
Larry menyaksikan pertempuran antara seekor magical beast lv.3 dengan sekelompok magical beast lv.2-Itu bukanlah pertempuran yang berimbang yang tentunya menyudutkan gerombolan magical beast lv.2- Karena, daya tempur dan pertahanan yang dimiliki buaya raksasa tersebut berbeda tingkat dengan para magical beast lv.2.
Tidak jauh dari pertempuran tersebut, seorang pemuda menyaksikannya dengan seru. Kekalahan pihak manapun
akan menjadi keuntungan baginya. Karena, setiap ada magical beast lv. 2 sekarat, dia akan mengirim undeadnya untuk membunuhnya. Sekarang, pasukan Larry terdiri dari 15 magical beast lv. 1 dan 15 magical beast lv. 2. Ketika digurun, dia sesekali memburu makhluk-makhluk tersebut. Tentunya dia lebih berharap bahwa yang sekarat adalah magical beast lv. 3, sehingga dia tidak perlu mempertaruhkan nyawa untuk memburunya.
Dalam 2 jam saja, pertempuran telah menunjukkan hasilnya. Tentu saja dengan musnahnya para magical beast lv.
2.-Akan tetapi, perlawanan para magical beast tersebut tidaklah sia-sia bagi Larry, karena perlawanan tersebut mampu menguras tenaga dan melemahkan pertahanan buaya raksasa hijau yang menjadi target utamanya. Terbukti dari luka-luka yang tersebar di berbagai sudut badannya yang besar itu.
“Waktunya beraksi”
Larry masuk ke medan pertempuran setelah magical beast lv. 2 terakhir terdorong mundur dengan keadaan sekarat. Larry bergegas mengirimkan semua magical beast lv. 1 untuk menghadang mahluk raksasa tersebut. Larry kemudian membunuh magical beast lv. 2 terakhir, jumlah magical beast yang melawan raksasa tersebut genap sama dengan magical beast lv. 1 milik Larry. Akhirnya, setiap undeadnya mati, maka Larry membangkitkan magical beast yang baru dari jasad yang dibunuhnya. Syarat dari undeadnya adalah harus dibunuh oleh Larry atau undeadnya.
“Waktuku cuma satu jam, mati atau terbunuh” seperti kata pepatah, apa yang dapat membunuhmu, menjadikanmu kuat.
“Summon undead”
Semua undead magical beast lv.2 milik Larry muncul dan langsung mengelilingi magical beast lv. 3 tersebut.
“Mau kemana kau makhluk besar”
“Waktunya tunduk kepadaku”
“Mode Black Knight, Aktifkan”
Ketika mode black knight milik Larry aktif. Semua daya tempur miliknya dan para undeadnya meningkat.
Larry melompat keatas kepala makhluk tersebut ditemani dengan 2 undeadnya.
Larry memberikan serangan pada satu titik saja, yaitu bagian yang ia anggap memiliki otak dari makhluk tersebut.
“Cih, kulitnya ternyata sangat tebal”
‘Tiger Style, gerakan pertama : Tiger Slash’
‘…., gerakan kedua : Tiger strike’
‘…, gerakan ketiga : Tiger Fang’
..
Larry memberikan serangan beruntun dari ketiga serangan pedang yang dimilikinya. Semakin lama, dia semakin mengerti. Bahwa, dia kekurangan skill untuk menyerang. Larry tidak mungkin selalu bergantung pada semua undeadnya. Apalagi, dikondisi setiap undeadnya mati satu persatu, dan batas waktu kekuatan dari mode black knight-nya yang semakin berkurang.
Semakin dia berpikir semakin dia bertekad untuk bertambah kuat.
‘Hiyaaaa’
“demi bunda akan aku lakukan apapun”
Larry berpacu dengan waktu dan jumlah undead yang menahan pergerakan monster tersebut yang semakin menipis.
‘Gawat’
Larry langsung menghindar ketika sebuah ekor melayang ke arahnya. Semua undead yang menahan ekor makhluk
tersebut ternyata telah binasa, begitu pula serangan tersebut yang membuat kedua undeadnya yang menyerang bagian atas kepala makhluk tersebut juga terlempar jauh.
‘Cih, ternyata ini sangat sulit’
Larry sekarang dalam keadaaan bimbang.
Dia bisa saja mundur bersama pasukannya dan melakukan rencana seperti barusan kembali. Akan tetapi, tidak
ada jaminan rencana tersebut akan terulang kedua kalinya. Jika ia mundur, dia takut makhluk tersebut bersembunyi di dalam air beberapa waktu untuk memulihkan semua lukanya, apalagi dia dikejar waktu penyakit bunda yang semakin lama semakin parah.
Jika dia memaksakan diri, taruhannya adalah semua undeadnya dan tentu dirinya akan binasa.
“Hanya cara ini yang bisa aku ambil”
Larry merekatkan pegangan tangan pada pedangnya.
Catatan Author :
Makasih yang masih bisa sempatkan waktu untuk membaca novel ini, mohon dukungan berupa like dan komentarnya. Supaya author tambah semangat