Transmigrated To Another World With My Family

Transmigrated To Another World With My Family
bab.27 obsesi [4 end]



...----------------...


tok tok tok


"tuan , waktunya untuk sarapan" suara 'wanita pelayan multifungsi' adalah suara di pagi hari yang membangunkan Huo Huo dari tidurnya , dia menguap dengan malas dan meregangkan tubuhnya setelah duduk . dan menjawab dengan malas "ya , tunggu aku dibawah" . segera setelah dia berkata begitu dia masuk dahulu kedalam ruang jiwanya dan tubuh fisiknya yang seperti sedang tidur menyenderkan tubuhnya ketiang ranjang disisi nya .


tujuannya untuk masuk ruang jiwa tentu saja untuk membersihkan tubuhnya , setelah membersihkan tubuhnya dengan cermat dia keluar dari ruang jiwa dan melihat kakaknya sedang berdiri tidak jauh dari pintu. Huo Huo segera berdiri dan membuka pintunya dan segera tudung itu segera terpakai .


saat membuka pintu yang menyambut Huo Huo di luar pintu adalah 'wanita pelayan multifungsi' yang menatapnya sembari tersenyum profesional tetapi sekarang ada beberapa poin kelembutan dalam senyumannya . sepertinya sudah mulai berani (???).


melihat Huo Huo keluar 'wanita pelayan multifungsi' itu tersenyum lebih dalam dan berkata dengan hangat "selamat pagi". dan Huo Huo membalasnya tidak lama setelah menatapnya "Selapa pagi juga" 'wanita pelayan multifungsi' itu masih tersenyum dengan matanya yang bersinar dan mulai membimbing jalannya .


setelah perjalanan tanpa ada perbincangan , akhirnya mereka sampai pada lantai dasar dan menuju meja yang sudah disiapkan . Huo Huo duduk dan yinlong duduk disebrangnya .


tidak seperti terakhir kali , kali ini 'wanita pelayan multifungsi' itu pergi kedapur untuk mengambil makanan yang dipesan oleh Huo Huo dan yinlong .


'wanita pelayan multifungsi' itu kembali dengan cepat dan menyajikan makanan didepan mereka berdua dengan senyuman yang dalam dan profesional, mengabaikan fakta bahwa matanya masih bersinar .


Huo Huo meliriknya dan melihat makanan didepannya , kali ini dia memesan makanan yang kemari dipesan oleh kakaknya dengan banyak sirup merah . dia mendongkak dan menatap kakaknya , melihat kakaknya mengangguk dengan ringan Huo Huo mulai makan dengan tenang .


kali ini kakaknya hanya memesan teh herbal dengan sedikit gula .


setelah makan dengan ditemani 'wanita pelayan multifungsi' yang berada tepat disamping Huo Huo. mereka menyeka mulutnya dan berdiri perlahan , Huo Huo menatap wajah 'wanita pelayan multifungsi' itu yang lebih pendek darinya .


'wanita pelayan multifungsi' itu yang ditatap memalingkan wajah dengan wajah yang memerah, dan Huo Huo mengalihkan pandangannya pada kakaknya dan berkata "kakak pertama , sepertinya aku sedikit mengantuk", dan memegang keningnya dan menutup matanya dengan berat .


yinlong hanya melihatnya dan mengangguk dengan ringan, dan Huo Huo akan berjalan saat 'wanita pelayan multifungsi' itu menghentikannya .


"tunggu , biarkan saya mengantar anda" , Huo Huo berhenti dan menatapnya tapi kali ini wanita itu tidak menghindarinya dan menatapnya balik . melihatnya seperti itu Huo Huo hanya mengangguk dan wanita itu mulai menuntunnya dengan tangan yang saling berpegangan , sebenarnya Huo Huo tidak memegangnya dan hanya wanita itu yang memegangnya semakin erat .


sedangkan yinlong yang berada di belakangnya dengan tenang melihat tangan yang saling berjabat itu dengan tenang dan berpikir , biarkan adik kedua mencuci tangannya setelah semua ini selesai . Huo Huo juga menghilangkan rasa pusing yang melandanya dengan tenang.


di sepanjang jalan Huo Huo menutup matanya dengan erat sementara 'wanita pelayan multifungsi' itu memegang tangannya dengan sangat erat . kesadaran Huo Huo semakin menipis dan menipis hingga akhirnya dia terlihat benar-benar tidak sadarkan diri dan 'wanita pelayan multifungsi' itu mendukungnya dan berencana untuk membawanya saat dia ingat bahwa ada orang lain di belakangnya .


