa nama anda?". dia bertanya dengan gugup, dan tidak berani menatap Didi yang menatapnya.


"tidak perlu menunduk seperti itu nona~, namaku hu xiaoxi." wanita itu tersipu dan mengangguk dengan cepat, bagaimana dia tidak tersipu Didi selalu menggunakan nada genit bahkan pada orang yang baru di kenalnya. itu membuat Huo Huo dan yinlong menatapnya dengan tajam, memperingatkannya untuk tidak seperti itu pada semua orang.


Didi menghela nafas pada ke posesif pan keduanya, lihat saja wanita yang tadinya tersipu memiliki iris mata yang bergetar karena tekanan dan ketakutan dan melarikan diri setelah membungkuk kembali. itu karena kedua kakaknya memberikan tekanan pada pelayan wanita itu dengan tatapan yang tajam dan dingin, bahkan Huo Huo.


saat mereka sarapan ada beberapa orang yang bergosip tidak jauh dari sini, mereka membicarakan tentang gumpalan hitam kecil yang ternyata sudah di jual oleh bangsawan Li dengan harga tinggi, banyak dari mereka menyesal karena mereka bahkan tidak dapat melihatnya. tekanan kedua kakaknya menjadi lebih berat, Didi menghela nafas berat.


setelah mereka sarapan Huo Huo membayar semua tagihan selama mereka menginap di sini, setelahnya mereka pergi berdampingan.


saat mereka melewati pasar banyak yang memandang mereka bertiga dan banyak berspekulasi bahwa mereka adalah bangsawan yang menyamar sebelumnya, karena banyak yang mengenal Huo Huo dan yinlong karena mereka memakai pakaian tertutup yang mencolok di antara orang-orang yang memakai baju yang terbuka karena memang sedang panas ataupun hanya ingin mencari perhatian saja.


dengan banyaknya yang memandang mereka, ketiga nya berjalan dengan tenang kecuali Huo Huo yang sesekali berbicara dan Didi yang menyaut. ketiganya sampai pada gerbang, dan untungnya tidak ada yang curiga bangsawan Li bukankah bangsawan Li yang sebenarnya. dan boneka bangsawan Li juga mengurus para tamu yang di undang oleh bangsawan Li sebelumnya dan mengatakan bahwa dia menjualnya dengan harga tinggi dan dia akan membeli yang baru untuk itu yang lebih lucu, dan sebagaimana ucapan nya Didi mengirimkan sebuah boneka rumah merah yang lucu untuk menggantikannya.


setelah keluar dari kota itu Didi menatap alam yang sangat dia rindukan dan kebebasan yang dia inginkan akhirnya tercapai, tapi dia masih harus menemukan ibunya secepatnya atau dia akan di hukum begitu dia menemukan ibunya, meskipun hukuman itu ringan.


setelah berjalan beberapa meter dari kota itu mereka bertiga berhenti atas saran Huo Huo, itu karena Huo Huo berencana untuk memamerkan sayapnya pada adiknya Didi tanpa mengetahui Didi juga mempunyai sayap meskipun lebih kecil darinya.


"adik ketiga lihatlah kakakmu yang tampan ini mempunyai sayap!" dia menunjuk dirinya sendiri dengan sombong dan mengeluarkan sayapnya dengan hanya panjang 10 meter, itu masih belum seberapa sebenarnya masih lebih kecil dari ukuran aslinya.


dia memandang adiknya Didi dengan sombong dan meminta pujian darinya dengan dagu terangkat, Didi memandangnya dan menghela nafas dengan dua tangan di pinggang nya. dia mengeluarkan sayapnya yang mengkilap dari punggungnya yang panjangnya sekitar 8 m, Huo Huo merasakan sebelah matanya berkedut-kedut.


sedangkan Didi yang menatap kakak nya untuk menggodanya mengalihkan pandangannya pada kakak pertamanya, dia memandang kakak pertamanya.


"kakak pertama, aku ingin melihat sayapmu". yinlong yang sedari tadi menatap interaksi antara keduanya mengeluarkan sayapnya langsung, sayapnya berjumlah empat. tidak ada buku dan hanya ada sisik perak yang mengkilap dingin yang persisi seperti orangnya. Didi terdiam dan bertanya pada kakanya.


"Kakak pertama, apa ras mu?". dia ingin tahu mengapa kakaknya berbeda dengan mereka berdua. yinlong membuka mulutnya dan berkata dengan dingin seperti dia yang biasa.


"naga perak". yang sama dengan namanya, Didi membeku dan perlahan berjalan kearah kakak nya lalu membelai sayap kakaknya yang licin dan halus. sebenarnya naga, dia sangat mengagumi kakaknya!. mata Didi berbinar.


sedangkan yinlong memiliki sedikit kepuasan di matanya, Huo Huo menatap adiknya Yang sedang membelai sayap kakaknya dan menghela nafas berat sebelum berkata pada adiknya itu.


"adik ketiga, sebenarnya kakak pertama mu ini memiliki enam sayap. dan kedua sayap itu memiliki bulu sama seperti kita hanya berbeda warna saja". Didi memandangnya seakan bertanya benarkah dan Huo Huo mengangguk. Didi menambah poin kekagumannya pada yinlong, dan Huo Huo yang menghela nafas mengapa dia memberitahu adiknya tentang ini.


mereka melanjutkan kembali perjalanannya dengan terbang, tidak masalah hanya tinggal satu anggota lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa like dan komen untuk meninggalkan jejak~ . 💅