
Huo Huo masih berbaring sampai siang hari tiba , dia membuka matanya dan melihat langit-langit kamarnya .
setelah beberapa saat dia menghembuskan nafas bosan dan duduk untuk melihat kakaknya seperti biasa , Huo Huo berjalan menuju kakaknya dengan kaki panjang dalam beberapa langkah dan duduk di sebrang kakaknya .
memandang kakaknya yang sangat tampan dan sangat dingin untuk beberapa saat , lalu menundukkan kepalanya untuk melihat berbagai kantung yang masih ada di atas meja itu . Huo Huo mengambil salah satu kantung itu dan membukanya , di dalamnya ada bakpao isi daging yang masih hangat dan terlihat sangat gemuk .
dengan aroma yang mengalir keluar dan melewati hidung nya, Huo Huo merasa ngiler dan mengambil bakpao itu lalu memakannya dengan rakus . meski begitu dia tetap menjaga kebersihan dan jangan biarkan dia makan dengan belepotan , bagaimanapun dia makan dihadapan kakaknya sekarang.
Huo Huo tidak merasa heran saat bakpao itu masih hangat karena tahu pasti kakaknya menggunakan kekuatannya untuk membuat bakpao itu selalu hangat , seperti menjeda waktu di sekitar bakpao itu yang membuat bakpao itu mempertahankan bentuk dan aromanya , juga rasanya .
yinlong menurunkan matanya dari buku yang dia baca dan menatap adiknya dengan tenang, Huo Huo menyadarinya dan mendongkak untuk menatap kakaknya.
Huo Huo dengan cepat menyapa ,"selamat siang kakak pertama" , masih menggunakan nada yang bersemangat . yinlong mengangguk dengan tenang.
"kakak pertama , apakah kita akan pergi hari ini?" Huo Huo bertanya dengan rasa ingin tahu , dia memiringkan kepalanya dan menatap kakaknya sambil kembali makan bakpao dengan tenang.
yinlong hanya berkata dengan ringan ,"ya, sore hari". lalu kembali membaca bukunya dengan tenang , sambil menyesap teh herbalnya beberapa kali.
Huo Huo memandang kakaknya yang sesekali meminum teh herbalnya sendiri dan berkata dengan rasa ingin tahu ,"kakak pertama , apakah teh nya enak?" . tanpa mengalihkan pandangannya yinlong membuat teh herbal lain dengan auranya dan menambah sedikit gula pada tehnya.
Huo Huo memandang teh yang tersaji di hadapannya dan mengulurkan tangannya untuk memegang gagang cangkir itu dan mengangkat cangkir itu dengan ringan dan mulai meminumnya dengan perlahan. dia menutup matanya dengan tenang untuk menikmati teh herbalnya. teh herbal yang dibuat oleh aura yang dimiliki kakak pertamanya sendiri memiliki aura kakaknya yang ringan seperti berada di alam yang bebas dan indah , dengan banyak tanaman hijau yang menenangkan yang membuat orang rileks.
Huo Huo membuka matanya dan menaruh cangkir itu perlahan , tidak heran kakaknya suka meminum teh herbal saat sedang membaca. itu bisa membuat orang rileks saat merasakannya juga kakaknya membuatnya manis yang sesuai dengan seleranya. pikirannya yang sedikit terganggu juga kembali tenang seperti biasanya .
Huo Huo kembali membuka beberapa kantung yang berisi makanan dan mulai acara makan nya sendiri , tanpa meninggalkan remah di meja. setelah memakan semuanya tanpa mengubah proposi tubuhnya sama sekali Huo Huo meminum kembali teh herbal , dengan mata terbuka , 'kapan hari yang membosankan ini akan berakhir?' dia masih berpikir dengan tenang .
skip , sore hari nya
sedangkan yinlong sedang dimeja pendaftaran , dan berkata dengan dingin bahwa dia akan keluar dari penginapan dan mengurus beberapa kerusakan yang tidak di sengaja di kamarnya yang disebabkan oleh adiknya Huo Huo. karena merasa bosan Huo Huo mulai bermain dengan auranya sendiri tanpa penghalang yang berhasil membakar beberapa perabotan yang terkena sedikit auranya .