'wanita pelayan multifungsi' itu berkata dengan suara yang kosong yang memiliki sedikit kegembiraan tanpa menoleh kebelakang "tuan, anda bisa masuk kekamar anda terlebih dahulu . saya akan mengantar tuan ini untuk menemui tabib" suaranya terdengar dalam ,setelah berkata dia kembali berjalan dengan agak tergesa-gesa.


sedangkan yinlong hanya diam dan masuk ke kamarnya sendiri , dia membuka pintu dan duduk disisi ranjang . kali ini tudung itu tidak terlepas dan yinlong menutup matanya dengan tenang saat kepalanya menyentuh bantal . entah sudah berapa lama , saat tiba-tiba suara pintu terbuka yang terdengar perlahan masuk ketelinga yinlong diikuti oleh beberapa suara langkah kaki . yinlong kembali membuka matanya dengan tenang di balik tudungnya .


disisi lain Huo Huo yang tadinya menutup matanya dengan erat mengikuti 'wanita pelayan multifungsi' membuka sebelah matanya sedikit dan melihat kebawah pada wanita itu . dia melihat wanita itu memapahnya entah kemana dan sepertinya wanita itu menyadari tatapannya dan menoleh untuk menatapnya . sebelum benar-benar saling menatap Huo Huo menutup kembali matanya dengan erat dan membuka mulutnya dengan gemetar dan berkata "apakah kita sudah sampai? , entah mengapa aku merasa sangat pusing " dan dilanjuti dengan tangan kanannya yang bebas menekan pelipisnya .


'wanita pelayan multifungsi' itu menatap Huo Huo dengan mata yang sangat panas dan terasa seperti membakar , banyak emosi rumit yang menumpuk di matanya . tapi dia tetap membuka mulutnya dan dengan lembut menjawab "tentu saja , sebentar lagi kita akan sampai" suaranya terdengar sangat lembut dan penuh kerinduan yang mendalam.


setelah berjalan tidak lama , 'wanita pelayan multifungsi' itu memasuki kamar yang berada tepat di sudut penginapan ini. sedangkan Huo Huo hanya menutup mata dan mengikutinya masuk kekamar itu .


'wanita pelayan multifungsi' itu menuntun Huo Huo setelah dia membuka pintu dan membaringkan nya di kasurnya sedangkan dirinya pergi kepintu itu yang belum tertutup dan perlahan tapi pasti dia menutup pintu itu dan menguncinya dari dalam.


setelahnya dia kembali dan duduk tepat di samping ranjang tempat Huo Huo terbaring , dia menatap orang yang terbaring itu dengan intens dan perlahan mengulurkan tangannya dan mengusap lapisan kain tudung yang menghalangi pandangannya untuk melihat paras Huo Huo.


dia terlihat kesal secara bertahap dan perlahan mengepalkan kain itu dengan erat seakan-akan akan mencabut kain itu sekarang juga , tetapi dia hanya meremasnya dan kembali menenangkan diri .


melepaskan tangannya yang meremas kain itu secara perlahan , dan dengan pelan perlahan berdiri dari sana dan berjalan menuju penghalang yang terdapat tong kayu didalamnya yang berisi air hangat dengan kelopak bunga .


setelah melepaskan semua pakaiannya dan hanya menyisakan pakaian dalam 'wanita pelayan multifungsi' itu berbaring di dalamnya dan mulai berendam dengan nyaman .


sedangkan Huo Huo yang ditinggalkan oleh wanita itu membuka matanya tetapi dia tidak duduk , karena itu adalah gerakan besar . dia hanya melihat kesana-kemari dengan matanya dan melihat bahwa dia berada di sebuah ruangan yang memiliki warna serba merah yang seperti kamar pengantin .


tunggu , pengantin?! aku akan menikah!!! atau ini adalah malam pernikahanku??! . tidak bukan itu intinya , intinya adalah. kapan aku menikah???.


meski Huo Huo panik dia tidak menunjukannya diluar dengan berteriak dan hanya diam , seperti orang yang kehilangan kesadaran sungguhan . setelah beberapa saat terdengar suara langkah kaki yang mendekat dengan perlahan , dan tempat disampingnya tenggelam karena ada orang yang mendudukinya .


