The Returning Point Of The Legend

The Returning Point Of The Legend
Bakat



Di dunia ini, bakat seseorang dibagi menjadi dua. Pertama adalah  orang yang dapat membentuk chakra sihir, kemudian disebut sebagai penyihir. Kedua, orang yang dapat membentuk chakra naga disebut pendekar. Kedua chakra sama-sama mengkonsumsi mana, hanya saja hasil yang diperoleh berbeda. Jika chakra sihir menghasilkan penguatan sihir sebagai hasilnya, maka chakra naga memperkuat tubuh dan kecepatan. Walaupun tak jarang pula ada sihir yang dapat memperkuat tubuh penyihir, akan tetapi hasilnya tetap berbeda dengan orang yang sejak awal memang memfokuskan diri dalam peningkatan fisik.


Dalam kasus lain, ada orang yang tidak memiliki kedua chakra, sehingga sering kali disebut sebagai sampah


masyarakat. Merupakan hal lumrah untuk seseorang memiliki salah satu chakra tersebut. Yang membedakannya adalah warna core yang dimiliki setiap chakra.


…..


“P-paman…”


“Ada apa Larry ?” Setelah merenungkan langkah yang harus dilakukan, Larry mendatangi rumah Paman Asmos yang berada di tepi hutan didekat Desa Carne.


“m-…, anu paman ?”


“Ada apa, bicara dengan jelas” Dahi Paman Asmos mengkerut memperhatikan tingkah Larry yang tidak biasa dimatanya


“Paman, apa boleh jika aku meminta paman mengajariku ilmu berpedang ?”


“Apa aku tidak salah dengar Larry ?” Paman Asmos merupakan mantan petualang sekaligus seorang pendekar  yang memfokuskan diri dalam senjata pedang.


Larry kemudian menceritakan perjanjiannya dengan Bunda tentang pergi ke rumah walikota sebagai pelayannya.


Akan tetapi Larry setidaknya ingin mencoba mengikuti tes masuk  Akademi Lorenz.


“mmm- Larry, bukannya aku tidak mau mengajarimu. Tapi, bakatmu ?”


“Ah, memang benar paman menurut pemeriksaan beberapa waktu lalu aku memang tidak memiliki chakra sihir maupun chakra naga. Tapi, apakah tidak boleh bagi orang tanpa bakat seperti aku untuk belajar bela diri. Aku paham bahwa suatu hal mustahil untukku masuk akademi, tapi setidaknya aku ingin berjuang paman.”


“Apa kamu yakin Larry, aku takut setelah kamu gagal masuk akademi, kamu akan melakukan hal seperti kemarin”


“Ah, masalah itu sebenarnya…” Larry menjelaskan tentang kesalahpahaman yang terjadi akibat insiden beberapa


hari yang lalu.


membawanya ke panti.


“Justru aku yang harus berterima kasih paman, karena paman telah menyelamatkanku” Larry menundukkan kepalanya


“Baiklah kalau begitu Larry, tapi kamu harus bersiap karena latihan yang akan kita jalani sungguh berat apalagi dengan tubuhmu yang kurus kering itu”


“Soal itu, tenang saja paman. Aku akan segera mengurusnya”


“Ah- semoga begitu” Paman Asmos hanya tersenyum kecut mendengar jawaban Larry. Tentunya ia paham, bahwa kondisi panti sangat memprihatinkan sehingga makanpun susah, apalagi untuk memenuhi gizi.


Setelah Larry pamit dari rumah Paman Asmos, dia menelusuri pinggir hutan sebentar. Dia mengumpulkan bahan-bahan untuk meracik sebuah ramuan. Title-nya sebagai The Journey Alchemist memungkinkan Larry untuk dapat meracik suatu obat atau ramuan sederhana, seperti ramuan penambah vitamin.


Selain itu, dia juga menjual beberapa ramuan obat buatannya kepada warga Desa, walau awalnya banyak yang meragukannya tetapi setelah ada yang memberanikan diri mencoba dengan gratis sebagai pemuktian, akhirnya dia bisa mendapat beberapa koin tembaga dari hasil penjualan ramuan obat batuk dan alerginya. Setelah itu, dia sering mengkonsumsi dan menjual ramuan yang ia buat setiap harinya. Tentunya itu ia lakukan setelah melakukan pelatihan yang berat bersama paman Asmos.


Tak terasa satu bulan berlalu, dan lagi Paman Asmos terkejut dengan perkembangan Larry dalam belajar pedang.


Larry telah menguasai dasar-dasar berpedang dengan baik. Tentunya Paman Asmos tidak mengetahui hal itu disebabkan oleh Title Larry sebagai The King of Knight, walau efek skillnya belum dapat ia gunakan tetapi itu membantu perkembangan Larry dalam belajar menggunakan pedang.


Selain perkembangan dalam latihan pedang, secara bertahap tubuh Larry juga mulai berisi berkat ramuan yang ia buat dan Latihan pribadi setiap pagi, seperti berlari, push-up dan lainnya.


Catatan Author :


**Yoo minna\, terima kasih bagi yang telah meluangkan waktu untuk singgah di lapak saya\, wkwk. **


Sekedar info, setelah Joe menggunakan tubuh Larry kemampuan berpikir Joe mewarisi kemampuan berpikir Larry yang terkenal akan kecerdasannya, jadi jangan heran jika Larry (joe) sekarang dapat berpikir sedikit lebih jernih. wkwk


Chakra disini mirip seperti dantian dalam martial art, kalau ditanya kok disebut chakra ? mungkin karena kepikirannya aja gitu waktu nulis, wkwk.


Tak lupa, untuk terus mendukung novel ini dengan cara like dan komentar. Terima kasih