Huo Huo meliriknya dan dengan panik melihat pada kakaknya , dia melihat kakaknya sedang menatapnya tanpa bergerak sepeti patung dingin yang tampan . Huo Huo kembali menatap auranya yang masih keluar dari tangannya dan segera menutupnya kembali , tidak membiarkan auranya kembali membakar barang .dan kembali duduk dengan jujur memakan makanannya sendiri.
sekarang, saat yinlong mengatakan kerusakan itu dengan singkat dan dingin dan membayar kerugian itu dengan beberapa emas tanpa mengubah ekspresi nya seolah emas itu tidak ada harganya.
kasir itu menatap kosong tumpukan emas di depannya dan menatap orang yang sangat tinggi dan dingin di depannya . dia kembali sadar dan menjelaskan dengan gugup , bahwa tidak perlu membayar denda sebesar ini .
tapi yinlong hanya diam seperti patung dengan aura dingin dan tidak menggubris ucapan kasir wanita itu. . kasir itu akhirnya diam dan menerima emas itu dengan jujur di bawah tatapan yinlong yang 'menyeramkan' ,.
selama proses ini , banyak pelayan wanita menatap yinlong dengan sembunyi-sembunyi ataupun hanya meliriknya dan segera membuang muka. meski yinlong sangat tertutup dari ujung kepala sampai ujung kaki , dia masih menguarkan aura pria tampan maskulin dan dingin dengan perkataan di seluruh tubuhnya 'dilarang menyentuh' 'jangan mendekat' 'dll' seluruh orang terlihat sangat pendiam dan dingin tetapi sangat tampan , kebanyakan wanita yang menatapnya tidak bisa menahan untuk tidak tersipu dan memalingkan muka untuk menyembunyikannya.
tapi tidak ada yang berbisik-bisik, dan suasana saling tersipu berlalu dengan tenang.
Huo Huo selesai meregangkan tubuhnya dan berbalik lalu menyandarkan tubuhnya kepintu itu , menatap kakaknya yang sedang ditatap oleh banyak gadis tetapi masih tetap diam seperti patung tampan yang dingin . dia menghela nafas , merasa kakak nya sangat beruntung karena wajahnya sangat tampan dan tempramennya yang juga sangat tampan .
walau Huo Huo sedikit iri , dia masih dengan jujur menunggu kakaknya menyelesaikan masalah yang dibuatnya . lihatlah , sekarang kakaknya menyelesaikan masalah untuknya . sepertinya karena dia membakar sedikit perabotan di sana, kakaknya menganggapnya kembali seperti anak kecil dan mulai mengurus kembali masalahnya untuknya .
Huo Huo tersenyum puas di balik tudungnya, dan saat dia melihat kakaknya berbalik dia segera menahan senyumnya dan kembali sepeti semula . dia berteriak dengan gembira saat dirinya dan kakaknya keluar dari penginapan yang sunyi itu , "lihatlah, kakak pertama! . aku berhasil keluar dari penderitaan ini!" , sambil mengepalkan tangannya keatas dengan air mata psikologis yang menggantung di matanya yang panjang . Huo Huo berdiri disisinya dan hanya memandangnya ke bawah .
sekarang mereka masih berad di depan penginapan itu , dan orang-orang di dalamnya mengintip dari pintu yang masih terbuka. merasakan tatapan itu , Huo Huo kembali sadar dan segera menurunkan tangannya dan mengepalkan tangannya di depan bibirnya lalu batuk dengan ringan dan sikapnya kembali seperti biasa.
dia melambai pada penjaga wanita itu dan memberinya senyuman lembut , penjaga wanita itu juga membalas lambaiannya dan tersenyum dengan sopan . Huo Huo berjalan kembali dan memimpin jalan untuk kakaknya .