Huo Huo hanya diam dan menutup matanya kembali setelah mendengar suara itu . setelah beberapa saat dia merasakan kalau kain di atas wajahnya ditarik dengan lembut kesamping , tapi dia (Huo Huo) sama sekali tidak panik dia tahu apapun itu barang yang di ciptakan oleh kakaknya tidak akan sesederhana itu.


'wanita pelayan multifungsi' itu secara perlahan membuka penutup itu dengan penuh harapan , hanya untuk melihat penghalang lain yang tembus pandang tetapi dalamnya tidak terlihat . dia menatap kebawah dengan kosong pada wajah orang didepannya yang terlihat kabur .


setelah beberapa saat dia tertawa pelan dengan seringai yang lebar dan perlahan meluncur pada ikat pinggang orang di bawahnya , dia berencana untuk melepaskannya saat ada tangan yang mencengkram tangannya sendiri.


dia terdiam beberapa saat lalu tersenyum dengan mata yang bersinar "sayang , kau sudah bangun?" , dan perlahan dia mengusap tangan orang yang mencengkram tangannya yang lain dengan lembut . dan tangan itu alias tangan Huo Huo mencengkeramnya semakin erat .


tapi 'wanita pelayan multifungsi' itu hanya tersenyum semakin lebar dengan mengerat nya cengkraman Huo Huo. setelah beberapa saat yang hening Huo Huo duduk secara perlahan dan melepas tangan orang yang dicengkeramnya , perlahan penghalang yang tersingkap kembali tertutup dan Huo Huo kembali pada penampilannya yang sangat tertutup dari ujung kaki sampai kepalanya .


perlahan wanita itu mengangkat satu tangannya untuk kembali menyingkapkan kain yang menghalangi itu , tetapi sebelum dia bisa menyentuh kain itu tangannya ditepis dengan kasar . sedangkan orang yang menepisnya sedang duduk dengan tenang dengan tangan disisi wajahnya .


Huo Huo terdiam tetapi sebenarnya pikirannya memiliki banyak pertanyaan . apa-apaan, apakah wanita ini berniat untuk melepaskan ikat pinggangnya!! , itu tidak senonoh! dan , dan kita bukan suami istri sungguhan!!! .dll. tapi dia masih dengan tenang menepis tangan yang datang lagi .


Huo Huo melirik wanita itu dan segera menjauh kan pandangannya Karena wanita itu hanya memakai pakaian sehabis mandi dan masih sangat terbuka. sedangkan wanita itu , dia melihat Huo Huo tiba-tiba menoleh kearah samping. dia berpikir , apakah sayangnya membencinya??! tidak itu tidak boleh terjadi! , sayangnya harusnya selalu mencintai dan menyayanginya , buktinya adalah dia selalu memperlakukannya dengan hangat!! , mungkin sayangnya hanya sedang merasa tidak enak saja saat berdua dengannya! ya , itu pasti benar!! dasar laki-laki romantis .


setelah memikirkan pertanyaan dan dijawab oleh dirinya sendiri , wanita itu menyipit dengan nyaman dan melihat kearah Huo Huo dengan mata yang penuh cinta . dia perlahan menurunkan tangannya dan berkata pada Huo Huo dengan tubuh bagian atas condong kedepan yang membuat bajunya yang terbuka semakin menampakkan celah .


wanita itu berkata dengan wajah tersenyum lebar "sayang , kau memang adalah milikku! dan memang seharusnya milikku!!" dia masih berkata dengan keras .


