
Pemandangan pertama yang Joe lihat adalah sebuah kota yang dipenuhi para palyer. Joe tertegun dengan pemandangan yang dilihatnya. Joe memang seorang anak dari sebuah keluarga yang royal, tetapi Joe jarang keluar rumah apalagi bertamasya ke berbagai negara sebagaimana anak-anak hedon lainnya.
“Wooow, ini seperti satu kota berkumpul di satu tempat “ gumam Joe mengagumi keramaian yang ada di depannya.
“Sepertinya aku harus memilih job dan membeli senjata terlebih dahulu. Aku harus menjadi pendekar sejati, menolong yang lemah dan menyelamatkan dunia, ahahaha”, Joe tersenyum memikirkan apa yang akan ia lakukan di dunia virtual ini.
Joe langsung menuju Training Hall, disana merupakan tempat latihan bagi para Newbie atau player pemula.
Dalam Fantasia Online, player diberi kebebasan untuk memilih Job di Training Hall dengan bermodalkan 20 point status yang dapat ditambahkan ke status karakternya, baik STR (Strength), VIT (Vitality), AGI ( Agility), INT (Intelligence) dan DEX (Dexterity) dan berbagai status spesial lainnya yang akan didapatkan setelah karakter mencapai level 30, seperti DEF atau LUC. Setiap player hanya bisa memiliki satu karakter, sehingga jika dia salah mengambil Job maka harus mengulang kembali karakternya dari awal. Job yang dapat dipilih bervariasi, tergantung Skill yang didapat dan poin status yang diberikan. Jika seseorang memasukan banyak poin status ke INT, maka dia dapat memilih Job sebagai Mage, Support atau Healer.
Job yang dipilih Joe adalah knight dengan pedang satu tangan atau lebih dikenal sebagai One Hand Sword
(OHS). Hari itu, Joe telah menyelesaikan training pertamanya sebagai Job Knight. Joe mendapatkan mastery sword skill, sebuah skill pasif yang menaikan kepandaian bermain pedang.
Sebelumnya Joe telah membeli sebilah pedang biasa seharga 20 Forint. Setiap player baru akan dibekali uang sebanyak 30 Forint sebagai modal awal memulai petualangannya. Forint merupakan mata uang di benua gracia.
“Ah iya, instruktur tadi mengingatkan aku untuk memasukan point status”
[Joe/Lv. 1
Race : Human
Job : Knight
Title : 0
Fame : 0
Skill :
-Passive : Mastery Sword Skill
-Aktif : -
STR(0) VIT(0) INT (0) AGI (0) DEX
Remaining Point : 20]
“Karena aku ini bodoh, sebaiknya aku memasukkan semua point statusku ke INT. Bukankah INT adalah kependekan dari Intelligance, aku akan cepat pintar, hehehe” Sebuah senyum lebar menghiasi wajah Joe, harapan untuk merubah hidupnya di Fantasia Online semakin menggebu.
Joe memulai petualangannya dengan berburu di dataran rendah dekat kota sofis, disana ramai para player baru yang berburu monster level rendah seperti slime, wooden maggot, dan stone warrior. Banyak para player membentuk sebuah party, setiap party maksimal memiliki 6 anggota termasuk seorang leader party. Para player membentuk party agar dapat mempercepat dan memudahkan dalam berburu, hanya saja EXP yang diperoleh dibagi rata. Berbeda dengan para solo player.
Begitu pula dengan Joe, belum lama dia sampai ke tempat berburu dia di sambut dengan lambaian tangan seorang gadis.
“Hei, kamu yang disana. Apa kamu sudah memiliki party ?” Seorang mage berambut hitam sebahu dengan kuping memanjang dihiasi sebuah simpul senyum yang manis melambai kepada Joe. Joe menghampirinya sambil menggelengkan kepala, Joe sungguh gugup berbicara dengan gadis dihadapannya.
“Kalau begitu, bagaimana kalau kamu ikut dengan party kami. Kita akan leveling bersama, Bukankah kamu player baru sepertiku ?” Muncul notifikasi ajakan party dari Layla, Joe mengklik OK.
“B-Baiklah”.
“Namaku Layla” Layla mengulurkan tangannya yang langsung disambut uluran tangan Joe.
“J-Joe” Joe menyanggupi ajakan party tersebut dan berkenalan dengan teman separty-nya, Rossy dan Mark. Rossy merupakan seorang Elf seperti Layla dengan job Assasin. Rossy menggunakan dua belati sepanjang 25 cm. Mark merupakan seorang beastman berkepala singa. Mark memiliki Job sebagai tanker. Terlihat dari sebuah perisai di tangan kirinya.
Joe dan party pertamanya mulai melakukan leveling di daerah yang lebih sepi player, walaupun monster yang dilawan sama. Setelah satu jam bermain, masing-masing dari mereka berhasil mencapai level 6.
“Sepertinya kita harus pindah tempat, monster disini sudah tidak memberikan banyak EXP” tukas Rossy sesaat setelah menancapkan belatinya ke punggung Stone Warrior level 4. Stone Warrior merupakan monster prajurit batu yang memegang sebilah pedang dan berukuran 2 meter, tetapi gerakanya lambat sehingga memudahkan para player baru untuk menghancurkannya.
“Sebaiknya kita bagikan dulu hasil drop monsternya” Layla mengeluarkan semua drop item yang didapatkan. Layla mengeluarkan 4 skill book dan 2 bilah pedang dan setumpuk kayu dan batu yang merupakan hasil drop dari monster wooden maggot dan Stone Warrior.
Layla, Rossy, Mark masing-masing mengambil sebuah skill book sesuai Job mereka. Mark mendapatkan sebuah skill book : Body Stone yang memberikan kemampuan merubah tubuhnya menjadi sekeras batu, sehingga memperkokoh pertahanannya.
Rossy mendapatkan skill book : stone camouflage yang memberikan kemampuan berkamuflase menjadi sebongkah batu untuk mengelabui musuhnya. Skill ini sangat berguna ketika bersembunyi di tempat bebatuan dan sungai.
Layla mendapatkan skill book : Stone throw yang memberikan seorang mage kemampuan mengeluarkan sebongkah batu dari lingkaran sihir yang diciptakannya dan melemparkannya pada musuh.
Joe memandangi skill book pertamanya, dia bahagia bercampur bingung dengan apa yang ia dapatkan. Joe mendapatkan skill book Alchemist. Sebuah skill book yang tidak berhubungan dengan job-nya. Ketika dia menanyakan alasan ia diberi skill book ini, Layla menjelaskan bahwa alkemis adalah skill yang sangat dibutuhkan karena dapat membuat potion sendiri, sehingga lebih hemat dan menguntungkan. Joe hanya tersenyum polos dengan penjelasan Layla. Joe juga diberikan sebilah pedang dan setumpuk kayu. Rossy menambahkan Joe akan membutuhkannya untuk meningkatkan skill alkemi-nya. Selepas pembagian drop item Joe pamit untuk log-out, karena besok masih harus sekolah.
“Hahaha, kalian lihat wajah polosnya, Dia sangat lugu ketika kita memberikannya skill alkemi dan setumpuk sampah kayu” Senyum puas Rossy sambil memegang erat skill book barunya. Mark hanya tersenyum tipis melihat sikap Layla dan Rossy. Setelah berbincang sebentar, mereka akhirnya log-out. Skill Alkemi merupakan skill yang sedikit langka, tetapi jarang orang yang memilikinya, karena memerlukan banyak usaha dan modal untuk melatih kemampuannya.