Huo Huo yang mendengar.itupun tubuhnya membeku , banyak pikiran melayang di benaknya tapi tanpa sadar dia menjawab dengan tegas "tidak! , aku bukan milik siapapun!" . setelah sadar dengan apa yang dikatakannya dia terdiam beberapa saat dan menoleh untuk melihat wanita itu yang sekarang menunduk .


setelah beberapa saat wanita itu mengangkat kepalanya lagi dengan mata bersinar penuh dengan luapan emosi yang kompleks, wajah wanita itu yang tadinya tersenyum sekarang menjadi tanpa ekspresi.


wanita itu menatap Huo Huo dan berkata dengan berbagai emosi yang dirasakannya "tidakk!! , aku berkata , kau adalah milikku!!" setelah berkata begitu dia mengambil satu tangan Huo Huo dan menggosok tangan Huo Huo dengan lembut, lalu dia mendongkak menatap orang yang berada dibalik tudung yang juga menatapnya .


tersenyum dan berkata dengan lembut "patuhlah. aku akan selalu menjagamu disisiku" dia juga memandang Huo yang dengan mata yang kompleks. Huo Huo yang ditatap seperti itu terdiam sembari menatap mata wanita itu yang mengandung banyak emosi yang ditujukan padanya .


Huo Huo kembali sadar saat dia merasakan aura yang dengan kasar mencoba untuk menerobos penghalang dari tudung , dia mengerutkan kening dan menatap kembali orang didepannya .


wanita itu menatap Huo Huo dengan cinta yang dalam di matanya dan berbagai emosi lainnya yang saling menumpuk. Huo Huo melirik tangannya yang dipegang dengan erat dan menariknya dengan kasar .


meski dia selalu toleran terhadap orang-orang , orang-orang itu harusnya juga punya batasan . sekarang wanita itu melewati batasannya .


Huo Huo menatap wanita itu dengan wajah muram dan mata yang dingin . dia berkata dengan dingin yang tidak sesuai dengan kepribadian nya "beraninya wanita seperti mu" , entah kenapa saat Huo Huo terlihat dingin seperti itu ,dia beberapa poin mirip dengan yinlong.


wanita itu memperhatikannya dengan wajah tercengang lalu tersenyum dan menekankan kata demi kata tanpa menghiraukan Huo Huo yang memandangnya semakin hina dan hina "kau .adalah .milikku" , .


tetapi sebelum wanita itu bereaksi Huo Huo membuat sebuah tali dari jiwanya dan mengikat seluruh tubuhnya dengan erat. wanita itu terlempar dari kasur dan mendarat tepat di sudut ruangan itu dia menunduk dan menatap tali itu dengan mata yang rumit .


sedangkan Huo Huo turun dari kasur secara perlahan dan duduk di pinggirnya dan menyilang kan kakinya sendiri , dia menatap wanita itu dengan merendahkan . wanita itu mendongkak dan menatap Huo Huo Dengan segala cinta yang tidak disembunyikan ,"apakah kau ingin bermain!!! sayang?" dia berkata dengan antusias dan berusaha untuk maju tetapi karena tubuh bagian atasnya terikat , tubuhnya jatuh dengan gedebuk tapi dia tidak berhenti dan tetap maju kedepan dengan merangkak . dia tersenyum kearah yinlong dengan sangat keras .


tetapi Huo Huo hanya melihatnya dengan merendahkan dan tidak berniat untuk membantu , jelas wanita itu juga tidak peduli dan berusaha untuk merangkak di depan Huo Huo.


tapi Huo Huo yang berada di dalam tudung menyeringai dengan lebar, dan dia dengan perlahan mengangkat tangan nya untuk mengangkat tudung atasnya tetapi Huo Huo hanya memegangnya dengan ringan tanpa mengangkat nya .


dia ingin melihat reaksi seperti apa yang akan wanita ini berikan . Huo Huo menurunkan pandangannya dan melihat wanita itu dengan merendahkan.


wanita itu menatap tangan yang bergerak secara perlahan di atas Tidung dan tidak bisa tidak berteriak dengan keras ,"sayang!! , tunjukkan padaku!. tunjukkan seperti apa dirimu ,dan seperti apapun dirimu aku akan menerimamu!" dia berteriak dengan mata yang terlihat sedikit gila .


Huo Huo yang melihat itupun menyeringai dengan kejam dan perlahan menurunkan Tudung itu , wanita itu juga dengan gila-gilaan melihat setiap gerak-gerik Huo Huo.


Huo Huo membukanya dengan sangat perlahan dan menyaksikan bagaimana wanita itu semakin terdistorsi , tetapi hanya dengan melihatnya Huo Huo merasakan kesenangan .


wanita itu juga merasa semakin tersiksa saat melihat kain demi kain terlepas dari sana. hingga akhirnya kain yang selalu menghalangi pandangannya terlepas dan di simpan tepat di samping Huo Huo dengan perlahan .


wanita itu menatap orang di depannya dengan mata yang sangat panas dia belum pernah melihat orang sesempurna ini , dengan rambut panjang yang menjuntai kebawah berwarna oranye keemasan dan badan yang sangat proposal dengan setiap otot tubuh yang tidak berlebihan , dan wajah itu . wajah yang sempurna dengan mata yang panjang dengan ujung terbalik dan iris berwarna oranye yang dalam . alis yang tajam dan bibir yang tipis dan berwarna kemerahan serta hidung yang tinggi, juga memiliki kulit gandum yang sehat .


seluruh orang memancarkan aura yang hangat sampai pada panas , tetapi setiap orang yang melihatnya pasti akan terpesona dengan pesonanya sendiri.


tidak terkecuali wanita itu dia menatap Huo Huo dengan tercengang dan linglung , lalu secara perlahan dia menundukkan kepalanya menutupi semua emosi yang campur aduk dimatanya dengan gila . tidak pernah terpikirkan olehnya , orang yang sangat dia 'cintai' memiliki paras yang sangat mengguncang seperti itu dia mulai berpikir yang tidak-tidak dan sampai pada kesimpulan yang mengerikan , dia harus merusak itu semua dan membuat orang ini hanya berada disisinya, selamanya.


wanita itu perlahan tersenyum dan kemudian menyeringai sampai matanya menyipit menjadi bulan sabit , dia mengangkat kepalanya dan ekspresi nya kembali normal kecuali matanya yang tambah panas dia menatap lurus ke Huo Huo.


Huo Huo mengangkat satu alisnya yang tajam, dan menatap wanita di depannya dengan heran dan kemudian dia melihat wanita itu menyeringai lebar dan berkata dengan suara serak yang penuh dengan kegembiraan , "tidak masalah, kau akan selalu menjadi milikku" , dia juga mulai memberontak dengan gila-gilaan mencoba melepaskan diri dari ikatan aura milik Huo Huo.


Huo Huo yang melihat dan mendengar apa yang dikatakannya pun tertegun sejenak sebelum dia menundukkan kepalanya dan mencoba untuk menahan tawanya sampai-sampai bahunya bergetar , entah sudah berapa lama Huo Huo mengangkat kepalanya dan tertawa dengan keras "HAHAHA!!" dia tertawa sangat keras hingga mengeluarkan air mata disisi matanya yang panjang .


wanita itu yang mendengar tawa menggelegar Huo Huo pun tertegun dan terdiam lama sebelum dia melihat Huo Huo kembali .


Huo Huo berhenti tertawa setelah beberapa saat, dia mengangkat sebelah tangannya dan menghapus air mata di sebelah matanya. dia menatap kebawah pada wanita itu dan berkata dengan pelan penuh candaan ,"apa-apaan, ternyata seperti itu . pantas saja kakak pertama selalu menghindari orang sepertimu yang suka menguntit seseorang" ,'yah , walaupun orang itu akan musnah entah kemana setelahnya' , Huo Huo melanjutkan dalam benaknya. dia menyeringai dan melihat wanita itu dengan sangat merendahkan, wanita itu terlihat bodoh Dimata Huo Huo dengan mata yang menatap lurus kearahnya dan terlihat kosong Huo Huo tidak bisa menahan tawa kecilnya.


sedangkan disisi lain yinlong , dia sedang berdiri didepan pintu dan hendak menyentuh kenop pintu saat satu orang merangkak dan hendak menyentuh ujung celana bajunya . dia berhenti dan menggunakan auranya secepat kilat dan darah bercucuran seketika , tidak ada darah yang menempel pada yinlong dan dia terlihat sangat bersih seperti biasa .


rintihan yang menyakitkan datang dari belakang , tapi yinlong hanya memutar kenop pintu dan keluar dengan acuh tak acuh dan dingin. tidak lupa dia membakar semua mayat yang berada didalam kamar itu sampai tidak ada yang tersisa .


dia berjalan melewati lorong dan berhenti di kamar dipojok penginapan ini .


yinlong mengulurkan tangannya yang tertutup sarung tangan dari dalam tudungnya dan membuka pintu dengan klik , pintunya juga tidak terkunci .


dia membuka pintu dengan perlahan dan pasti . setelah membuka pintu apa yang menyambutnya adalah , Huo Huo yang duduk dengan santai disisi ranjang dan seorang wanita di depannya yang terlilit tali aura Huo Huo. yinlong hanya meliriknya dan berjalan kearah Huo Huo dalam beberapa langkah tanpa mengeluarkan suara , tetapi Huo Huo tahu kakaknya ada di sini. dia melihat pada kakaknya dan mengundang kakak pertamanya untuk duduk di sampingnya dengan menepuk tempat di sampingnya yang kosong .


yinlong hanya berjalan kesamping nya dan duduk dengan tenang , dia menatap wanita itu yang menatapnya dengan pandangan kosong dan horor .


wanita itu tidak menyangka , dia telah menyewa seseorang untuk membunuh orang yang selalu bersama dengan orang yang di 'cintai'nya . lalu apa-apaan ini? mengapa orang ini masih disini?!?. dia belum mati.


Huo Huo yang melihat itupun berdecak dan menghilangkan tali itu , dia tidak khawatir wanita itu akan menyerangnya . lagipula, apakah dia punya kekuatan itu?? .


Huo Huo melihat wanita itu dengan remeh dan melihat kesamping pada kakaknya yang duduk dengan tegak dan dingin tanpa mengeluarkan suara.


saat dia melihat kakak pertamanya dan membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu dia merasakan pergerakan pada wanita itu . dia menoleh dan melihat wanita itu berlari kepadanya dengan mata yang terbakar emosi yang berlebihan dan menumpuk .


sesaat sebelum wanita itu dapat menyentuh Huo Huo wanita itu terpental dengan keras Kedinding di sebrang dan mengeluarkan seteguk darah .dia terbatuk-batuk dan memegang dadanya yang sakit , setelah batuknya Mereda Dia mendongkak dan melihat Huo Huo dengan tidak percaya dan bergumam seharusnya tidak seperti ini , dia harus menjadi milikku .


dia berdiri kembali dengan gigih dan alhasil dia kembali terpental dan itu terjadi berkali dengan suara yang menggema di seluruh ruangan saat dia terbentur dengan dinding. buk buk buk .


Huo Huo dan yinlong hanya diam saat melihat semua ini seakan sudah terbiasa , Huo Huo mengaitkan sudut bibirnya saat melihat wanita itu semakin lemah dan lemah . dia mengejek betapa beraninya orang yang lemah seperti itu memimpikannya.


suara itu terus berlanjut di dalam ruangan karena ruangan ini sudah kedap suara dan orang luar tidak akan ada yang mendengarnya .


hingga akhirnya wanita itu benar-benar lemah dan duduk di dinding dengan berlumuran darahnya sendiri , banyak bercak darah yang berhamburan disisinya . dan dia terlihat seperti orang yang pingsan tetapi masih bergumam milikku, milikku , milikku. tanpa henti .


setelah beberapa saat wanita itu kembali membuat matanya dengan keras dan berteriak "mengapa kau tidak patuh!! , kau memang seharusnya menjadi milikku!!" tidak peduli dengan suaranya yang sudah sangat serak .


Huo Huo berdecak dan menghilangkan penghalang yang dibuatnya lalu perlahan berdiri dan berjalan perlahan kearah wanita itu , dia menatap wanita itu dengan ketinggian nya sendiri dengan merendahkan .


"mengapa aku harus menjadi milikmu?" dia bertanya dengan ringan tetapi reaksi wanita itu sangat keras . dia menatap Huo Huo dengan matanya yang merah dan berkata dengan suara yang serak "tentu saja! , mengapa tidak?! . orang-orang disini tidak pernah menghargai ku sebaik kau menghargai ku!" .


Huo Huo mengangkat sebelah alisnya dan perlahan berkata sembari memutar tubuhnya menghadap Kakak nya , "hei , apa maksudmu? . aku tidak pernah sebaik itu. bukan begitu ,kakak pertama?" dia berkata dengan santai pada kakak pertamanya.


sedangkan yinlong hanya berdiri dalam diam dan berjalan tepat disamping Huo Huo dan menatap wanita itu lewat tudungnya sendiri . Huo Huo tidak mempermasalahkannya dan memutar tubuhnya menghadap wanita itu lagi dan menatapnya dengan merendahkan kembali seperti tuan muda yang melihat orang dengan segala kesombongannya.


wanita itu menatap kosong dua orang didepannya perlahan berkata dengan suaranya yang serak, "mengapa kau berkata sepeti itu? , kau selalu baik padaku!" Huo Huo memutar matanya dan berkata dengan bercanda "mana ada , aku memang selalu seperti itu pada 'orang asing' sepertimu" dengan mengibaskan-ngibaskan sebelah tangannya.


"lupakan saja , masalahnya sampai disini. kau sudah tidak berguna" , Huo Huo perlahan membentuk sebuah tombak didepan jantung orang didepannya yang terlihat sangat lemah .


wanita itu menatap ujung tombak yang berada didepan jantungnya , dan memegangnya dengan kedua tangan dan mengusapnya dengan lembut dan mendongkak dan menatap Huo Huo dengan senyuman nya yang biasa .


dia berkata dengan pelan dengan suara yang serak dengan nada yang lembut ,"tidak masalah , aku sangat senang mati ditangan orang yang ku 'cintai' . tapi ,aku ingin tahu siapa namamu?" . Huo Huo menatap wanita itu sebentar sebelum membuka mulutnya dan berkata "jin Huo shi" dengan acuh tak acuh.


wanita itu menurunkan matanya dan bergumam ,jin Huo shi ya , itu nama yang bagus . sebelum dia sempat bereaksi ujung tombak itu masuk kedalam dagingnya dan menusuknya Samapi tembus kebelakang tubuhnya dengan kejam .


dia membuka matanya lebar-lebar dan membuka mulutnya untuk mengeluarkan rintihan menyakitkan. dia menatap Huo Huo untuk terakhir kalinya dengan darah yang merembes keluar dari lukanya yang sangat dalam , bukan hanya luka eksternal tetapi juga luka internal .


dia tersenyum seperti senyumnya saat bertemu pertama kalinya dengan Huo Huo dan menutup matanya dengan tenang , dan akhirnya dia benar-benar tiada ..


Huo Huo menatap wanita itu yang bahkan masih tersenyum setelah dirinya tiada , membalikkan badannya dan berjalan keluar ruangan dengan kakaknya dibelakangnya dalam diam .


tentu saja dia tidak lupa untuk membuat tombak itu berubah menjadi api dan membakar mayat orang itu dengan tenang .


setelah berjalan dan Samapi pada kamarnya sendiri , mereka berdua masuk kedalamnya dan mengunci pintunya . Huo Huo menatap kamar yang tidak ada perubahan sama sekali dan perlahan berjalan menuju kasur dan berbaring menghadap dinding dengan tenang .


yinlong hanya melihatnya dengan tenang dan berjalan kemejanya yang biasa dan perlahan teh herbal yang masih panas muncul di atas meja .


setelah terdiam beberapa saat Huo Huo berkata pada kakaknya tanpa membalikkan badannya, "kakak pertama, aku lelah . aku akan tidur terlebih dahulu" . Huo Huo langsung menutup matanya setelah mengucapkannya. dan yinlong hanya menatap bagian belakang tubuh adiknya itu dan berkata dengan tenang setelah dia menyeruput teh herbalnya sendiri "mimpi indah" dengan ringan dan kembali membaca bukunya dengan tenang .


suasananya kembali sunyi seketika


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


ini pertama kalinya aku membuat eps yang sangat panjang, yah mungkin tidak sepanjang itu . tapi karena aku sangat ingin mengakhirinya , aku bertekad dan jadilah ini .


bisakah kalian menghiburku dengan memberiku like nya? , aku akan terus bersemangat sampai saat itu juga! . aku akan menunggu!!


dan author tidak terlalu tahu seperti apa karakter orang yang terobsesi , maaf bila salah ya (⁠人⁠ ⁠•͈⁠ᴗ⁠•͈⁠)